Pengaruh lama waktu fermentasi tepung tongkol jagung menggunakan Effective Mikroorganisme-4 (EM-4) terhadap perubahan komponen ADF, NDF, Selullosa dan Lignin
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i4.445Keywords:
fermentasi, EM-4, tongkol jagung, komponen seratAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi tepung tongkol jagung
menggunakan EM-4 (Effective Mikroorganisme) terhadap perubahan komponen ADF, NDF, selulosa dan
lignin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 = tepung tongkol
jagung tanpa EM-4; M1 = 1 kg tepung tongkol jagung + 10 ml EM-4 dengan lama inkubasi 1 minggu; M2
= 1 kg tepung tongkol jagung + 10 ml EM-4 dengan lama inkubasi 2 minggu dan M3 = 1 kg tepung tongkol
jagung + 10 ml EM-4 dengan lama inkubasi 3 minggu. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil rataan
perlakuan komponen ADF (%) M0 = 57.33, M1 = 52.69, M2 = 51.38, P3 = 50.32, rataan komponen NDF
(%) M0 = 88.65, M1 = 84.27, M2 = 84.31, M3 = 83.39, rataan komponen selulosa (%) M0 = 43.29, M1 =
40.27, M2 = 38.02, M3 = 36.13 sedangkan rataan komponen lignin (%) adalah M0 = 15.88, M1 = 14.28,
M2 = 12.15 dan M3 = 12.13. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata
(P<0,01) terhadap perubahan komponen ADF, NDF, selulosa dan lignin. Hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa semakin lama waktu fermentasi tepung tongkol jagung menggunakan EM-4 maka
komponen ADF,NDF, Selulosa dan Lignin semakin menurun.
Kata kunci : fermentasi, EM-4, tongkol jagung, komponen serat
The objective of this research was to measure the effect on length periode of corn cob meal fermentation
using EM-4 on changing of ADF, NDF, celulose and lignin content. Completely Randomised Design
(CRD) 4 treatments with three replicates procedure applied in the trial. The treatments were: P0: 1 kg of
corn cob meal without EM-4; P1: 1 kg corn cob meal + 10 ml EM-4 incubation during 1 week; P2: 1 kg
corn cob meal + 10 ml EM-4 incubation during two weeks; and P3: 1 kg corn cob meal + 10 ml EM-4
incubation during three weeks. The result showed that ADF content (%) of each treatment was M0 = 57.33,
M1 = 52.69, M2 = 51.38, P3 = 50.32. The average NDF content (%) was M0 = 88.65, M1 = 84.27, M2 =
84.31, M3 = 83.39, cellulose content (%) was M0 = 43.29, M1 = 40.27, M2 = 38.02, M3 = 36.13 and lignin
content (%) was M0 = 15.88, M1 = 14.28, M2 = 12.15 dan M3 = 12.13. Statistical analysis shows that the
effect treatment is highly significant (P<0.01) on changing of ADF, NDF, cellulose and lignin content. The
conclusion is that decreasing ADF, NDF, cellulose and Lignin of corn cob meal highly depends on the
length time fermented by EM-4.
Key words: fermentation, EM-4, corn cob, fiber component
References
Akmal. 1994. Pemamfaatan Wastelage Jerami Padi sebagai Bahan Pakan Sapi FH Jantan. Tesis. Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor
Anam. 2012. Kadar Neutral Detergent Fiber Dan Acid Detergent Fiber Pada Jerami Padi Dan Jerami Jagung Yang Difermentasi Isi Rumen Kerbau. Animal Agriculture Journal. Vol 1. No 2, p352-361
Arief, R. 2001. Pengaruh Penggunaan Jerami Pada Amoniasi Terhadap Daya Cerna NDF, ADF Dan ADS Dalam Ransum Domba Lokal. Jurnal Agroland volume 8 (2) : 208-215.
Anggorodi. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit PT Gramedia, Jakarta.
Badan Pusat Statistik, NTT. 2016. NTT Dalam Angka. Badan Pusat Statistik (BPS) NTT. Kupang.
Crampton, E.W. dan L. E. Haris. 1969. Applied Animal Nutrision 1st E. d. The Engsminger Publishing Company, California, U. S. A.
Church, D. C. and W. G. Pond. 1986. Digestive Animal Physiologi and Nutrition. 2nd. Prentice Hell a Devision of Simon and Schuster Englewood Clief, New York.
Fujiyanti. 2011. http://fufudyanti.blogspot.com/2011/04/manfaat-coklat-bagikesehatan.html. diakses tanggal 22 November 2019.
Guntoro, S. 2005. Processing plantation waste for livestock feed source. Warta Prima Tani1 (1): 8–11.
Imsya A, Laconi A. B, Wiryawan K. G dan Widyastuti Y. 2014. Biodegradasi Lignoselulosa dengan Phanerochaete chrysosporium Terhadap Perubahan Nilai Gizi Pelepah Sawit. Jurnal Peternakan Sriwijaya ISSN 2303 – 1093, Vol. 3, No.2
Irawadi, TT. 1990. Kajian Hidrolisis Limbah Lignoselulosa dari Industri Pertanian. J. Tek. Ind. Pert. 8 (3) : 124 -134.
Jackson, M. G. 1977. The alkali treatmen of straw. Anim Feed. Sci. Techn, 2:105-130.
Jung, H.G. and K.P. Vogel. 1986. Influence of lignin on digestibility of forage cell wall material. J. Anim. Sci. 62: 1703-1713.
Katipana, N.G.F., J.I. Manafe, D. Amalo. 2009. Manfaat Limbah Organik Bagi Produktivitas Ternak Ruminansia, Ketahanan Pangan dan Pencemaran Lingkungan: I. Uji Laboratoris Terhadap Produksi NH3 dan Tingkat Degradasi Protein Limbah Organik dari Mikrobia Rumen. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan – Undana. Kupang.
Novika, D. 2013. Degradasi Fraksi Serat (NDF, ADF, Selulosa dan Hemiselulosa) Ransum yang Menggunakan Daun Coklat secara In-vitro. Fakultas Peternakan. Universitas Andalas. Padang.
Osweiler, G.D., T.L. Carson, W.B . Buck, and G.A. Van Gelder. 1985. Clinical and diagnostic veterinary toxicology. 3 Ed. Kendal/Hunt Publishing Company, Iowa ha1394-397.
Prayitno, (1997). Produksi dan evaluasi enzim amilase, mannase, phitase dan protease untuk meningkatkan mutu gizi pakan monogastrik. Warta Plasma Nutfah Indonesia . 3 dan 4:10-11.
Purwadaria. T., T. Haryati, and J. Darma. 1994. Isolasi dan seleksi kapang mesofilik penghasil mananase (Isolation and selection of mesophylic moldsproducing mannanases). Ilmu & Peternakan 7(2): 26-29.
Rauf. J, Rahmawati. S, Firiyani, Syamsuddin. H, Budiman. N. 2017. Kandungan adf, ndf, hemiselulosa, selulosa, dan lignin Rumput taiwan (pennisetum purpureum schumach) pada berbagai level Pupuk organik cair dengan penambahan Bioativator buah mengkudu. Seminar Nasional Peternakan 3 tahun 2017. Universitas Hasanuddin Makassar, 18 September 2017
Steel, R .G .D dan J. H. Torrie, 1989. Prinsip dan Prosedur Statistika. Jakarta: PT. Gramedia
Sudirman, Suhubdy, Hasan. S.D, Dilaga. S.H dan Karda. I. W. 2015. Kandungan Neutral (Detergent Fibre (NDF) dan Acid Detergent Fibre (ADF) Bahan Pakan Lokal Ternak Sapi yang Dipelihara pada Kandang Kelompok. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia ISSN : 2460-6669, Vol. 1(1): 66-70.
Sulaiman. 1988. Studi Proses Pembuatan protein Mikroba dengan Ragi Mililotik dan Ragi pada Media Padat dengan Bahan Baku Ubi Kayu (Manihotulissima, Pokl). Tesis Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi, Jilid I. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo.1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Tomaszewska, M. W., I. M. Mastika, A. Djajanegara, S. Gardiner, dan T. R. Wiradarna. 1993. Produksi kambing dan domba di indonesia. Terjemahan: I. Made Mastika, Komang Gede Suaryana, I Gusti Lanang Oka, dan Ida Bagus Sutrisna. Sebelas Maret University Press. Hal 160-180.
Tomlin. 1965. Effect of alkali hydrogen peroxide on degradation of straw using either sodium hydroxide or gaseous ammonia as source of alkali. Rumen degradasi of straw. J. Anim. Prod. 48 : 553 – 559.
Van Soest P. J. 1976. New .Chemical Methods for Analysisof Forages for The Purposeof Predicting Nutritive Value. Pref IX International Grassland Cong.
Van Soest. P. J., 1982. Nutritional Ecology of the Ruminant. Commstock Publishing Associates. A devision of Cornell University Press. Ithaca and London.
Varga, G. A., and W. H. 1983. Rate and extent of NDF of feedstuff in-situ. J. Dairy. Sci. 66:2109.
Widya. 2005. Enzim Selulase. http://kb.atmajaya.ac.id/default. aspx? tab ID= 61&src=a&id=84059. Diakses 10 Oktober 2019.
Winarno FG dan Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta. Penerbit PT. Gramedia.
Yunilas. 2009. Bioteknologi Jerami Padi Melalui Fermentasi Sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia. Karya Ilmiah. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara: Medan.










