Pengaruh suplementasi larutan daun Kelor (Moringa oleifera L.) dalam liquid feeding terhadap kecernaan energi dan protein ternak babi fase grower-finisher
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i3.492Keywords:
pig, moringa, liquid feeding, intake, digestibility, energy, proteinAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi larutan daun kelor (Moringa oleifera L.) dalam liquid feeding terhadap konsumsi, kecernaaan energi dan protein ternak babi fase grower-finisher. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 ekor peranakan landrace jantan kastrasi dengan kisaran berat badan awal 45-83 kg dan rata-rata 65,33.kg (KV= 17,6%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah R0: ransum basal tanpa larutan kelor, R1: ransum basal + larutan daun kelor 5%, R2: ransum basal + larutan daun kelor 10%, R3: ransum basal + larutan daun kelor 15%. Variable yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan energi dan protein. Hasil penelitian menunjukan bahwa suplementasi larutan daun Kelor (Moringa oleifera L.) dalam Liquid Feeding pada level 15% menunjukan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi energy, konsumsi protein, kecernaan energy tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein sedangkan pada level 5% dan 10% menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan: suplementasi larutan daun Kelor (Moringa oleifera L.) dalam Liquid Feeding pada level 15% dapat meningkatkan konsumsi energi, konsumsi protein dan kecernaan energi tetapi tidak meningkatkan kecernaan protein sedangkan pada level 5% dan 10% menunjukan pengaruh yang sama. Disarankan Perlu dilakuakan penelitian lanjutan, dengan meningkatkan level larutan daun Kelor (Moringa Oleifera L.) dalam liquid feeding lebih dari 15% untuk mendapatkan level optimal penggunaan dalam ransum babi fase grower-finisher.
Kata kunci: babi, kelor, liquid feeding, konsumsi, kecernaan, energi, protein
The study was carried out in Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang for 8 weeks. The study aimed at evaluating the effect of supplementation of Moringa (Moringa oleifera) leaves solution into liquid basal feed on prorein and energy digestibility. There were 12 6-7 months of age crossbred landrace barrows with 45-83 kg (average 45-83.6kg; CV 17.4%) initial body weight used in the study. Trial method using block design 4 treatments withs 3 replicates procedure applied in the study. The 4 treatment feeds offered were: R0: liquid basal feed (control); R1: liquid basal feed + Moringa leaves solution 5%; R2: liquid basal feed + Moringa leavs solution 10%; and R3: liquid basal feed + Moringa leaves solution 15%. Variables studied were: intake and digestibility of protein an energy. Statistical analysis shows that effect of including Moringa leaves solution into liquid basal feed is significant (P<0.05) on intake both protein and energy and energy digestibility but not significantly (P>0.05) on protein digestibility. Levels 5% and 10% perform the similar figur. The conculsion is that supplementation Moringa oleifera leaves solution into liquid feeding increase higher intake both protein and energy and energy digestibility but not significantly (P>0.05) on protein digestibility. Levels 5% and 10% perform the similar with level 15% and similar of levels 5% and 10%. It is recommended a further research by increasing the level of moringa leaf solution in liquid feeding above 15% to find out the optimal level of use Moringa oleifera leaves solution in grower-finisher pigs.
 Keyword: pig, moringa, liquid feeding, intake, digestibility, energy, protein
References
Aminah S., Amdhan T., Yanis M.,2015..Kandungan nutrisi dan sifat fungsional tanaman kelor (Moringa olifera).Buletin Pertanian Perkotaan Vol. 5 No. 2
Anggorodi, R., 1994. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Universitas Indonesia. Jakarta.
Budiansyah A. 2010. Performans Ayam Broiller Yang Diberi Ransum Mengandung Bungkil Kelapa Yang Difermentasi Ragi Tape Sebagai Pengganti Sebagian Ransum Komersial. Jurnal Ilmiah Ilmu Peternakan, 13 (5): 260-268
Brooks Peter H.,Beal Jane And Niven S. 2001. Liquid Feeding Of Pigs: Potential For Reducing Environmental Impact And For Improving Productivity And Food Safety.Recent Advances In Animal Nutrition In Australia, 13(1): 27-28.
Gea Megawarman. 2009. Penampilan Ternak Babi Lokal Periode Grower Dengan Penambahan Biotetes “SozoFM-4†Dalam Ransum. Skripsi. Fakultas Peternakan.Institut Pertanian Bogor.
Isnan Wahyudi, Nurhaedah M. 2017. Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa Oloifera Lamk) Bagi Masyarakat.Balai Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.Makasar Infi Teknis EBONI 14(1) : 63-75
Kartasudjana, R. Dan E. Suprijatna. 2006. Manajemen Ternak Unggas. Penebar Swadaya.Jakarta.
Keun, H. Y., Thacker, P. A., Sung, Y. J. 2005. Effects Of The Duration Of Liquid Feeding On Performance And Nutrient Digestibility In Weaned Pigs.Depertement Of Animal Science.University Of Saskatchewan, Campus Drive, Saskatoon, Saskatchewan. Canada
Madala, N.,Agbo, N. W.,& Jauncey, K.2012. Evaluationof Aqueous Extracted Moringa Leaf Meal As A Protein Source For Nile Tilapia.Tazania Jurnal Of Agricultular Sciences. 12(1): 53-54.
Marzuki, A., dan Rozi Bahrur. 2018. Pemberian Pakan Bentuk Cramble dan Mash Terhadap Produksi Ayam Petelur. Politeknik Negeri Jember.Jember. Jurnal Ilmiah INOVASI 18(1): 11-25.
National Research Council., 1998. Nutrient Requirement of Swine. 10thed: National Academy Press. Washington, D.C
Nuraeni.2016.Pengaruh Pemebrian Tepung Daun Kelor (Mornga oleifera) Dalam Ransum Terhadap Karaktersitik Karkas Dan Non Karkas Ayam Broiller. Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin. Makasar.
Ogbe A.O.,Affiku P. Jhon. 2011. Proximate Study,Mineral And Anti-Nutrient Composition Of Moringa Oleifera Leaves Harvested From Lafia,Nigeria:Potential Benefits Poultry Nutrion And Health. Journal Of Microbiology, Biotecnology And Food Sciences.1(3): 296-308
Oliver, P., Santos, FS, Fernandes,F, Ramos,I Abukarma, B. 2015. Effect of a liquid extract of Moringa oleifera on body weight gain and overall body weight of weaning pigs. Academic Journal 6(5): 69-73.
Pedersen C., Stein H.H. 2010. Efects Of Liquid And Fermented Liquid Feeding On Energy, Dry Matter, Protein And Phosphorus Digestibility By Growing Pigs.Universitas Negeri Dakota Selatan, Depertemen Ilmu Hewan Dan Kisaran,Brookings,
Prihanto A. Tri.2012.Perbandingan Kerja Reproduksi Induk Babi Laundrace Yang Di Flushing Dan Dikawinkan Dengan Pejantan Duroc Serta Duroc Pietrain. Fakultas Peternakan. Universitas Sebelas Maret.Surakarta.
Prawatasari, R. H., D. Y. B. Ismandi, I. Estiningdriati.2012. Kecernaan Protein Kasar Dan Serat Kasar Serta Laju Digesta Pada Ayam Arab Yang Diberi Ransum Dengan BerbagaI Level Azola microphylla. Animal Agriculture Journal 1(1): 471-483.
Rasyaf, M.2011.Panduan Beternak Ayam Pedaging.Penebar Swadaya.Jakarta.
Rohman, F., Handarini, R., Dan Nur, H.2018.Performan Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Periode Pertumbuhan Yang Diberi Larutan Daun Kelor.Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor. Bogor.Jurnal Peternakan Nusantara. 4(2): ..
Salea Hendrof. V.,Najoan,J. F. Umboh,C.J. Pontoh. 2018. Pengaruh Penggantian Sebagian Ransum Dengan Tepung Dan Batang Ubi Jalar (Ipomoea Batatas) Terhadap Kecernaan Protein Dan Energi Pada Ternak Babi. Jurnak Zootek (“Zootek†Jurnal) 38(1): 253-261
Saud, R. H., Rawung, V. R. W.,Saputan, R. M., Lapian M. Th. R. 2019. Penampilan Produksi Ternak Babi Fase Grower Sampai Finisher Yang Menggunakan Tepung Limbah Ikan Cakalang Sebagai Pengganti Konsentrat Dalam Ransum. Zootec 29(1):23-32
Sihombing, D.T.H., 2006. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press:Yogyakarta.
Sinaga Sauland, Marsudin Silalahi. 2011. Pengaruh Pemebrian Berbagai Dosis Kurkuminoid Terhadap Kecernaan Protein,Efisiensi Protein Dan Kecepatan Laju Makanan Dalam Sisitem Penecernaan Babi Finisher.Jurnal Penelitian Terapan. 11(2):77-83
Sinaga, S., Sihombing, H. D. H., Kartiaso Dan Bintang, M. 2011. Kurkumin Dalam Ransum Babi Sebagai Pengganti Antibiotik Sintesis Untuk Perangsang Pertumbuhan.Bionatura-Jurnal Ilmu-Hayati dan Fisik. 13(2): 125-132
Siti W. Ni dan Bidura I G. N.Gde.2017. Pemanfaatan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terfermentasi Dalam Air Minum Untuk Meningkatkan Produksi Dan Menurunkan Kolesterol Telur Ayam. Universitas Undayana. Fakultas Peternakan. Denpasar.
Soebiyanto, dan Darmawan, P. 2017. Meninjau ulang penggunaan besaran konsentrasi normalitas pada kimia larutan. Jurnal BIOMEDIKA. 10(1): 68-71
Subarta SA.Dan Sutrisno. 2017. Produksi Protein Total Dan Kecernaan Protein Daun Kelor Secara In Vitro. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 12(4): ….
Sugianto A. Kinanti. 2016. Kandungan Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Posisi Daun Dan Suhu Penyeduhan. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sumadi I Ketut.2017.Ilmu Nutris Ternak Babi.Fakultas Peternakan .Universitas Undayana.Denpasar.
Subrata, S. A. Dan Sutrisno.2017. Produksi Protein Total Dan Kecernaan Protein Daun Kelor Secara In Vitro.Fakultas Peternakan Dan Pertanian Universitas Diponegoro.Semarang Jurnal Sain Peternakan Indonesia 12(4):..
Tijani, L.A.,Akanji, A. M., Agbalay, K. And Onigemo, M.2016.Effect Of Moringa Oleifera Leaf Meal On Performance, Nutrient Digestibility And Carcass Quality Of Broiller Chickens. Agriculture And Agricultural Tecnologi,The Federal Universityof Technology,Akure, Nigeria. 21(1): 46-53
Tillman, A.D., H. Hartadi., S. Reksohadiprodjo., S.Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo., 1986. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fak Peternakan. Gajah Mada UniversityPress, Yogyakarta.
Triyanto. 2007. Performa Produksi Burung Puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica) Periode Produksi Umur 6-13 Minggu Pada Lama Pencahayaan Yang Berbeda. Fakultas Pertanian Bogor. Bogor.
Wahyuni S, Muhammad AA, Miftahul CUS, Sinta WNS, Tri Murtiningsih, Rahajeng P. 2013. Uji Manfaat Daun Kelor (Moringa Oloifera Lamk) Untuk Mengobati Penyakit Hepatitis B. Jurnal KesMaDaSka.










