Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Peternak dalam Menjual Sapi Bali Betina Produktif di Kabupaten Kupang
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i3.486Keywords:
Decision making, factors, Bali cow, productiveAbstract
Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan peternak menjual sapi bali betina produktif. Penelitian telah dilaksanakan di Kabupaten Kupang pada bulan Februari tahun 2019. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan kecamatan dan desa contoh dilakukan secara purporsif berdasarkan pertimbangan populasi ternak sapi tertinggi dan terendah. Selanjutnya ditentukan peternak contoh diambil sebanyak 200 orang secara acak non proporsional. Model analisis data yang digunakan adalah regresi logistik biner. Data diolah menggunakan Microsoft exell 2007 dan SPSS versi 16. Hasil analisis menunjukkan bahwa peternak yang memutuskan untuk menjual sapi bali betina produktif bahwa sebanyak 141 (70,5%) orang menganbil keputuskan untuk menjual sapi betina produktif sedangkan 59 (29,5%) orang memutuskan untuk tidak menjual sapi betina produktif miliknya. Terdapat satu faktor yang berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan peternak menjual sapi bali betina produktif yaitu jumlah populasi ternak sapi jantan (P<0,10), sementara kebutuhan keluarga, harga ternak sapi betina produktif, dan jumlah sapi betina produktif tidak berpengaruh nyata (P> 0,10).
Kata kunci: pengambilan keputusan, faktor, sapi bali betina, produktif.
The researh was carried out in Kupang District to determine the factors incluencing the farmer decision-making to sell a productive Bali cow. The research was conducted using survey method, located in Kupang Regency. Sub-district, village, and farmer samples were randomly non proportionally chosen as many as 200 people. The data analysis Model used is binary logistic regression. The Data were processed using Microsoft Excll 2007 and SPSS version 16. The results of the analysis showed that farmers who decided to sell a productive Bali cow were 141 farmers (70.5%), farmers who decided not to sell were 59 farmers (29.5%). Effect of opulation size is highly significant (P<0.01) on farmers’ decision to sell thier productive Bali cow (P < 0.10), effect of family needs, the price of a prolific cow's, and the number of productive cow are not significant (P> 0.10).
Key words: Decision making, factors, Bali cow, productive
References
BPS NTT, 2017. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka. Biro Pusat Statistik Provinsi NTT, Kupang.
Hartoyo. 2005. Struktur pendapatan penjual dan jagal sapi di Kotamadya Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Hosmer. D. W. dan Lemeshow. S. 1989. Applied Logistik Regression. New York: John Wiley & Sons. (Journal of Statistical Computation).
Krova, Sogen, dan Y. Luruk. 2018. Alternatif kebijakan pengendalian pemotongan sapi bali betina produktif di Timor Barat. Jurnal ilmu dan teknologi peternakan tropis. September 2018, 5(3):50-59.
Liu. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profitabilita (ROA). Skripsi. Universitas Diponegoro: Semarang.
Suryana. 2008. Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan. Jurnal Litbang Pertanian, 28(1) : 29-37.
Widiati R. 2014. Membangun industry peternakan sapi potong rakyat dalam mendukung kecukupan daging sapi. Jurnal Peternakan Indonesia 15:26-34










