Pengaruh lama proses fermentasi tepung tongkol jagung menggunakan EM4 terhadap kandungan bahan kering, Bahan organik dan protein kasar
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i3.501Keywords:
corn cobs, fermentation, EM4, dry matter, organic matter and crude proteinAbstract
Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Kimia Pakan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang, selama satu bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi tepung tongkol jagung terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan protein kasar. Metode yang digunakan adalah metode percobaan mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah Pâ‚€= tepung tonggol jagung tanpa fermentasi, Pâ‚= 1 kg Tepung Tongkol Jagung + 10 ml EM4 dengan lama inkubasi 1 minggu, Pâ‚‚= 1 kg Tepung Tongkol Jagung + 10 ml EM4 dengan lama inkubasi 2 minggu, P₃= 1 kg Tepung Tongkol Jagung + 10 ml EM4 dengan lama inkubasi 3 minggu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan kering adalah (Pâ‚€) = 74,97±0,60(Pâ‚) = 88,55±0,45 (Pâ‚‚) = 84,85 ±0,04 dan (P₃) = 82,96 ±0,51, bahan organik adalah : (Pâ‚€) = 77,34±0,75 (Pâ‚) = 95,62±1,81 (Pâ‚‚) 87,48±0,54 dan (P₃) = 85,81 ±0,06 dan Protein Kasar :(Pâ‚€) = 2,72±0,34 (Pâ‚) = 10,79±0,39 (Pâ‚‚) = 5,85±0,45 dan (P₃) = 4,94±0.23. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar dengan level pemberian yang terbaik adalah pada P1. Hasil Uji Jarak Berganda Duncan’s menunjukkan bahwa nilai kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar pada perlakuan P0-P1, P0-P2, P0-P3, P1-P2, P1-P3, P2-P3 berbeda sangat nyata (P<0,01). Disimpulkan bahwa kandungan pada minggu pertama penggunaan tepung tongkol jagung difermentasi EM4 meningkatkan kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar.
Kata kunci: tongkol jagung, fermentasi, EM4, bahan kering, bahan organik dan protein kasar.
Â
This research was carried out at the Feed Chemistry Laboratory, Faculty of Animal Science, Nusa Cendana University, Kupang, for one month. The purpose of this study was to determine the effect of the length of fermented corncob flour on the content of dry matter, organic matter, and crude protein. The method used is an experimental method using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments with 4 replications. The treatments in this study were Pâ‚€ = corncob flour without fermentation, Pâ‚= 1 kg Corncob Flour + 10 ml EM4 with 1 week incubation time, Pâ‚‚ = 1 kg Corncob Flour + 10 ml EM4 with 2 week incubation length, P₃ = 1 kg Corn Flour + 10 ml EM4 with an incubation period of 3 weeks. The data obtained were analyzed using analysis of variance and followed by Duncan's test. The results showed that the dry matter content was (Pâ‚€) = 74.97 ± 0.60 (Pâ‚) = 88.55 ± 0.45 (Pâ‚‚) = 84.85 ± 0.04 and (P₃) = 82.96 ± 0.51, the organic ingredients are: (Pâ‚€) = 77.34 ± 0.75 (Pâ‚) = 95.62 ± 1.81 (Pâ‚‚) 87.48 ± 0.54 and (P₃) = 85.81 ± 0 , 06 and Crude Protein: (Pâ‚€) = 2.72 ± 0.34 (Pâ‚) = 10.79 ± 0.39 (Pâ‚‚) = 5.85 ± 0.45 and (P₃) = 4.94 ± 0.23. The results of statistical analysis showed that the treatment had a very significant effect on the content of dry matter, organic matter, and crude protein with the best level of administration was at P1. The results of Duncan’s multiple range test show that the dry matter, organic matter, and crude protein in the treatment of P0-P1, P0-P2, P0-P3, P1-P2, P1-P3, P2-P3 is very significantly different (P <0.01 ). It can be concluded that the content in the first week of the use of EM4 fermented corncob flour increased the content of dry matter, organic matter, and crude protein.
Keywords: corn cobs, fermentation, EM4, dry matter, organic matter and crude protein
References
Aylianawaty dan E. Susiani. 1985. Pengaruh berbagai pre-treatment pada limbah tongkol jagung terhadap aktivitas enzim selulase hasil fermentasi substrat padat dengan bantuan Aspergillus niger. Available at http://www. lppm.wima.ac.id/ailin.pdf. Accession date: 22 Juni 2019.
Fardiaz, S. 1992. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Mikrobiologi Pangan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Gomez, A. Kwanchai, dan Gomez, A. Arturo. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian. Edisi Kedua. UI Press. Jakarta
Hidayat E. 2012. Kualitasfisik dan kualitas nutrisi jenggel jagung perlakuan Inokulan yang berbeda. http://tehes89.blogspot.com/2012/12/kualitas-fisik-dan-kualitas nutrisi html. Diakses pada tanggal 04 July 2019, Makassar.
Murni, R., Suparjo, Akmal, dan BL. Ginting. 2008. Buku Ajar. Teknologi Pemanfaatan Limbah untuk Pakan. Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi
Nuri, Andarwulan, Kusnandar Feri. 2011. Analisis pangan. PT.Dian Rakyat : Jakarta
Naswir. 2008. Pemanfaatan Urine Sapi yang Difermentasi Sebagai Nutrisi Tanaman. naswirauoei@yahoo.com. Diakses pada tanggal 26 July 2019..
Orskov, E. R 1992. Protein Nutrition in Ruminant. 2ndEd. Academic Press, London. Sa’id, 1987. Bioindustri: Penerpan Teknologi Fermentasi Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.
Parnata, A. S. 2004. Pupuk Organik Cair, Aplikasi dan Manfaatnya. Agromedia Pustaka.Jakarta.
Rohaeni, E.S., A. Subhan Dan A. Darmawan. 2006b. Kajian penggunaan pakan lengkap dengan memanfaatkan janggel jagung terhadap pertumbuhan sapi. Pros. Lokakarya Nasional Jejaring Pengembangan Sistem Integrasi Jagung-Sapi. Pontianak, 9 – 10 Agustus 2006. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 185 – 192.
Sartini. 2003. Kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro dan level aditif yang berbeda. J. Pengembangan Peternakan Tropis.
Sitorus, T.F. 2002. Peningkatan Nilai Nutrisi Jerami Padi dengan Fermentasi Ragi Isi Rumen. Program Studi Magister Ilmu Ternak Program Pasca Sarjana Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Semarang. Hal: 27-30.
Surono.Hadiyanto.A.Y dan M. Christiyanti. 2006. penambahan bioaktivator pada complete feed dengan pakan ternak terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro
Suhartanto, B., B.P. Widyobroto, dan R. Utomo. 2003. Produksi ransum lengkap (complete feed) dan suplementasi undegraded protein untuk meningkatkan produksi dan kualitas daging sapi potong. Laporan Penelitian Ilmu Pengetahuan Terapan (Hibah Bersaing X/3). Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Krishna dan Umiyasih.
Soejono. 1987. Effect Of Puratin Urea Amonia Treatment on Digestibility of Rice Staw. Faculty Of Animal Husbandry. Publish: Gadjah Mada University, Yogyakarta
Tifani, A. M., Kumalaningsih, S. dan Mulyadi, A. 2010. Produksi bahan pakan ternak dari ampas tahu dengan fermentasi menggunakan EM4 (Kajian pHawal dan lama waktu fermentasi). Jurnal Ilmiah Peternakan. 5(1)-78-88.
Winarno, F.G., S. Fardiaz, Dan D. Fardiaz. 1990. Penggantar Teknologi Pangan. Gramedika Jakarta.
Wilkinson. J. M. 1998. The Feed Value of By Product and Wastes In Feed Science. Edited Ab 2 9 SB. Scotland.
Zakariah, M .A. 2012. Fermentasi Asam Laktat Pada Silase. Fakultas Peternakan. Universits Gajah Mada. Yogyakarta










