Pengaruh Level Pupuk Bokashi Kotoran Ayam Terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Panen kedua

Authors

  • Lodowikh Erens Efi fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana
  • Herayanti Panca Nastiti fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana
  • Stefanus Tany Temu Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v2i4.435

Keywords:

Setaria, Protein, Serat, Kalsium, Bokashi, Kotoran Ayam

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui berapa besar pengaruh level pupuk bokashi kotoran ternak ayam
terhadap kandungan nutrisi rumput setaria. Materi penelitian adalah rumput setaria (Setaria sphacelata).
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 12 unit percobaan dan terdiri dari :
Perlakuan A0 = tanpa pupuk bokashi (kontrol), Perlakuan A1 = pupuk bokashi kotoran ayam
100gr/polybag dan Perlakuan A2 = pupuk bokashi kotoran ayam 200gr/polybag serta Perlakuan A3 =
pupuk bokashi kotoran ayam 300gr/polybag. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah protein
kasar, serat kasar dan mineral kalsium rumput setaria. Hasil sidik ragam (ANOVA) menunjukkan perlakuan
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan mineral kalsium. Hasil uji
lanjut Duncan menunjukkan bahwa antar perlakuan A0: A1, A0:A2, A0: A3 berbeda nyata (P<0,05)
sedangkan A1: A2, A1: A3, A2: A3 berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan protein kasar.
perlakuan A0: A1, A0:A2, A0: A3, A1: A2, A1: A3 :berbeda nyata (P<0,05) sedangkan A2: A3 berbeda
tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan serat kasar. perlakuan A0:A3, A1:A3,A2:A3 berbeda nyata
(P<0,05) sedangkan A0: A1, A0:A2, A1: A2 berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan mineral
kalsium. Simpulan bahwa pemberian pupuk bokashi kotoran ayam 300 gr/polybag menghasilkan
kandungan protein kasar (9,38%), mineral kalsium (0,98%) tertinggi dan kandungan serat kasar rumput
setaria (Setaria sphacelata) terendah (26,62%).

Kata Kunci: Setaria, Protein , Serat, Kalsium, Bokashi, Kotoran Ayam.

The purpose of the study was to determine the effect of levels of bokashi fertilizer of chicken manure on
the second harvest nutrient content of setaria grass. The research material used were setaria grass (Setaria
sphacelata). Completely Randomized Design (CRD) 4 treatments with 3 replicates procedure used in the
trial. The treatments applied were: Treatment A0 = without bokashi fertilizer (control), Treatment A1 =
100g/ polybag bokashi fertilizer chicken manure, and Treatment A2 = 200g / polybag chicken manure
bokashi fertilizer and Treatment A3 = 300g / polybag chicken manure bokashi fertilizer. The variables
measured in this study were crude protein, crude fiber and calcium content of setaria grass. Statistical
analysis showethat the effect of treatment is significant (P <0.05) on crude protein, crude fiber and calcium
content. Duncan's difference test among treatment shows that A0: A1, A0: A2, A0: A3 are significant
(P<0.05); but not different (P>0.5) between A1: A2, A1: A3, A2: A3 0.05) in crude protein content; A0:
A3, A1: A3, A2: A3 are significant (P <0.05), but not significant (P> 0.05 between while A0: A1, A0: A2,
A1: A2 in calcium mineral content. The conclusion is that bokashi fertilizer chicken manure praduce the
highest crude protein content (9.38%) and calcium content (0.98%) and lowest crude fiber content (26.62%)
of setaria grass (Setaria sphacelata).


Keywords: Setaria, Protein, Fiber, Calcium, Manure, Bokashi.

References

Acevedo, E. V., Eckert, K. L., Eckert, S. A., Chambers, G., dan Horrocks, J. A. 2009. Sea Turtle Nesting Beach Characterization Manual. In: Examining the Effects of Changing Coastline Processes on Hawksbill Sea Turtle (Eretmochelys imbricata) Nesting Habitat. Master’s Project of Nicholas School of the Environment and Earth Sciences. North Carolina USA: Duke University.

Arifin, Z. 2007. Bokashi (Bahan Organik Kaya Sumber Hidup) Malang. Balai Teknologi Pertanian - Malang

Bahttar, Swain N, Verma And Singh NP. 2004. Study on Feed Intake and Nutrient Utilitation of Sheep Under Two Housing System in a Semi Arid Region of India. Asian-Aust. Jurnal Anim Sci. 17 (6):814-190.

Dismawan I W H, Ginatara I K, Suriani N L. 2014. Seleksi Jenis Pakan dan Kandungan Nutrien Jenis Tumbuhan yang Dimakan Sapi Bali (Bos sondaicus) lepas sapi di daerah Bukit Badung Selatan, Kab. Badung, Bali. Jurnal Simbiosis. 2(2):192-202.

Gartenberg PK, McDowell LR, Rodriguez D, Wilkiinson N, Conard JH, Martin FG. 1990. Evaluation of trace mineral status ofruminants in northeast mexico. Livestock Res Rural Dev, 3 (2): 1-6

Hardianti, I. Siti. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Koten, B. B, 2014, Konsumsi Nutrien Ternak Kambing yang Mendapatkan Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) dengan Sorgum sebagai Tanaman Sela pada Jarak Tanaman Arbila dan Jumlah Baris Sorgum yang Berbeda Program Studi Teknologi Pakan Ternak Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang-NTT. Jurnal Ilmu Ternak, VOL.1, NO.8, 38-45

Mansyur., Abdullah,L., Djuned, H., Tarmidi, AR dan Dhalika, T. 2005. Pengaruh Interval Pemotongan Rumput Brachiaria humidicola (Rendle) Scweick Terhadap Konsentrasi Amonia dan Asam Lemak terbang (In Vitro). Jurnal Peternakan Indonesia. 11 (1):50-56.

Maria E.K, 2013. Pengaruh Pemberian Bokashi Terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Ilmu Hewani Tropika. Vol 2. No. 2. Desember 2013

Palulun, PS dan Marzuki, A. 2013. Pemberian Mulsa Jerami Padi dan Pupuk Kascing Pada Rumput Setaria (Setaria sphacelata). Jurnal Ilmiah INOVASI, Vol.13 No.3 Hal. 247-256, ISSN 1411-5549

Pusat Penelitian Tanah.1983.Term Of Reference Type .Publikasi P3MT. Pusat Penelitian Tanah Bogor

Roidah. I. S. 2013. Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburaan Tanah. Jurnal Universitas Tulung Agung Bonorowo 1(1):30-42.

Sesangka. B. H, J. Mellawati, T. Tjitosumirat dan Suharyono. 1998 Analisis Kandungan Mineral Dalam Hijauan Pakan Ternak Dengan Menggunakan, Spektrometri Pendar, dan Pusat Aplikasi, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi, 2 (2) 137-40.

Simatupang, Binsar.2013.Hijauan Pakan Ternak Widyaiswara Muda BBPP Kupang. Kupang.

Steel and Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika. Gramedia. Jakarta.

Tillman, A. D. H, Hartadi. S, Lebdosukojo S, Prawirakusumo dan Reksohadiprodjo S. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Downloads

Published

2020-12-07

How to Cite

Efi, L. E. ., Nastiti, H. P., & Temu, S. T. . (2020). Pengaruh Level Pupuk Bokashi Kotoran Ayam Terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Panen kedua. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(4), 1139–1145. https://doi.org/10.57089/jplk.v2i4.435

Issue

Section

Articles