Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit, Tepung Jahe dan Tepung Temulawak dalam Pakan Terhadap Karkas, Non Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.413Keywords:
Broiler, turmeric, ginger, Curcuma xanthorrhiza Roxb, carcassAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit, tepung jahe dan tepung temulawak dalam pakan terhadap karkas, non karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 96 ekor ayam broiler day old chick (DOC) strain 707 produksi PT Charoen Pokphan Indonesia. Metode percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: 1) R0: kontrol, yaitu pakan komersial tanpa penambahan tepung kunyit, tepung temulawak dan tepung jahe, 2) R1: pakan komersial + tepung kunyit16 g/kg pakan, 3) R2: pakan komersial + tepung temulawak 16 g/kg pakan, 4) R3: pakan komersial + tepung jahe16 g/kg pakan. Parameter yang diukur adalah persentase karkas, persentase non karkas, dan lemak abdominal. Hasil analisis statistik menunjukan bahwah perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas, persentase non karkas, dan lemak abdominal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa penambahan tepung kunyit, tepung jahe, dan tepung temulawak hingga level 16% dalam pakan tidak memberikan pengaruh terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler.
Kata kunci : Broiler, kunyit, jahe, temulawak, karkas.
This study aims to determine the effect of addition of turmeric flour, ginger flour and Curcuma xanthorrhiza Roxb in feed on carcass, non carcass, and abdominal fat of broiler chickens. The trial used 96 broilers day old chickens (DOC) strain 707, produced by PT Charoen Pokphan Indonesia. The experiment method was a completely randomized design (CRD) with four treatments and six replications. The treatments were: 1) R0: Control was a commercial feed without the addition of turmeric flour, Curcuma xanthorrhiza Roxb and ginger flour, 2) R1: Commercial feed + turmeric flour 16 g/kg feed, 3) R2: Commercial feed + Curcuma xanthorrhiza Roxb 16 g/kg feed, 4) R3: Commercial feed + ginger flour 16 g/kg feed. The parameters measured were the percentage of carcass, non-carcass percentage, and the percentage of abdominal fat. ANOVA analysis showed that the treatment had no significant effect (P>0,05) on the percentage of carcasses, non carcass percentage, and abdominal fat. Based on the results of this study it can be concluded, that the adition of turmeric flour, ginger flour and Curcuma xanthorrhiza Roxb up to the level of 16% in feed did not affect the production of carcass and abdominal fat of broiler chickens.
Keywords: Broiler, turmeric, ginger, Curcuma xanthorrhiza Roxb, carcass.
References
Bintang. I. A. K. Dan A. G. Nataamijaya. 2005. Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma Domestica) Dalam Ransum Broiler. Balai Penelitian Ternak Bogor.
Dharmawati, S. dan A. J. Kirnadi. 2012. Pengaruh penggunaan tepung daun alang-alang (Imperata cylindrica sp.) dalam ransum terhadap kadar lemak, kholesterol karkas dan organ pencernaan itik alabio jantan. JITP 34(2): 150-160.
Harisshinta, R. 2009. Pengaruh Penggunaan Limbah Teh dalam Pakan terhadap Persentase Karkas, Lemak Abdominal, Kandungan Lemak Daging dan Berat Organ dalam Ayam Pedaging. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang. (Skripsi Sarjana Peternakan).
Jumiati, et al. 2017. Bobot Potong, Karkas, Giblet dan Lemak Abdominal Ayam Broiler yang Diberi Tepung Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb) Dalam Pakan. JITRO. 4 (3): 11-19.
Mulyantini, N. G. A. 2010. Ilmu Manajemen Ternak Unggas. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Mangisah, I. 2005. Pemanfaatan Kunyit (Curcuma Domestika, val) atau temulawak (Curcuma Xantorrhiza, roxb) Menurunkan Kadar Kolestrol Daging Broiler. Laporan Hasil Penelitian, Fakultas Peternakan, Universitas Sumatera Utara.
Nurhayati, A. 2008. Kecernaan Bahan Kering, Serat Kasar, Selulosa dan Hemiselulosa Kayambang (S. molesta) pada Itik Lokal. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. (Skripsi Sarjana Peternakan).
North, M. O. And D. Bell. 1990. Commercial Chicken Production Manual. 4tnEdition. Van Nostrand Rainhold. New York.
Ravindran, P.N., Babu, K. N. 2005. Ginger The Genus Zingiber. CRC Press. New york.
Rukmana R. 1995. Temulawak :Tanaman Rempah dan Obat. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Sidik dkk. 1995. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Jakarta: Yayasan Pegembangan dan Pemanfaatan Obat Bahan Alam
Singh, P. ; Pathak, N. N. ; Biswas, J. C., 1997. Performance of broiler rabbit (Soviet Chinchilla * Grey Giant) fed low grain concentrate. World Rabbit Science, 6 (2): 223-225
Suprijatna, E., U. Atmomarsono dan R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sudarsono, 1996. Tanaman Kunyit Manfaat Khasiat Dan Kandungan Bagi Kesehatan. Diakses dari http://warnadunia.com/. Diakses tanggal 27 Maret 2010.
Setyanto, A., U. Antomomarsono dan R. Muryani. 2012, Pengaruh Penggunaan Tepung Jahe Emprit (Zingiber officinale var Amarum) dalam Ransum Terhadap Laju Pakan dan Kecernaan Pakan AyamKampung Umur 12 Minggu. Universitas Diponegoro. Semarang.
Soeparno, 1994. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Soeparno. 1992. Komposisi Tubuh dan Evaluasi Daging Dada sebagai Pedoman Penilaian Kualitas Produk Ayam Kampung Jantan. Buletin Peternakan 16: 6-14.
Steel, C.J. dan J.H. Torrie.1991. Prinsip dan Prosedur Statik. PT. Gramedia. Jakarta.
Witantra. 2011. Pengaruh Pemberian Lisin dan Metionin Terhadap Persentase Karkas dan Lemak Abdominal pada Ayam Pedaging Asal Induk Bibit Muda dan Induk Bibit Tua. Artikel Ilmiah. Universitas Airlangga. Surabaya.
Wreda. L.M.SM., Eko. W dan Osfar. S. 2013. Pengaruh penambahan kombinasi tepung jahe merah, kunyit dan meniran dalam pakan terhadap kecernaan zat makanan dan energy metabolis ayam pedaging. Jurnal Ilmu-IlmuPeternakan 24 (1): 1 – 8.










