Pengaruh pemberian silase rumput kume dan daun markisa hutan (Pasiflora foetida) dengan imbangan yang berbeda terhadap konsumsi dan kencernaan serat, konsentrasi VFA cairan rumen dan kadar glukosa darah pada kambing kacang

Authors

  • Ewaldus Beba Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • I Gusti Ngurah Jelantik Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Twen O. Dami Dato Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.460

Keywords:

kume grass, Passiflora foetida, fiber, digestibility, VFA concentration, blood glucose

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian silase rumput kume dan daun markisa hutan dengan imbangan yang berbeda terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar, konsentrasi VFA dan kadar glukosa darah pada kambing kacang jantan. Penelitian ini menggunakan kambing kacang jantan sebanyak 4 ekor dengan umur di bawah satu tahun dan bobot badan rata-rata 10,5 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 periode dan 4 perlakuan, yang terdiri MH0: Rumput kume100 % , MH20: Rumput kume 80% + Markisa hutan 20%, MH40: Rumput kume 60% + Markisa hutan 40%, MH60: Rumput kume 40% + Markisa hutan 60%. Parameter yang diamati adalah konsumsi dan kecernaan serat kasar, konsentrasi VFA dan kadar glukosa darah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan silase rumput kume dan daun markisa hutan dengan imbangan yang berbeda tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar, serta kadar glukosa darah. Peningkatan proporsi markisa hutan dalam silase meningkatkan secara nyata (P<0,001) konsentrasi VFA cairan rumen. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan markisa hutan tidak meningkatkan nilai konsumsi dan kecernaan serat kasar, konsumsi serat kasar tercerna dan kadar glukosa darah tetapi meningkatkan konsentrasi VFA kambing kacang jantan.

Kata kunci: rumput kume, markisa hutan, konsumsi dan serat kasar, VFA, glukosa

This research aimed to study the effect of feeding silage of kume grass and Pasiflora foetida leaves differing in their ratio on fiber intake and digestibility, rumen VFA concentration and blood glucose of male kacang goats. This study used four male kacang goats with the average body wight of 10,5 kg. This experiment followed a 4x4 Latin Square design with four treatments, i.e. MH0: kume grass 100%, MH20: kume grass 80% + Passiflora foetida 20%, MH40: kume grass 60% + Passiflora foetida 40%, MH60: kume grass 40% + Passiflora foetida 60%. The measured variables included fibre intake and digestibility, rumen volatile fatty acid and blood glucose concentration. Result showed that fiber intake and digestibility and blood glucose concentration did not differ (P>0.05) among treatments. However, there was a significant treatment effect (P<0,05) on volatile fatty acid concentration. It was concluded that feeding kume grass Silage and pasiflora foetida leaves in different ratio has significant on volatile fatty acid concentration but not on fiber intake and digestibility as well as blood glucose concentration.

Key words: kume grass, Passiflora foetida, fiber, digestibility, VFA concentration, blood glucose.

References

Ali, A. 2005. Degradasi Zat Makanan Dalam Rumen Dari Bahan Makanan Berkadar Serat Kasar Tinggi Yang Diamoniasi Urea. Jurnal Peternakan Vol. 2 nomor 1.

AICPA, SAS No. 99. 2002. Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit, AICPA. New York.

Budiman A, Dhalika A, Ayuningsih B, 2006. Uji Kecernaan Serat Kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) dalam Ransum Lengkap Berbasis Hijauan Daun Pucuk tebu (Saccharum officinarum). Jurnal Ilmu Ternak 6(2): 132-135.

Bamualim, A., 1988. Prinsip-prinsip dalam pemberian makanan ternak sapi dalam Prinsip dan Metode Penelitian. Kumpulan Materi Kursus Sub Balai Penelitian Ternak Lili, Kupang.

Hidayati A, Hartutik, Soebarinoto, Kusmartono. 2014. The Effect of Different Level of Gliciridia (Gliciridia sepium) for Substitute the Concentrate in Diet, On Feed Intake And Digestibility, Production and the Qualityvof Ettawah Crossbred Goats Milk in Different Locaion in East Java, Indonesia. IOSR Journal of Agriculture and Veterinary Science Vol 7

Jelantik I.G.N. 2001 Improving Bali Cattle ( Biboa Benteng Wagner) Production Through Protein Supplementation Disertasi. Department of Animal Science and Animal Health, The Royal Veterinary and Agricultur University, Denmark.

Kiston simanhuruk. 2006. Pemanfaatan kulit buah markisa sebagai pakan kambing kacang fase pertumbuhan. Seminar nasional teknologi peternakan dan veteriner.

Lu, C. D., J. R. Kawas, and O. G. Mahgoub. 2005. Fiber digestion and utilization in goats. Small Rumin. Res. 60:45-65.

Mukhopadhyay, N. ; Ray, A. K., 2005. Effect of fermentation on Apparent Total and nutrient Digestibility of Linseed, Linum usitatissimum, Meal in Rohu Labeo rohita, fingerlings. Acta Ichthyol. Piscat., 35 (2): 73-78.

Minson, D.J. 1990. Forage in Ruminant Nutrition. Academic Press, New York.

Nitis, I.M. 2007. Gamal Di Lahan Kering. Arti Foundation. Denpasar.

Orskov, E.R. 1992. Protein Nutrition Ruminants. 2nd Edition.Academic Press. NewYork, EUA.

Olivares-Perez, J., F. Aviles-Nova., S. Rojas-Hernandez., B. Albarran-Portillo, and O.A. Castelan-Ortega. 2011. Identification, uses and measurement of fodders legumes trees in South farmers of the states of Mexico. Tropical and Subtropical Agroecosystems. 14: 739-748.

Odewo S. A., A.O. Agbaja., K. A. Olaifa., A.P. Ojo, and S.A. Ogundana. 2014. Proximate and spectroscopic analysis of Passiflora foetida L. IJSTR. 3 (9): 353-356.

Preston, T. R and R. A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production Sistem

Preston TR and Leng RA. 1984. Supplementation of Diet Based Fibrous Residues and by products. In: Sundstol F and Owen E (Eds). Straw and Other Fibrous by-Products as Feed. Elsevier, Amsterdam. pp. 373-

Russen dan Hesfel, 1981. Animal Nutrition in Tropics. Vikas Publising House. New Delhi.

Riwu Kaho, L.M.1993. Studi Tentang Rotasi Merumput Pada Biom Sabana Timor Barat.Telah pada Sabana Binel TTS. Thesis Pascasarjana (S2)IPB, Bogor.

Riwu Kaho, L. M. 1993. Studi tentang pergiliran meru

Satter, L. D., and L. D. Slyter. 1974. Effect of Amonia Concentration on Rumen Microbial Protein Production in Vitro. Br. J. Nutr. 32:199.

Sari ML, Ali AIM, Sandi S, Yolanda A. 2015. Kualitas Serat Kasar, Lemak Kasar, dan BETN Terhadap Lama Penyimpanan Wafer Rumput Kumpai MInyak dengan Perekat Karaginan. Jurnal Peternakan Sriwijaya 4(2):35-40.

Seran, J, B. 2018. Kecernaan Nutrient Ternak Sapi Bali yang Diberi Pakan Dasar

Suparjo, K.G. Wiryawan, E.B. Laconi, dan D. Mangunwidjaja. 2011. Performa kambing yang diberi kulit buah kakao terfermentasi. Media Peternakan 34(1): 35-41.

Suryani, N.Y, Mahardika I.G. 2015. Pemberian Gamal Tambahan dalam Ransum Meningkatkan Neraca Nitrogen dan Populasi Mikroba Proteolitik Rumen Sapi Bali. Jurnal Veteriner. Vol. 16 No 1:117-123

Simbaya, J.I. 2002. Potential of fodder tree/shrubs legumes as a feed resource for dry season supplementation of smallholder ruminant animals. In: Development and Field Evaluation of Animal Feed Supplementation Packages. Proc. of The Final Review Meeting of An IAEA Technical Cooperation Regional Africa Project Organized by The Joint FAO/IAEA Division of Nuclear Techniques in Food and Agriculture Held in Cairo, Egypt. 25-29 Nov. 2000. pp. 69-76.

Taopan, R. 2018. Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, Kadar VFA, dan NH3 Secara In Vitro Silase Campuran Batang Pisang dan Daun Kelor dengan Rasio yang Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana. Kupang

Theodorou, M. K., B. A. Williams, M. S. Dhanoa, A. D. B. McAlan, and J. France. 1994. A simple gas production method using a pressure transducer to determine the fermentation kinetics of ruminant feeds. Anim. Feed Sci. Technol., 48: 185–19

Trisnadewi, A, A, A, Sri. Cakra, I. G, L. Mudita. 2014. Substitusi Gamal (Gliricidia sepium) Dengan Kaliandra (Calliandra calothyrsus) Pada Ransum Terhadap Kecernaan In-Vitro. pastura Vol. 3 No. 2: 106 – 109.

Tomaszewska, W., I. M Mashka, A. Djajanegara, S. Gardiner dan T. P. Wiradaya. 1993. Produksi Kambing dan Domba di Indonesia. Sebelas Maret University Press. Surakarta.

Valentina, F. D., I W. Suarna, dan N. N. Suryani. 2018. Kecernaan Nutrien Ransum Dengan Kandungan Protein Dan Energi Berbeda Pada Sapi Bali Dara. Peternakan Tropika Vol. 6 No. 1 Th. 2018: 184 – 197

Downloads

Published

2020-06-14

How to Cite

Beba, E., Jelantik, I. G. N., & Dato, T. O. D. (2020). Pengaruh pemberian silase rumput kume dan daun markisa hutan (Pasiflora foetida) dengan imbangan yang berbeda terhadap konsumsi dan kencernaan serat, konsentrasi VFA cairan rumen dan kadar glukosa darah pada kambing kacang. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(2), 834–843. https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.460

Issue

Section

Articles