Pengaruh Penambahan Tepung Daun Anting-Anting (Achalipha Indica . L) Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar pada Ternak Babi Peranakan Landrace, Face Grower
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.47Keywords:
Pig, Achalipha flour, crude fiber, crude fatAbstract
Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupataen Kupang selama 8 minggu terhitung sejak 05 Mei-30 Juni 2019. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun anting-anting dalam ransum basal terhadap kecernaan serat kasar dan lemak kasar ternak babi. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan Landrace yang berumur 3-4 bulan dengan berat badan awal 30-50 kg, rata-rata 37,92 kg dan (KV = 13,66%). Penelitian ini meggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah R0: 100% ransum basal tanpa daun anting-anting (kontrol), R1: ransum basal 98 + 2% daun anting-anting, R2: ransum basal 96 + 4% daun anting-anting, R3: ransum basal 94 + 6% daun anting-anting. Variabel yang diteliti adalah kecernaan serat kasar dan lemak kasar Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar dan lemak kasar. Kesimpulan adalah penggunaan daun anting-anting hingga 6% memberikan respon yang relatif sama terhadap kecernaan serat kasar dan lemak kasar.
Kata kunci: babi, anting-anting, serat kasar, lemak kasar.
The study aimed at evaluating the effect of including (Achalipha indica L) leves meal into basal diet on intake and digestibility of crude fiber and crude fat in grower Landrace pig. There were 12 grower-landrace pigs 3-4 months of age with 30-50 (average 37.92) kg and CV 13.66% initial body weight used in the study. Trial method using block design 4 treatments with 3 replicates procedure used in the study. The diet formulas offered in the feeding tria : R0 : 100% basal diet without Achalipha indica L leaves meal (control); R1: basal diet + 2% Acalipha leaves meal; R2 :basal diet + 4% leaves meal; and R3:basal diet + 6% Achalipha leaves meal. Variable studied were : consumption and digestibility of crude fiber and crude fat in pig. Statistical analysis result shows that effect of including Purslane leaves meal into basal diet is not significant (P>0.05) on either intake or digestibility of crude fiber and crude fat. The conclusion is that including 2, 4, 6 % Achalipha flour into basal diet tends to increase both intake and digestibility of both crude fiber and crude fat in pigs.
Key words: Pig, Achalipha flour, crude fiber, crude fat.
References
Anggorodi, H. R. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas, PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta.
Anonim 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Buku Petunjuk Teknis, Balai Besar Penelitian Tanah Kementrian Pertanian, Jakarta.
Aritonang, D., M. Silalahi,. Pasaribu, T..Batubara, L. .P.,manihuruk, K., Doloksaribu M. 1996. Tingkat Aplikasi Standar Kebutuhan Nutrisi Terhadap Kinerja Babi Ras Lepas Sapih. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 2 (3): 170-174.
Blakely, J. dan D.H. Bade. 1992. Pengantar Ilmu Peternakan. Penerjemah: B. Srigandono. Cet. Ke-2. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Duryatmo, S.2000. Anting-anting Lawan Tanding Sakit Gula. Trubus 31 (373) :51.
Ipteknet, 2005, Tanaman Obat Indonesia Anting-anting (Achalypha Australis Linn.), BPPT, Jakarta, Diakses 27 Februari 2007.
IPTEKnet . (2005). Tanaman Obat Indonesia . Jakarta.
Hart, H., craine, L.E. and Hart. D.J. 2003. Kimia Organik Edisi Kesebelas. Erlangga. Jakarta.
Hermayanti, Yeni, Eli Gusti. 2006. Modul Analisis Proksimat. Padang : SMAK
IPTEKnet, 2010. Anting-anting (Achalipha australis Lin.) Dalam :Tanaman Obat Indonesia http://www.iptek.net.id/ind/pd tanobat/view.php?mnu=2&id=24 (25 Maret 2010)
Kaligis FS, Umboh JF, Pontoh ChJ, Rahasia CA. 2016. Pengaruh Substitusi Dedak Halus Dengan Tepung Kulit Buah Kopi Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Energi Dan Protein Pda Ternak Babi.
Koswara, S. 2006. Konsumsi Lemak yang Ideal Bagi Kesehatan. Ebook pangan. http://ebookpangan.com. Di akses pada tanggal 01 Desember 2011.Yogyakarta.
Laplace, J. P. and Darcy-Vrilon, B. 1989. Associative effects between two fibre sources on ileal and overall digestibilities of amino acids, energy and cell-wall components in growing pigs. British J. Nutr. 61: 75-87.
Lopez, G. G. Ros, F. M. J. Periago, M. C. Martinez, dan J. Ortuno. 1996. Relationshipbetween physical and hydration properties ofsoluble and insoluble fiber of artichoke. J.Agric. Food Chem. 44:2773-2778
Maynard, L.A. Loosil, J.K. Hintz, H.F and Warner, R.G. , 2005. AnimalNutriti(7th Edition) McGraw-Hill Book Company. New York, USA.
Parakkasi , 1990. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik . Bandung: IPB Angkasa
Paraksi, A. 1990. Ilmu Gizi dan Makan Ternak Monogastrik. Angkasa Bandung.
Plantamor. 2008. Anting-anting (Achalipha australis L.) Dalam :Informasi Dunia Tumbuhan. http://www.plantamor.com/index.php?abaut=yes (25 maret 2010).Yogyakarta. Hal.527
Rasyaf M. 1997. Penyajian Makanan Ayam Petelur. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sihombing, D.T. 1997. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press:
Siagian, P .H. 1999. Manajemen Ternak Babi. Fakultas peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sihombing , D.T.H. 2006. Ilmu Ternak Babi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Tillman, A. D., H Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo. 1999. Ilmu makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawiro Kusumo, dan S. Lebdosukojo. 1984. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press
Tilman, A, D, Hartadi, S, Reksohadiprojo, S, Lebdosukodjo,, 1989, Ilmu Makanan Ternak Dasar, Gadja Mada University Press : Yogyakarta.
Wei-feng, D.,L. Zhong-when and S. Han. Dang. 1994 A New compound from Achalipha australis, Laboratory of Phitochemistry. Kunming institute of Botay. Kunining institute of Botay. Kunining 650204 :Chise Academy of Sciences.
Wulandari, K. Y., Ismadi, V. Y. Y. B., Tisriati. 2013. Kecernaan Serat Kasar dan Energi
Metabolis Ternak babi yang beri Ransum dengan Berbagai Level Protein Kasar dan Serat Kasar. Animal Agliculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, p 9-17










