Pengaruh Pemberian Konsentrat yang Mengandung Tepung daun Kersen (Muntingia calabura L) sebagai Pengganti Jagung Terhadap Penggunaan Energi pada Ternak Kambing Kacang
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i3.502Keywords:
Muntingia Calabura L, kacang goats, corn, concentrateAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrat mengandung tepung daun kersen (Muntingia calabura L) sebagai pengganti tepung jagung terhadap penggunaan energi pada ternak kambing kacang. Sebanyak 4 ekor kambing betina dengan kisaran umur sekitar 12 bulan (BB ± SD; 10.7 kg ± 1.64) digunakan dalam penelitian ini mengikuti Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan ransum yang dicobakan adalah: R0 = Rumput + 100% konsentrat jagung tanpa tepung daun kersen; R1 = Rumput + konsentrat 20% tepung daun kersen; R2 = Rumput + konsentrat 40% tepung daun kersen; R3 = Rumput + konsentrat 60% tepung daun kersen. Parameter yang diamati adalah konsumsi bahan kering, kecernaan bahan kering, konsentrasi volatile fatty acid (VFA), dan kadar glukosa darah. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan dengan bantuan software SPSS seri 21 untuk windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter untuk masing-masing perlakuan R0 hingga R3 adalah sebagai berikut konsumsi bahan kering (KBK) berkisar antara 404,20 - 419,17 g/ekor/hari, Kecernaan bahan kering (KCBK) berada dalam kisaran 60,37 - 58,05 %. Lebih lanjut konsentrasi VFA berada dalam kisaran 94,11-98,76 mM sedangkan kadar gula darah berkisar antara 88,64-115,42 mM. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap semua parameter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa daun kersen dapat digunakan sebagai pengganti tepung jagung dalam ransum ternak kambing.
The present study aimed at evluating the effect of including different levels of Muntingia calabura L meal into the diet base concentrate to substitute corn meal on energy utilization of kacang goats. Four kacang ewes 12 months old (BW ± SD; 10.7 kg ± 1.64) were used in this study. Latin square Design 4x4 procedure was applied in the trial. The treatments tested were R0: grass + concentrate 100% corn meal wirhout Muntingia calabura L meal ; R1: grass + concentrate contained 20% Muntingia calabura L meal; R2: grass + concentrate 40% Muntingia calabura L meal; R3: grass + concentrate 60% Muntingia calabura L meal. Parameters measured were dry matter intake (DMI), dry matter digestibility (DMD), Volitile Fatty Acid (VFA) concentration and blood glucose concentration. Data collected were analysed using ANOVA followed by Duncan multiple range test of SPSS 21 for windows. There result showed that all parameter for each treatment i.e. R0 to R3 was DMI ranged between 404.20 - 419.17 g/head/day while DMD ranged between 58.05-60.37%. Furthermore VFA concentration ranged between 94,11-98,76 mM and blood glucose ranged between 88,64115,42 mM. Statistical analysis showed that the treatment had no effect on all parameter measured, Therefore, it can be concluded that Muntingia calabura L can be utilized to replace corn meal in the ration of goats.
References
References
Adriani. 2009. Pengaruh Pemberian Probiotik dalam Pakan terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing Kacang. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. Universitas Jambi. Jambi. Vol XII (1) : 1-6.
Anonimmous. 2016. Factor Affecting Feed Intake. https://www.daf.qld.gov.au/business-priorities/agriculture/animals/dairy/nutrition-lactating-cows/affecting-feed-intake. Tanggal unduh 11 Maret 2020.
Anonim. 2019. Water and dry matter requirements of goat. Retreived 27th October, 2019 from http://ecousesonline.iarsi.res.in/mod/page/view.php?id=5511 4.
Anggorodi, R. 1995. Ilmu Makanan Ternak Umum. Cetakan VI. PT Gramedia, Jakarta.
Arora, S. P. 1995. Digestion In Ruminants. Gadjah Mada University Perss, Yogyakarta.
Ayunda, R. D. 2014. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Serai (Cymbopogon citratus) dan Potensinya sebagai Pencegah Oksidasi Lipid. Departemen Biokimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. (Skripsi).
Bakshi, M.P.S., Wadhwa, M and Rana, K.K. 2006. Nutritional Value of Tree Leaves For Liestock From A Semi-Hilly Arid Region of India. In: Improving Animal Productivity by Supplementary Feeding of Multinutrient Blocks, Controlling Internal Parasites and Enhancing Utilization of Alternate Feed Resources. A publication prepared under the framework of an RCA project with technical support of the Joint FAO/IAEA Programme of Nuclear Techniques in Food and Agriculture. International Atomic Energy Agency 2006:173-190.
Chobtang, J., Intharak, K and Isuwan, A., 2009. Effects of dietary crude protein levels on nutrient digestibility and growth performance of Thai indigenous male goats. Songklanakarin J. Sci. Technol. 31(6):591-596.
Chuzaemi S. 2012. Fisiologi Nutrisi Ruminansia. Universitas Brawijaya Press, Malang.
De Jong, A. 1979. Regultaion of Insulin and Glucagon Secretaion in Goat. Ann.Rech.Vet. 10(2/3):240-243.
Fuller, M. F., 2004. The Encyclopedia of Farm animal nutrition. CABI publisihing Series, 606 pp.
Hartati, E. 1998. Suplementasi minyak lemuru dan seng ke dalam ransum yang mengandung silase pod kakao dan urea untuk memacu pertumbuhan sapi holstein jantan. Disertasi. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Hartati, E., A. Saleh dan E. D. Sulistidjo. 2009. Optimalisasi Proses Fermentasi Rumen dan Pertumbuhan Sapi Bali Melalui Sumplementasi Zn-Cu Isoleusinat dan ZnSO4 Pada Ransum Berbasis Standinghay Rumput Kume (Andropogon Timorensis) Amoniasi. Laporan Penelitian Fundamental Fakultas Peternakan, Undana, Kupang.
Jelantik IGN. 2001. Sumplementasi Protein Sebagai Alternatif Peningkatan Produktivitas Sapi Bali di Nusa Tenggara Timur. Proc. Seminar Nasional Peternakan Pasca IAEUP, Hotel Kristal, Kupang, 27-29 Juli 2001.
Jelantik, I.G.N., M.L. Mulik, C. Leo-Penu dan R. Copland. 2010. Factors affecting the respons of Bali cattle (Bos sondaicus) calves to supplementation prior to weaning. Anim. Prod. Sci.50: 493-496.
Kamal M. 1994. Nutrisi Ternak I Rangkuman. Laboratorium Makanan Ternak Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan.Yogyakarta (ID): Universitas Gadjah Mada.
Kariyasa, K., Sinaga, BM. (2004). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pasar Jagung di Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi. 22(2):167-194.
Kleden, M. M., Benu, I., dan Lestari, G. A. Y. 2019. Nutrients using in goats fed concentrate consist of vary levels of Muntingia calabura L leaves as maize substitution. 4(December), 187–193.
Kiay, M. Z. 2014. Level Penambahan Tepung Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) dalam Ransum Untuk Meningkatkan Kualitas Kuning Telur Puyuh. Fakultas Peternakan Universitas Gorontalo. Gorontalo.
Kusumaningrum, B. I. 2009. Kajian kualitas ransum kambing peranakan ettawa di balai pembibitan dan budidaya ternak ruminansia kendal. Jurnal Peternakan. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. Hal 533-544.
Malaka, R., Metusalach, E. Abustam. 2013. Pengaruh jenis mineral terhadap produksi eksoplisakarida dan karrakteristik pertumbuhan Lactobacillus bulgaricus strain Ropy dalam media susu. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Maynard, L.A., J.K. Loosli., H.F. Hintz, and R.G. Warner. 1979. Animal Nutrition. 7th Ed. Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi.
McDonald, P., R. A. Edwards and J. F. D. Greenhalgh. 1995. Animal Nutrition. 5th Edition. Jhon Willey and Sons Inc., New York. p 157 – 165 and 221.
Mutamimah, Lailia., S. Utami dan A. T. A. Sudewo. 2013. Kajian kadar lemak dan bahan kering tanpa lemak susu kambing sapera di Cilacap dan Bogor. Jurnal Ilmiah Peternakan 1 (3): 874-880.
Newbold, C, J., Wiliams, A. G. And Chamberlain, D. G. 1987. The in vitro metabolism of D, L-lactic acid by runen micro-micro orhanism. Journal of the science of food and Agriculture. 38, 9-19.
Nulik J, Fernandez PTh, Babys Z. 1990. Produktivitas Padang Penggembalaan Alam.
Osuji, P.O., I.V. Nsahlai and H. Khalili. 1993. Feed evaluation. ILCA (International Livestock Centere for Africa), Addis Ababa, Ethiopia.
Paramita, W., Waluyo E.S., dan A.B. Yulianto. 2008. Konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik dalam haylase pakan lengkap ternak sapi Peranakan Ongole. Media Kedokteran Hewan. 24 (1): 59-62.
Padang dan Irmawati. 2007. Pengaruh Jenis Kelamin dan Lama Makan terhadap Bobot dan Persentase Karkas Kambing Kacang. Jurnal Agrisistem 3(1):13-20
Padang dan Mirajuddin. 2006. Pengaruh Imbangan Protein – Energi Terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing Lokal Jantan. J. Agrisains 7(1) : 59 – 67.
Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Penerbit : Universitas Indonesia. Jakarta.
Preston, T. R and R. A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production System with Available Resource in the Tropic. Penambul Books. Armidale. Hal 147-148.
Puspitaning, IR., 2012. Populasi Protozoa dan Karakteristik Fermentasi Rumen dengan Pemberian Daun Kersen (Muntinga Calabura) Secara In Vitro. Skripsi. Depertemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Istitut Pertanian Bogor.
Purbowati, E., C.I. Sutrisno., E. Baliarti., S. P. S. Budhi, dan W. Lestariana. 2007. Pengaruh Pakan Komplit Dengan Kadar Protein dan Energi yang Berbeda Pada Penggemukan Domba Lokal Jantan Secara Feedlot terhadap Konversi Pakan. Proseding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor. Hal . 480-482.
Rastogi, S. C., 1998. Essential Of Animal Physiology. Wiley Eastern.
Riwukaho L.M. 1993. Studi tentang Rotasi Merumput pada Biom Sabana Timor Barat. Thesis Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.
Reed, J.D., Soller, H., and Woodward, A., Fodder tree and straw diets for sheep: intake, growth, digestibility and the effects of phenolics on nitrogen utilization, Anim. Feed Sci. Technol. 30 (1990): 39–50.
Reksohadiprodjo, S. 1998. Pakan Ternak Gembala. BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.
Samkol, P. 2003. Effect of method of offering Muntingia (Muntingia calabura) foliages to goats on intake and feeding behaviour. MEKARN Mini-project. Retrieved fromhttp://www.mekarn.org/msc2003-05/miniprojects/web page/samkol.htm.
Sakinah, D. 2005. Kajian suplementasi probiotik bermineral terhadap produksi VFA, NH3, dan kecernaan zat makanan pada domba. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sudarmadji S., Bambang H., dan Suhardi. 1984. Prosedur analisa untuk bahan makanan dan pertanian. Penerbit Liberty. Yogyakarta.
Sultan, J.I., A. Javaid and M. Aslam. 2010. Nutrient digestibility and feedlot performance of lambs fed diets varying protein and en-ergy contents. Tropical Animal Health and Production. 42 (5): 941-946.
Sutardi, T. 1979. Ketahanan protein makanan terhadap degradasi oleh mikroba rumen dan manfaatnya bagi peningkatan produksi ternak. Media Peternakan. Vol. 91-103.
Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Jilid I. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sutardi, T., N. A. Sigit dan T. Toharmat. 1983. Standarisasi Mutu Protein Bahan Makanan Ternak Ruminansia, University Press, Ithaca and London.
Tamu, F. 2017. Formulasi dan Uji Efektivitas Antioksidan Krim Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L). Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. (Skripsi).
Tarigan, A. 2009. Produktivitas dan pemanfaatan indigofera sp sebagai pakan ternak kambing pada interval dan intensitas pemotongan yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Hal. 13.
Timor, S. D. (2008) Analisis Fakor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Impor Jagung Di Indonesia. Skripsi. FE. IPB.
Tillman, A. D. Hartadi, S. Reksohadipradjo dan S. Labdosoehajo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-V. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Prawirokusumo, S. Reksohadiprodjo dan S. Lebdosoekojo. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-VI. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Van Soest PJ. 1994. Nutrition Ecology of The Ruminant. 2nd Ed. O and B Books, Inc. Corvalis, New York: Cornell University Press.
Widaningrum., Miskiyah, A. S. Somantri. 2010. Perubahan sifat fisiko-kimia biji jagung (Zea mays L.) pada penyimpanan dengan perlakuan karbondioksida (CO2). J. Agritech. 30 (1) : 36-45.
Wulandari, S., F. Fathul, Liman. 2015. Pengaruh berbagai komposisi limbah pertanian terhadap kadar air, abu, dan serat kasar pada wafer. J. Ilmiah Peternakan Terpadu. 3 (3) : 104-109.
Zakaria, Z. A., Mustapha, S., Sulaiman, M. R., Mat Jais, A. M., Somchit, M. N., & Abdullah, F. C. 2007. The antinociceptive action of aqueous extract from Muntingia calabura leaves: The role of opioid receptors. Medical Principles and Practice, 16(2), 130–136. https://doi.org/10.1159/000098366.










