Pengaruh Pemberian Pakan Konsentrat Mengandung Tepung Bonggol Pisang Hasil Fermentasi Khamir Saccharomyeces cerevisiae terhadap Profil Darah Kambing Lokal
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.455Keywords:
goat, Saccharomyeces, consentrate, profile, blood bananaAbstract
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan konsentrat mengandung tepung bonggol pisang hasil fermentasi khamir saccarhomyeces cerevisae terhadap profil darah ternak kambing lokal betina.Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah ternak kambing lokal betina sebanyak 12 ekor yang berumur antara 4-6 bulan dengan kisaran berat badan ternak 9-13kg, dengan rataan 10,5kg dan koefisien varians 14,76%. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan digunakan dalam penelitian ini. Adapun perlakuan tersebut yaitu; P0=Pakan basal+ konsentrat tanpa tepung bonggol pisang, P1=Pakan basal+ konsentrat mengandung 10% tepung bonggol pisang, P2= Pakan basal+ konsentrat mengandung 20% tepung. bonggol pisang, P3 = Pakan basal+ konsentrat mengandung 30% tepung bonggol pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hematocrit (g\dl) P0 = 35,13±0,85; P2;= 39,32±1,49; P3 = 35,98±2,47, Eritrosit (g/dl) P0=9,09±0,24; P1=10,83±1,11; P2=10,71±0,94; P3=9,58±2,47, Leukosit (g/dl) P0;=11,37±0,66; P1=10,76±1,94; P2=11,18±0,84; P3=11,36±1,75. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan: pemberian pakan konsentrat mengandung tepung bonggol pisang fermentasi memberikan pengaruh yang sama antar perlakuan dalam pakan konsentrat terhadap profil darah ternak kambing lokal.
Kata kunci: kambing lokal, khamir Saccharomyeces cerevisiae,pakan konsentrat profil darah. Tepung bonggol pisang.
The study aimed at evaluating the effect of including concentrate containing Saccarhomyeces cerevisaefermented banana corm on blood profile of local ewe. There were 12 local ewes 4-6 months old with 9-13 kg (average 10.5kg; PCV 14.76%) initial body weight used in the study. Trial method using completely randomized design 4 treatments with 3 replicates applied in the study. The 4 treatments applied were:P0; local grass + concentrate feed (70:30)without fermented banana corm; P1 :local grass + concentrate feed containing 10% fermented banana corm; P2; local grass + concentrate feed containing 20% fermented banana corm; and P3:local grass + concentrate feed containing 30% fermented banana corm.The results foound were: PCV(g/dl): P0=35.13±0.85;P1=37.37±1.45; P2=39.32±1.49; P3=35.98±2.47.Erytrocite(g/dl): P0=9.09±0.24; P1=10.83±1.11; P2=10.71±0.94; P3=9.58±2.47 Leukosit (g/dl) P0=11.37±0.66;P1=10.76±1.94;P2=11.18±0.84; and P3=11.36±1.75. Statistical analysis shows that the effect of treatmen is not significant (P>0.05) on blood profiles of local ewe. The conclusion is that including concentrate containing Saccarhomyeces cerevisae fermented banana corm performs the similar results on blood profiles of local ewe.
Key words: goat, Saccharomyeces, consentrate, profile, blood banana.
References
Adam M. TM Lubis. B Abdyad N Asmilia., Muttaqien dan Fakhrurrazi., 2015. Jumlah eritrosit dan nilai hematokrit sapi Aceh dan sapi Bali di Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh besar. Jurnal Medika Veterinaria 9 (2):115-118.
Bijanti R., Eliyani H, Soeharsono. 2011. Parameter hematologi kambing kacang desa mojosarirejo driyorejo gresik. J. Vet. Met. 4 (3): 187-190.
Brosh A. Aharoni Y. 2001. Effects of feeding regimen on the diurnal pattern of heat production by dairy cows in hot climate, and on their feed intake and milk yield. Proceedings of the Symposium on energy Metabolism in Animal; Snekkersten,. Wageningan Press. pp 97-100.
Colville T, Bassert JM. 2008. Clinical Anatomy and Physiology for Veterinary Technicians. Philadelphia (US): Mosby.
Eppard PJ.,WhiteTCSorbetRH., Weiser MG., Cole., WJ . HartnellGF ., HintzRL LanzaGM., JL Vicini JL CollierRJ 1997. Effect of exogeneous somatrotopin on hematological variables of lactating cows on their offsring. J. Of dairySci . 80:1582-1591.
Frandson RD. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Edisi empat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Guyton AC., JE Hal., 1997. Buku Ajar Fisologi Kedokteran. Edisi ke-9. Jakarta : penerbit EGC
Guyton, AC and Hall JE. 2006. Textbok medical physiology. Saunders Elevier, Philadelphia.
Hartati EKatipana. NGF, 2006. Sifat Fisik, Nilai Gisi Dan Kecernaan In Vitro Standinghaylage Rumput Gume Hasil Fermentasi Menggunakan Gula Lontar Dan Veses Ayam.Proseding seminar nasional teknologi peternakan dan veteriner. Kupang pp .885 -890.
Henuk 2019. Dalam: RE. Olson (Editor). Pengetahuan Gizi Mutakhir Mineral. Terjemahan: Present Knowledge in Nutrition. Gramedia, Jakarta.
Jain NC.1993. Esential Of Veterinary Hematology. Lea dan Febiger, Philadelphia (US).
Lodder J. 1970. The Yeast : A Taxonomic Study Second Revised And Enlarged Edition. Amsterdam, The Netherland. Northolland Publishing Co. 1076 P.
Manu AE., 2007. Suplementasi pakan lokal urea gula air multi nutrien blok untuk meningkat kinerja induk bunting dan menyesui serta menekan kematian anak kambing bligon yang di gembalakan di Sabana Timur. DI Sertaisi. Sps – Ugm, Yogyakarta.
Mayulu H.Sunarso.sutrisno. Sumarsono.CI. 2012. Profil darah domba setelah pemberian cf amofer (profile of sheep blood after admistration with CF Amofer). Jurnal inovasi teknologi pendidikan. VOI.2 NO.1.
Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi Ternak Dan Makanan Ternak Ruminansia. UI, Jakarta.
Patologi Klinik. 2017. Tibbo Hematological Profiles In Three Ethiopian Indigenous Goat Breeds. Indigenous J. Appl Res Vet Med (4): 297-309.
Rastogi N Sola C. 2007. Molecular Evalution of the Mycobacterium tuberculosis complex dalam palomino, JC.Leae, SC, Ritanco, v. (ed), 2007, Tuberculosis, From Basic Science To Patient Care. Amedeo Flying Publisher, 53 -91.
Salasia SIO Hariono.B. 2010. Patologi Klinik Veteriner. Samudra Biru. Yogyakarta.
Smith JB Mangkoedwidjojo. S. 1988. Pemeliharaan Pembiakan Dan Penggunaan Hewan Percobaan Di Daerah Tropis. Jakarta : Indonesia Press.
Soeharsono CMS., Lestari, E., Purbowati Purnomoadi. A. 2010.Parameter darah sapi jawa yang diberikan pakan dengan tingkat protein pakan yang berbeda. Dalam Prodising Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal.243-248.
Susetyo. 1969.Hijauan Pakan Ternak. Direktorat Peternakan Rakyat, Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian. Jakarta.
Suripto 1998. Hematologi klinik Ed ke-2. Bandung (ID): AlumniSujoyo 1991. Pengaruh pemberian pakan konsentrat dan urea molases blok (UMB) terhadap hematokrit sapi potong.Jurnal Ilmu dan Industri Perternakan. 2 (3): 1-6.
Voight GL SwistSL. 2002. Hematology Techniques & Concenpts For Veterinary Technians. 2nd Edition. A John wiley & sons, Ltd. Publication, British.
Yanti EG., Isroli dan Suprayogi TH. 2013. Performans darah kambing peranakan ettawa darah yang di beri dengan tambahan urea yang berbeda. Animal agricultural journal 2(1):439-444










