Kandungan Protein Kasar, Serat Kasar dan Kalsium (Ca) Padang Penggembalaan Alam Di Kelurahan Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i4.440Keywords:
Protein Kasar, Serat Kasar, Mineral kalsium, Padang Pengembalaan AlamAbstract
Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yakni dari bulan Juli-Desember 2019 di padang penggembalaan
alam Kelurahan Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang, dengan tujuan untuk
mengetahui Kandungan Protein Kasar (PK) dan Serat Kasar (SK) serta Mineral Kalsium(Ca) hijauan
padang penggembalaan alam di Kelurahan Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang
pada musim kemarau. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei, pengukuran dan
pengamatan langsung di lapangan. Pengukuran hijauan dilakukan dengan menggunakan bingkai kuadran
1x1 meter. data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis untuk mendapatkan rata-rata kandungan protein
kasar (PK), seratkasar (SK), serta mineral kalsium (Ca) Hijauan padang penggembalaan alam Kelurahan
Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kandungan
protein kasar (PK) 4,808%, serat kasar (SK) 33,09 %, serta kandungan mineral kalsium (Ca) 1,242 %.
Simpulan bahwa kandungan nutrisi hijauan padang penggembalaan alam di Kelurahan Lelogama,
Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang yaitu protein kasar (PK) 4,808% termasuk kategori
rendah, Serat Kasar (SK) 33,09% termasuk kategori tinggi sedangkan mineral kalsium (Ca) adalah 1,242%
termasuk kategori cukup baik.
Kata Kunci: Protein Kasar, Serat Kasar, Mineral kalsium, Padang Pengembalaan Alam.
The study was carried out for 6 moths: July – December 2019 of natural grasslandin Lelogama Village,
South Amfoang Sub-Distrik, Kupang Regency. The study aimed at evaluating crude protein (CP), crude
fiber (CF) and Mineral calsium Ca content of the natural grassland during dry season. Survey methods and
on the field measurement and obversertion technique were applied in the study. Forages samples were taken
using 1m x 1m quadrant frame; then all samples were sent to laboratory to CP, CF and Mineral Ca contents
of the forages of the grassland. The reuslts found were: 4.808% CP; 33.09% CF, and 1.242 % Mineral
calsium Ca. The conclusion is that nutrient content of the dry season natural grassland in Lelogama Village,
South Amfoang, Kupang Regency is generally low as indicated by low crude protein, high crude fiber
content, while Mineral content (Ca) pretty good.
Keywords: Crude Protein, Crude Fiber, Mineral Calsium , Natural Grassland.
References
Bamualim, A.M. J. Nulik, dan R.C.Gutteridge. 1990. Usaha perbaikan pakan ternak sapi di Nusa Tenggara.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 9 (2): 38-44., dan U.P. Buckman, H.O. dan N.C. Brady. 1982. Ilmu Tanah. Bhratara Karya Aksara. Jakarta.
Badan Pusat Statistik 2017. Kabupaten Kupang Dalam Angka. Laporan tahuan Pemerintah Kabupaten Kupang.
Badan Pusat Statistik 2018. Kabupaten Kupang Dalam Angka. Laporan tahuan Pemerintah Kabupaten Kupang.
Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Kupang, 2018. Kabupaten Kupang Dalam Angka.
Dinas Peternakan Kabupaten Kupang 2018. Laporan Tahunan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang.
Dismawan, I W., I K. Ginantra, N.L. Suriani.2014. Seleksi Jenis Pertumbuhan Pakan dan Kandungan Nutrien Jenis Tumbuhan yang Dimakan Sapi Bali (Bos sondaicus) Lepas Sapih di Daerah Buit Badug Selatan, Kab. Badung, Bali. Jurnal Simbiosis. 2(2): 192-202.
Laboratorium Kimia Pakan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendan. Kupang.Tahun 2019.
Marta, Y. 2017. Studi Produksi Dan Kualitas Pastura Di Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Ternak (BPTUHPT) Padang Mengatas.Thesis, Masters Universitas Andalas.
Moore, Wilbert Ellis.1964. SocialChange, New Jersey:Prentice-Hall Inc.
National Research Council (NRC).1984. Nutrient Requirements of Beef Cattle. 6th ed. Natl. Acad. Press, Washington, DC ,1994. Nutrient Requirement of Poultry. 8thRevised Ed. National Academy Prss. Washington, DC.
Notohadiprawiro, T. Soekodarmodjo, S. dan Sukana, E. 2006. Pengelolaan KesuburanTanah dan Peningkatan Efisiensi Pemupukan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Nulik, J dan A. Bamualim. 1998. Pakan Ruminansia Besar Di Nusa Tenggara Timur. BalaiPengkajian Teknologi Pertanian, Naibonat.
Piliang, W. G. 2002. Nutrisi Vitamin. Institut PertanianBogor. Press, Bogor ,dan, Djojosoebagio Al Haj S. 2006. Fisiologi Nutrisi IPB Press, Bogor.
Poerwowidodo. 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Penerbit Angkasa. Bandung
Pusat Penelitian Tanah. 1983. Jenis dan Macam Tanah di Indonesia untukKeperluan Survey dan Pemetaan Tanah Daerah Transmigrasi. Pusat Penelitian Tanah. Bogor.
Reksohadiprodjo, S. 1985. Produksi Hijauan Makanan Ternak. BPFE. Yogyakarta.
Sajimin, Kompiang IP, Supriyati, Lugiyo. 2000. Pengaruh Pemberian Berbagai Cara dan Dosis Bacillus sp Terhadap Produktivitas dan Kulaitas Rumput Panicum maximum. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor 18-19 September 2000. Bogor: Puslitbang Peternakan Departemen Pertanian. hlm 359-365.
Sesangka. B. H, J. Mellawati, T. Tjiptosumirat, dan Suharyono. 1998 Analisis Kandungan Mineral Dalam Hijauan Pakan Ternak Dengan Menggunakan, Spektrometri Pendar, dan Pusat Aplikasi, JurnalPenelitian dan Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi, 2 (2) 137–40.
Sastroamidjojo, N.I dan S. Soeradji. 1978. Peternakan Umum. CV. Yasaguna, Jakarta.
Siba, F. G., I w. Suarna dan n. N. Suryani. 2017. Evaluasi Padang Penggembalaan Alami Maronggela di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Majalah ilmiah peternakan volume 20:1
Siregar, M. E. dan A. Djajanegara.1971. PenggunaanRumput Brachiaria Brizantha Dalam Usaha Transformasi Padang Alang-Alang Menjadi Pastura. Bulletin LPP., S. B.1994. Ransum Ternak Ruminansia. Cetakan Pertama.
Swadaya, Jakarta.2008. Penggemukan Sapi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Soebagyo. 1969. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Soreangan Jakarta.
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 591 hal.
Susetyo, B. 1980. Padang Penggembalaan. Departemen Ilmu MakananTernakFakultas Peternakan IPB. Bogor.
Sutedjo, M. M. 2008. Pupuk dan Pemupukan. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. 139 hal.
Syarief, E. S. 1986. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung.
Temu S.T., H.P. Nastiti, H.T. Handayani, H.T. Pangestuti, dan D.B. Osa. 2017 Kualitas Rumput pada Padang Penggembalaan Alam di Kecamatan Katiku Tana Selatan Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Seminar Nasional Peternakan III Hilirisasi Teknologi dalam Sistem Peternakan Lahan Kering Mendukung Swasembada Daging Nasional
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo. dan S.Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Edisi Keenam. Gadjah Mada University Press. Yogyakart.










