Pengaruh Suplementasi Pakan Konsentrat Mengandung Tepung Bonggol Pisang Terfermentasi dan Zn Biokompleks Terhadap kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Sapi Bali dara di Tingkat Peternak
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i1.414Keywords:
tongkol pisang, Zn Biokompleks, konsumsi, kecernaan, SapiAbstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen Tepung bonggol pisang terfermentasi dengan Zn Biokompleks terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organic pada sapi Bali dara. Ternak yang digunakan adalah sapi Bali betina yang berumur 1-1,5 tahun sebanyak 4 ekor dengan berat badan awal 78, 89 - 100kg (rerata 89kg). Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan emnggunakan Rancangan bujur sangkar latin (RBSL) 4x4. Keempat perlakuan yang dicobakan adalah: P0
= pakan pola peternak+konsentrat tanpa batang pisang dan+65mg Zn Biokompleks, P1 = pakan pola peternak+konsentrat mengandung 10% bonggol pisang+65mg Zn Biokompleks , P2 = Pakan pola peternak+konsentrat mengandung 20% bonggol pisang+65mgZn Biokompleks, P3 = Pakan pola peternakan+konsentrat mengandung 30% bonggol pisang+65mg Zn Biokompleks. Parameter yang diukur adalah konsumsi bahan kering (kg/e/h), konsumsi bahan organik (kg/e/h), kecernaan bahan kering (%) dan kecernaan bahan organik (%/e/h). Hasil rata-rata setiap variable adalah: Konsumsi bahan kering yaitu P0= 3,37±0,71; P1= 3,46±0,81; P2= 3,53±0,87 dan P3= 3,67±0,98; konsumsi bahan organik yaitu P0= 3,86±0,82 ; P1= 3,95±0,94; P2= 4,04±1,00 dan P3= 4,20±1,12. kecernaan bahan kering yaitu P0= 68,50±6,45; P1= 69,25±4,78; P2= 70,25±2,98 dan P3= 72,50±3,69, dan kecernaan bahan organik yaitu P0= 68,50±6,40 ; P1= 69,25±4,78; P2= 70,25±2,98 dan P3= 72,50±3,78. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada ternak sapi penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan konsentrat mengandung tepung bonggol pisang terfermentasi hingga 30% ditambah dengan Zn Biokompleks mempunyai kecenderungan yang sama terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada ternak sapi Bali Dara.
Kata kunci :tongkol pisang, Zn Biokompleks, konsumsi, kecernaan, Sapi
This study aims to evaluate the effect of supplementation of fermented banana corm with Zn Biocomplex on dry and organic matter digestibility in Bali heifers. There were 4 1-1.5 year heifers with 78. 89 - 100 (average 89) kg initial body weight used in the study. Trial method using 4x4 Latin square (LSD) procedure was applied. The 4 trial treatments were: P0 = on farm feeds + concentrate without fermented banana corm
+ 65 mg Zn Biocomplex; P1 = feed pattern breeder + concentrate containing 10% fermented banana + 65 mg Zn Biocomplex, P2 = on farm feeds + concentrate containing 20% fermented banana corm + 65 mgZn Biocomplex; and P3 = on farm feeds + concentrate containing 30% fermented banana corm + 65 mg Zn Biocomplex. The variables studied were: intake (kg/h/d) and digestibility (%) of dry matter, and organic matter . The average data of each variable was: dry matter intake P0 = 3.37 ± 0.71, P1 = 3.46 ± 0.81, P2 = 3.53 ± 0.87 and P3 = 3.67 ± 0.98; organic matter intake: P0 = 3.86 ± 0.82, P1 = 3.95 ± 0.94, P2 = 4.04 ±
1.00 and P3 = 4.20 ± 1.12; dry matter digestibility : P0 = 68.50 ± 6.45, P1 = 69.25 ± 4.78, P2 = 70.25 ±
2.98; and P3 = 72.50 ± 3.69; organic matter digestibility: P0 = 68.50 ± 6.40, P1 = 69.25 ± 4.78, P2 = 70.25
± 2.98 and P3 = 72.50 ± 3.78. Statistical analysis shows that the effect treatment is not significant (P> 0.05) on either intake or digestibility of either dry matter or organic of the heifer. The conclusion is that supplementation of concentrate containing fermented banana corm with Zn Biocomplex up to 30% into on farm feed performs the similar results in both intake and digestibility of both dry matter and organic matter in Bali heifer.
Key words: banana corm, Zn Biokomplex, intake, digestibility, heifer
References
Anggorodi R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit Gramedia. Jakarta.
Arora SP. 1989. Pencemaran Mikroba pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Baaka A, Murwanto AG, Lumatauw S. 2009. Seleksi berat badan sapi bali umur satu tahun dengan menggunakan program simulasi gen up. J Ilmu Peternakan. 4(2): 83- 92.
Bois EY. 2018. Pengaruh pemberian suplemen yang mengandung tepung bonggol pisang terfermentasi EM4 terhadap konsumsi dan kecenaan ransum ternak sapi bali penggemukan yang mengkonsusi pakan basal pola peternak. Skripsi. Fapet Undana. Kupang
Faverdin P, Baumont R & Ingvartsen KL. 1995. Control and prediction of feed intake in ruminants. In: Journet M, Grenet E, Farce MH, Theriez M, & Demarquilly C (Eds), Proceedings of the IV th International Symposium on The Nutrition of Herbivores. Recent Development in the Nutrition of Herb.
Guntoro, Sriyanto S, Suyasa N, dan Rai Yasa IM. 2006. Pengaruh Pemberian Limbah Kakao Olahan terhadap Pertumbuhan Sapi Bali. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bali.
Hartati E, Saleh A, Sulistijo ED. 2014. Pemanfaatan Standinghay Rumput Kume Amoniasi Dengan Penambahan Znso4 Dan Zn-Cu Isoleusinat Dalam Ransum Untuk Mengoptimalkan Konsumsi, Kecernaan Dan Kadar Glukosa Darah Sapi Bali Dara. ISSN : 2088-818X Pastura 3 (2) : 88–93.
Hume ID. 1982. Digestion and Protein Microbalism in a Course Manual in Nutrition and Growth. Australian Universities. Australian Vice Choncellors Committee. Sidney.
Kamal M., 1994. Nutrisi Ternak I. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Koten BB. dan Wea R. 2014. Kecernaan Nutrien Ternak Kambing terhadap Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila dan sorgum pada jarak tanam arbila dan jumlah baris sorgum yang berbeda. Proseding Seminar Nasional Volume 1 Bidang Sains Undana Tahun 2014 Hal. A 28- A34.
Little J, Kendall PE, Nielsen PP, Webster JR, Verberk GA. 1989. The effect of providing shade to lactating dairy heifers in a temperate climate. Livest Sci 103: 148-157.
Mariani U. 2012. Pentingkah Scaling Up Penelitian di Bidang Pakan. Info Feed Media Pakan Ternak. Vol. 2 No. 4 Direktorat Pakan Ternak Kementrian Pertanian. Jakarta.
McDowell LR. 1992. Minerals in Animal and Human Nutrition. Academic Press. London.
McDonald, Edwards PRA and. Greenhalg JFD. 2002. Animal Nutrition. 6th Edition. Prentice Hall, London.
Munasik. 2007. Pengaruh Umur Pemotongan Terhadap Kualitas Hijauan Sorgum Manis (Shorgum bicolor L. Moench) Variets RGU. Prosiding Seminar Nasional : 248-253.
NRC (National Research Council). 1989. Nutrient Requirement of Dairy Cattle. 6th Revised edit. National Academy Press, Washington, D.C.
Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Cetakan Pertama Penerbit UP. Jakarta
Perez J. Munoz-Dorado J. de ls Rubia T. and Martinez J. 2002. Biodegradation and biological treatments of cellulose, hemicellulose and lignin: an overview. Int Microbiology. 5 (2) : 53-63.
Perry A. 2003. Meningiomas. Dalam: Tavassolli FA & Devilee P, penyunt. World Health Organization Classification of Tumors. Lyon: IARC Press, pp. 164-172.
Pramono A, Yusuf A. Widyawati SD dan Hartadi H. 2018. Pengaruh Suplementasi Lemak Terproteksi Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Nutrien Sapi Perah Friesian Holstein. Sains Peternakan. 16 (1),34-39.
Pribadi A, Kurtini T , dan Sumardi. 2015. Pengaruh Pemberian Probiotik Dari Mikroba Lokal Terhadap Kualitas Indeks Albumen, Indeks Yolk, Dan Warna Yolk Pada Umur Telur 10 Hari. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 3(3): 180-184, Agustus 2015.
Ranjhan SK. 1981. Animal Nutrition in Tropics. Second Revised Edition. Vikas Publishing House PVT Ltd., New Delhi.
Rosnah US. dan Yunus M. 2017. Komposisi Jenis Dan Jumlah Pemberian Pakan Ternak Sapi Bali Penggemukan Pada Kondisi Peternakan Rakyat. Jurnal Nukleus Peternakan (Juni 2018), Volume 5, No. 1:24 – 30.
Sembiring S. 2017. Analisis Kandungan Nutrisi Produk Termentasi Bonggol Pisang Kepok Menggunakan Khamir sebagai Bahan Paka Ternak. Prosiding Seminar Nasional Peternakan III. Kupang.
Steel RGD and Torrie JH. 1993. Prinsip dan prosedur statistika. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Talib C. 2002. Sapi Bali Di Daerah Sumber Bibit Dan Peluang Pengembangannya. Wartazoa, 12(3): 100-107.
Thaariq M, Fernanda T. Susilawati dan Isnaini N. 2014. Keberhasilan IB Menggunakan Semen Beku Hasil Sexing Dengan Metode Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll (SGDP) Pada Sapi Peranakan Ongole (PO). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 24 (3) : 1-8.
Tillman AD, Hartadi H, Reksodiprodjo S, Prwawirokusomo S & Lebdosoekojo L. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Van Soest PJ. 1994. Nutritional Ecology of The Ruminant. 2nd ed. Comstock Publishing
Yusmadi 2008. Kajian Mutu dan Palatabilitas Silase dan Hay Ransum Komplit Berbasis Sampah Organik Primer pada Kambing PE. Thesis. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor










