Identifikasi komunitas tumbuhan yang digunakan sebagai pakan hijauan di Kawasan Agroforestri Desa Oben Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i3.512Keywords:
Types, Vegetation Diversity, Agroforesty AreaAbstract
Penelitian dilaksanakan di kawasan agroforestri hutan produksi terbatas Desa Oben Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui komunitas tumbuhan yang digunakan sebagai pakan hijauan di kawasan agroforestri hutan produksi terbatas di Desa Oben. Metode pengambilan data setiap plot sampling menggunakan cara transek, berukuran 1 km (1000m). Pada setiap areal sampling, transek terdiri atas petak ukur (plot) per transek, selanjutnya setiap petak ukur dibagi dalam 10 bagian yang sama besar untuk setiap pertumbuhan pohon, tiang, pancang, dan semai. Data yang diperoleh kemudian ditabulasi dan dihitung menggunakan analisis SDR. Sedangkan perhitungan indeks keragaman Shannon – Wiener (H’) dihitung dengan menggunakan perangkat lunak PAST 3.0 (Paleontologikal Statistics). Hasil analisis SDR komposisi vegetasi dikawasan agroforestri Hutan Produksi Terbatas di Desa Oben yaitu pada fase pohon didominasi oleh Cocos nucifera dengan nilai SDR 23,76%; fase tiang didominasi oleh Leucaena leucocephala dengan nilai SDR 14,45%; fase pancang didominasi oleh Leucaena leucocephala dengan nilai SDR 27,97%; serta fase semai didominasi oleh Cynodon Sp dengan nilai SDR 27,59%. Hasil analisis indeks diversity (H’) pada fase pohon dan fase tiang tergolong tinggi sedangkan pada fase pancang dan fase semai tergolong sedang. Simpulan komposisi vegetasi di kawasan agroforestri hutan produksi terbatas di Desa Oben terdapat 69 jenis dan yang berpotensi sebagai pakan yaitu 40 jenis dengan memiliki total SDR sebesar 63,51% dengan 34 jenis tanaman pakan yang palatabel didominasi Leucaena leucocephala dengan nilai SDR sebesar 12,04%.
This research was carried out in the localized agroforestry production forest area in Oben village Nekamese District the Regency of Kupang. The aim of this research was to identify the forage communities use in localized production forest agroforestry area in Oben Village. The data collection method for each sampling plot used 1 km (1000 m) meters transection technique divided into plots per transect. Each plot is divided into 10 equal portions of each tree, pole, stake, and seedling growth. The collected data were tabulated and analyzed using SDR analysis. While the Shannon - Wiener (H ') diversity index calculation used PAST 3.0 (Paleontological Statistics) software. Results of SDR analysis of vegetation composition in the are were: Tree phase is dominated by Cocos nucifera with a SDR value of 23.76%; the pole phase is dominated by Leucaena leucocephala with an SDR value of 14.45%; the sapling phase is dominated by Leucaena leucocephala with a SDR value of 27.97%; and the seedling phase is dominated by Cynodon Sp with a SDR value of 27.59%. The results of diversity index analysis (H ') in the tree phase and the pole phase are classified as high while the sapling phase and seedling phase are classified as medium. The conclusion of this research is vegetation composition in the localized agroforestry production forest area in Oben village Nekamese consists of 69 types and potential as feed 40 types with a total SDR of 63,51% with 34 types of palatable feed plants dominated by Leucaena leucocephala with SDR value of 12.04%.
References
Bachtiar B dan Resti Ura. 2017. Pengaruh Tegakan Lamtoro Gung Leucaena leucocephala L. Terhadap Kesuburan Tanah di Kawasan Hutan Ko’mara Kabupaten Takalar. Jurnal Alam dan Lingkungan. Vol.8(15), Hal 2
Bess, T.M. 2018. Identifikasi Keragaman Vegetasi di kawasan Hutan Produksi Terbatas Yang digunakan Sebagai Pakan di Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat kabupaten Kupang. Skripsi. Fapet Undana, Kupang.
Cahyanto T, D. Chairunnisa, T. Sudjarwo. 2014. Analisis Vegetasi Pohon Hutan Alam Gunung Manglayang Kabupaten Bandung. Jurnal Edisi Agustus 2014 Vol. VIII No. 2, Hal 147.
Hartawan R dan A. Sarjono. 2016. Karakteristik Fisik dan Produksi Kelapa (Cocos nicifera L) di Berbagai Ekologi Lahan. Jurnal Media Pertanian. Vol. 1No. 2:45-54
Hidayat, S. 2015. Komposisi dan Struktur Tegakan Penghasil Kayu Bahan Bangunan Di Hutan Lindung Tanjung Tiga, Muara Enim, Sumatera Selatan, Jurnal Manusia dan Lingkungan. Vol. 22 No.2. Hal 196.
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.
Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 3911/Menhut-VII/KUH/2014 tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan. Nusa Tenggara Timur.
Kohli, R.K; H.P Singh; D.R Batish and S. Jose. 2008. Ecological Interactions in Agroforestry : An Overview. A Paper in Ecological Basis of Agroforestry. Edited by Batish, D.R; R.K Kohli; S. Jose and H.P Singh. CRC Press, USA.
Kunarso A dan Fatahul Azwar. 2012. Keragaman Jenis Tumbuhan Bawah Pada Berbagai Tegakan Hutan Tanaman di Benakat, Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. Vol. 10 No. 2. Hal 86
Kusomo A, Azis Nur Bambang dan Munifatul Ati. 2016. Struktur Vegetasi Kawasan Hutan Alam dan Hutan Redegradasi di Taman Nasional Tesso Nilo. Jurnal Ilmu Lingkungan. Volume 14 ISSUE 1. 19-26. Hal 22.
Maranduri, F.C; L.M Riwu Kaho; J.J Ratoewaloe dan H.P Nastiti. 2012. Analisis Strata Vegetasi, Indeks Bahaya Erosi dan Daya Dukung Lahan pada Sistem Agrosilvopastoral di Lahan Konservasi Hutan Lamtoro Daerah Ikan Foti, Kabupaten Kupang. Laporan Penelitian pada Lembaga Penelitian UNDANA, Kupang.
Mawasin., A. Subiakto. 2013. Keanekaragaman dan Komposisi Jenis Permudaan Alam Hutan Rawa Gambut Bekas Tebangan di Riau. Jurnal Forest Rehabilitation. Vol 1 No. 1:59-73
Mukti L.P.D, Sudarsono, Sulistyono. 2016. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat dan Pemanfaatannya di Hutan Turgo Purwobinangan Pakem Sleman Yogyakarta. Jurnal Biologi. Vol 5,No 5, Hal 10
Nuraeni Y. 2015. Hama Utama Tanaman Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam.) dewit) dan Aspek Pengendaliannya. Galam. Volume 1. No 2. Hal 12.
Onrizal, C. Kusmana, B. H. Saharjo, L. P. Handayani, T. Kato. 2005. Analisis Vegetasi Hutan Hujan Tropika Dataran Rendah Sekunder di Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan Barat. Biologi. Vol. 4, No. 6.
Priyanto, D. 2016. Strategi Pengembalian Wilayah Nusa Tenggara Timur Sebagai Sumber Ternak Sapi Potong. Jurnal Litbang Pertanian. Volume 35, No. 4: 167-178.
Purwaningsih, P. 2005. Species Composition and Vegetation Structure in Pakuli Area, Lore Lindo National Park Central Sulawesi. Biodiversitas. Journal of Biologycal Diversity. 6(2): 123-128.
Rendra, P. P. Raditya, N. Sulaksana, B. Yoseph. 2016. Optimalisasi Pemanfaatan Sistem Agroforestri Sebagai Bentuk Adaptasi dan Mitigasi Tanah Longsor. Bulletin of Scientific contribution Volume 14, No. 2.
Septiawan W, Indriyanto dan Duryat. 2017. Jenis Tanaman dan Kerapatan serta Stratifikasi Tajuk Pada Hutan Kemasyarakatan Kelompok Tani Rukun Makmur 1 Di Register 30 Gunung Tanggamus. Lampung. Jurnal Sylva Lestari. Vol 5. No 2. Hal 91.
Silvianingsih Y.A., Eva O.C., T. Pribadi., F.S.D Mentari., I.D Lestariningsih. 2018. Komposisi dan Struktur Komunitas Artropoda Terestrial di Danau Hanjulutung, Palangkaraya. Jurnal Hutan Tropis. Vol. 6 No. 2:116-123
Undang-Undang Republik Indonesia, 1967. Ketentuan-Ketentuan Pokok Kehutanan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 5. Jakarta
Widiyono, W. 2008. Pendugaan Erosi dan Neraca Air Embung di Wilayah Perbatasan Kabupaten Belu Nusa Tengggara Timur. Jurnal Rekayasa Lingkungan. Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT 4 (1) : 1-10
Zulkarnain, S. Kasim, dan H. Hamid. 2015. Analisis Vegetasi dan Visualisasi Struktur Vegetasi Hutan Kota Baruga. Kota Kendari. Jurnal Hutan Tropis. Volume 3. No. 2. Hal 103










