Pengaruh Pemberian Pakan Silase Hijauan Hasil tumpang Sari Kacang Kupu (Clitoria Ternatea) dan Sorghumpada Jarak Tanam yang Berbeda Terhadap Pemanfaatan Energi pada Kambing Kacang
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.467Keywords:
silage, intercropping, sorghum, clitoria, planting space, energy utilizationAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan silase hijauan yang dihasilkan dari tumpang sari dan clitoriaternateadan sorghum dengan jarak tanam yang berbeda terhadap pemanfaatan energi pada kambing kacang betina. Ternak yang digunakan adalah kambing kacang betina sebanyak 3 ekor yang 11.54kg. Penelitian ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 3perlakuan dan 3 periode sebagai ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah R1;silase hijauan yang dihasilkan dari intregrasi clitoria dan sorghum dengan jarak tanam 20 x 20 cm, R2; 40cm x 40cm dan R3;60 x 60 cm. Parameter yang diukur terdiri dari konsumsi energi, kecernaan energi, dan glukosa darah. Data yang diperoleh di analisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsumsi energi (kkal/e/h)R1 ; 3.740, R2 ; 3.419,R3 ;3.634, kecernaan energi (%) R1 ; 73.89, R2 ; 75.12,R3 ;68.89,konsumsi energi tercerna (kkal/e/h) R1 2.813, R2 2.593, dan R3 2.562 dan konsentrasi glukosa darah (mg/dl)R1 ; 116.78, R2 ;117.55,R3 ;115.20. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi energi, kecernaan energi, konsumsi energi tercerna, dan konsentrasi glukosa darah kambing kacang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian pakan silase hijauan hasilkan tumpang sari kacang kupu (Clitoria ternatea) dan sorghumpada jarak tanam yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap pemanfatan energi ternak kambing kacang.
Kata Kunci: silase, tumpang sari, sorghum, Clitoria ternatea, kambing.
The objective of this experiment was to investigate the effect of feeding silase made from forage produced in intercopping clitoria with sorghum differing in planting space on energy utilisation in Kacang goats. The study was following a 3x3 Latin Square Design with three treatments and periods lasting 15 days each. The treatments was silage of forage produced from intercopping clitoria with sorghum with planting space 20x20 cm (R1), 40x40 cm (R2) and 60x60 cm (R3). Data on energy intake and digestibility as well as plasma glucose concentration were analyzed using Analyses of Variance (ANOVA). Results showed that energy intake were R1 ; 3.740, R2 ; 3.419,and R3 ;3.634 kkal/head/d. Meanwhile, the digestibility of energy were R1 ; 73.89%, R2 ; 75.12%,and R3 ;68.89% and the digestible energy intakes were R1 2.813, R2 2.593, and R3 2.562 kkal/head/d. There was no significant difference found between treatments in energy intake and digestibility as well as plasma glucose concentration of Kacang goats. It can be concluded that feeding silase made from forage produced in intercopping clitoria with sorghum differing in planting space did not affect the energy utilization in Kacang goatsKey words: silage, intercropping, sorghum, clitoria, planting space, energy utilization
References
Anonim. 1996. Rumusan Simposium Produksi Tanaman Sorgum untuk Pengembangan Agroindustri. Risalah Simposium Prospek Tanaman Sorgum untuk Pengembangan Agroindustri, 17−18 Januari 1995. Edisi Khusus Balai Penelitian Tanaman Kacang- kacangan dan Umbi-umbian No. 4-1996, 6
Arsyad, K.M., 1988. Pengaruh Tekanan Penggembalaan Terhadap Produksi dan Komposisi Botani Padang Rumput Alam dan Hubungannya Pertumbuhan Domba. Laporan Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang.
Astuti DA, Ekastuti,Y Sugiarti, M Marwah- Profil Darah dan Nilai Hematologi Domba Lokal yang Dipelihara di Hutan Pendidikan Gunung Walat SukabumiJurnal Agripet, 2008
Aydemir, SK, Kizilsimsek, M.(2018) : menilai menilai hasil dan kualitas pan dari tumpangsari sorgum dan kedelai yang bebedapila penanaman dan berbeda ekologi, - Jurnal internasional Lingkungan ental sains dan teknologi 1-6..
Ayub M., A. Tanveer, M.A. Nadeemand S. M. A. Shah. 2004. Studies on the Fodder Yield, and Quality of Sorghum Grown Alone and in Mixture with Rice Bean. Pakistan Journalof `Life andSocialSciences. 2 : 46-46.
B. B Koten, R. Wea,R. D. Soetrisno, N Ngadiyono, B. Soewignyo. 2014. Konsumsi Nutrien Ternak Kambing yang Mendapatkan Hijauan Hasil TumpangsariArbila (Phaseoluslunatus) dengan Sorgum sebagai Tanaman Sela pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum yang Berbeda. Program Studi Teknonolgi Pakan Ternak Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang. JURNAL ILMU TERNAK, JUNI 2014, VOL. 1, NO. 8, 38 - 45
Badan Pusat Statistik. Populasi ternak kambing menurut provinsi tahun 2009-2017, https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1022; diakses pada 22 september 2018
Bamualim A, wirdahayati R, Saleh A 1990. Bali cattleproductionfrom. Timor island. ReseachReport BPTP NTT bamualim A. 1988. Prinsip-prinsip pemberian makqanan ternak sapi dalam prinsip dan metode penelitian. Kumpilan materi kursus sub balai balai penelitian ;Lili
Brij M Mitruka, Howard M Rawnsley Clinical biochemical and hematological reference values in normal experimental animals., 1977
Fanggi S. Y, 2001. Pengaruh pemberian urea dan kombinasinya dengan tepung ikan terhadap pemanfaatan energi pada ternak kambing lokal jantan yang mengkonsumsihay rumput alam amoniasi dan tepung putak
Harlistyo M.F., Paryanto, K.A. Nugroho, S. Dartosukarno, R. Adiwinarti, E. Purbowati, M. Arifin Dan A. Purnomoadi. 2010. Digestible energy utilization and feeding behavior in ongole crossbredcattle fed with rice straw supplemented with concentratecontaining tea waste. Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner 2010. Hal 309
Hartutik dan Chuzaemi, S 2012. Ilmu Makanan Terbak Khusus (ruminansia). NUFFIC Universitas Brawijaya
B. B Koten, R. Wea, R. D. Soetrisno, N Ngadiyono, B. Soewignyo. 2014. Konsumsi Nutrien Ternak Kambing yang Mendapatkan Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) dengan Sorgum sebagai Tanaman Sela pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum yang Berbeda. Program Studi Teknonolgi Pakan Ternak Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang. JURNAL ILMU TERNAK, JUNI 2014, VOL. 1, NO. 8, 38 – 45.
Krizsan and Randby. 2007. The effect of fermentation quality on the voluntary intake of grass silage by growing cattle fed silage as the sole feed. Journal of Animal Science.
Manu, Arnol Elyazar and , Promotor Prof.Dr.Ir. Endang Baliarti, SU (2007) Suplementasi pakan lokal urea gula air multinutrien blok untuk meningkatkan kinerja induk bunting dan menyusui serta menekan kematian anak kambing bligon yang digembalakan di sabana Timor.
McDonald, P., Edwards, R.A., Greenhalgh, J.F.D., Morgan, C.A., Sinclair. L.A. and Wilkinson, R.G., 2010. Animal Nutrition. Seventh Edition. Longman, New York.
Minson , D.J. 1990. Forage in Ruminan Nutritiont. AcademicPress, Inc. Sandiago, California
Brij M Mitruka, Howard M Rawnsley Clinical biochemical and hematological reference values in normal experimental animals., 1977.
Nasrullah, Niimi M , Akhasi R, Kawamura O.2003. Nurutive Evalution of forage plants grow in south Sulawesi, Indonesia. Asian-Aust J Anim Sci.
Nulik J, Fernandez P.Th, Bamualim A. 1988. Pemanfaatan dan produksi putak sebagai sumber energi makanan ternak sapi dan kambing. Laporan Penelitian Komponen Teknologi Peternakan, Main Base Kupang 1987 -1988. Proyek NTASP. BPPP Deptan
Nussio, L.G.; Paziani, S.F.; Nussio, C.M.B. Ensilagem De Capins Tropicais. In: Reunião Anual Da Socied ade Brasil eira De Zoo tecnia, 39, 2002. Recife. Anais..Recife, 2002
Oldham, J.D. and T. Smith. 1982. Protein-energy interrelation ships for growing and lactating Cattle. In : protein Contriputins of feed-stuffs.E.L. Miller and A.J.H. Van Es (Eds) Butter worth Scientific. London, Wellington. Durban, and Toronto
PK Tahuk, AADA Dethan, S Sio - Profil Glukosa dan Urea Darah Sapi Bali Jantan pada Penggemukan dengan Hijauan (Greenlot Fattening) di Peternakan Rakyat jurnal Agripet, 2017
Preston, T.R. And R.A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production Systems with Available Resources in The Tropics and Sub-Tropics. Penambul Books, Armidale.
Ratnawati S Dan Fernandez Pth. 2009. Perbaiakan Kualitas Pakan Sapi Melalui Introduksi Leguminosa Herba Dalam Menunjang Program Kecukupan Daging Nasional Di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dalam: Sani Y, Natalia L, Brahmantiyo B, Puastuti W, Sartika T, Nurhayati, Anggraeni A, Matondang RH, Martindah E, Estuningsih SE, Penyunting. Teknologi Peternakan Dan Veteriner Mendukung Industrialisasi Sistem Pertanian Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Dan Kesejahteraan Peternak. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner. Bogor, 13-14 Agustus 2009. Bogor (Indonesia): Puslitbang Peternakan
Rubianti, A., P. Th. Fernandez., H.H. Marawali., E. Budisantoso., 2007.Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Hay ClitoriaTernatea dan CentrocemaPascourum pada Anak Sapi BaliJantan Lepas Sapih. http://ntt.litbang.deptan.go.id/karya-ilmiah/7.
Saini, A. 2012. Forage quality of sorghum (Sorghum bicolor) as Infuedced by Irrigation, Nitrogen Level’s and Harveting stage. Indian J. Sci.
Soebarinoto, S. Chuzaemi dan Mashudi. l99l. Ilmu Gizi Ruminansia. Universitas Brawijaya. Animal Husbandry Project Malang. .
Steel, R.G.D. dan Torie 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika(diterjemahkan dari: Principles and Procedures of Statistic, penerjemah : B. Sumantri). PT Gramedia. Jakarta. 748 halaman.
Tilman, A.D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., dan Lebdosoekojo, S., 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada UnivesityPress, Yogyakarta.
Wardhani, N.K. 1996. Sorghumvulgare suda- nense sebagai alternatif penyediaan hijauan pakan. Risalah Simposium Prospek Tanaman Sorgum untuk Pengembangan Agroindustri, 17−18 Januari 1995. Edisi Khusus Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian No. 4-1996: 327−332.
Yanti, Y., A. Purnomoadi, J.A. Prawoto dan E. Rianto. 2004. Konversi energi pada sapi peranakan ongole dan peranakan limousin jantan dengan pakan rumput raja dan ampas bir. J. Indon. Trop. Anim. Agric. Special Edition. Buku 1 Oktober 2004. Hal : 86-90










