Konsumsi Nutrisi Sapi Bali Penggemukan Pola Peternak dengan Penambahan Konsentrat Yang Mengandung Tongkol Jagung Terfermentasi (Nutrient Intake of Bali Cattle Fattened with Local Farmers’ Kept Pattern and Fed Concentrate Containing Fermented Corncob Meal)

Authors

  • Yudiyanto Wairato
  • Marthen Yunus
  • Gusti Ayu Y. Lestari

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v1i4.515

Keywords:

corncob, fermentation, concentrate, pattern

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi nutrisi sapi Bali penggemukan pola peternak dengan penambahan konsentrat yang mengandung tongkol jagung terfermentasi. Dalam penelitian ini ternak yang digunakan sebanyak 9 ekor rata-rata umur 1-1,5 tahun dengan kisaran berat badan 118-170 kg dengan rataan 145,56 kg dan (KV) koefisien variasi 12,87%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan.  Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah : R0 = pakan pola peternak (lamtoro, rumput) + 1 kg pakan konsentrat tanpa tepung tongkol jagung fermentasi, R1 = pakan pola peternak + 1 kg pakan konsentrat mengandung 10% tepung tongkol jagung fermentasi, R2 = pakan pola peternak +  1 kg pakan konsentrat mengandung 20% tepung tongkol jagung fermentasi.  Hasil penelitian menunjukan rataan konsumsi BK dan BO, R0 (3947,03), R1 (3969,17), R2 (4020,30) dan R0 (3273,33), R1 (3319,46), R2 (3355,71), rataan Konsumsi PK dan LK, R0 (698,61) R1 (712,81), R2 (716,77) dan R0 (150,29), R1 (158,07) R2 (175,93). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) tehadap konsumsi lemak kasar namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik dan konsumsi protein kasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan konsentrat yang mengandung tepung tongkol jagung fermentasi dengan level yang berbeda memberikan pengaruh terhadap peningkatan konsumsi bahan kering, bahan organik dan konsumsi protein kasar.

 

Kata kunci : tongkol jagung, fermentasi, konsentrat, pola

This study aimed at evaluating the effect of feeding concentrate containing fermented corn cob meal at different levels on the Intake of dry matter, organic matter, crude protein, and crude fat of Bali cattle fattened with farmers pattern system. There were 9 Bali heifers 1 to 1.5 years old with 118 to 170 kg ( average 145,56 kg and CV 12.82%) live weight ranging used in the trial. Completely randomized design consisted 3 treatments with 3 replicates procedure was apllied in th trial. The 4 treatments were R0: fed with local farmers system (Leucaena leucocephala leaves and native grass) + 1 kg concentrate without fermented corncob meal, R1: fed with local farmers system + 1 kg concentrate added with 10% fermented corncob meal, and R2: fed with local farmers system + 1 kg concentrate added with 20% fermented corncob meal. Data collected were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results showed that effect of treatment was significant (P<0.05) crude fat intake, but not significant (P>0.05) on either nutrient (dry matter, organic matter, or crude protein intake). The conclusion is that feeding concentrate containing fermented corn cob meal at different levels perfroms the similar results in nutrient (dry matter, organic matter, or crude protein intake).

 

Key word : corncob, fermentation, concentrate, pattern

References

Ali, U. 2008. Pengaruh Penggunaan Onggok Dan Isi Rumen Sapi Dalam Pakan Komplit Terhadap Penampilan Kambing Peranakan Etawah. Majalah Ilmiah Peternakan : Vol. 9 No. 3.hlm. 15.

Anggorodi R.1994. Ilmu makanan ternak umum. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Astuti A, Erwanto, Purnama ES. 2015. Pengaruh Cara Pemberian Konsentrat-Hijauan Terhadap Respon Fisiologis Dan Performa Sapi Peranakan Simmental. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 3(4): 201-207

BPS provinsi NTT. 2011. NTT Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Provinsi. Kupang.

Cakra IGLO, Duarsa MAP, Putra S. 2014. Kecernaan Bahan Kering Dan Nutrien Ransum Pada Kambing Peranakan Etawah Yang Diberi Hijauan Beragam Dengan Aras Konsentrat “Molmik†Berbeda. Majalah Ilmiah Peternakan 17(1): 10-14.

Engkus A Y, Nono N, Ristianto U.2012. Pengaruh Substitusi Silase Isi Rumen Sapi Pada Pakan Basal Rumput Dan Konsentrat Terhadap Kinerja Sapi Potong. Buletin Peternakan Vol. 36 (3): 174-180

Ensminger, ME dan Olentine, CG. 1978. Feeds and nutrition complete. 1st Edition. The Ens. Publhishing Company California.

Guntoro, S., Sriyanto, N. Suyasa dan M. R. Yasa. 2008. Pengaruh Pemberian Limbah Kakao Olahan terhadap Pertumbuhan Sapi Bali (Feeding of Processed Cacao by-Product to Growing Bali Cattle). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Ngurahrai, Denpasar

Hartati E, N. G. F. Katipana. 2006. Sifat Fisik, Nilai Gizi dan kecernaan In Vitro Standinghaylage Rumput Kume Hasil Fermentasi Menggunakan Gula Lontar dan Feses Ayam. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Jelantik IGN and R. Copland. 2009. Cara Praktis Menurunkan Angka Kematian, Meningkatkan Pertumbuhan Pedet Sapi Bali Melalui Pemberian Pakan Suplemen. Undana Press. Kupang.

Kamal M. 1994. Nutrisi ternak I. Laboratorium Makanan Ternak. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Liano, J. 2015. Kebutuhan Sapi Impor 1 Juta Ekor dan Lokal 2,8 Juta Ekor di 2016. Forum Focus Group Discussion Antara Importir Sapi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Kementerian Pertanian, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Lopez G, Ros G, Rincon F, Periago MJ, Martinez MC dan Ortuno J. 1996. Relationship between physical and hydration properties ofsoluble and insoluble fiber of artichoke. J.Agric. Food Chem. 44:2773-2778.

Mudita, I M., I W. Wirawan, A.A.P.P. Wibawa, dan I G. N. Kayana. 2012. Penggunaan Cairan Rumen dan Rayap dalam Produksi Bioinokulan Alternatif serta Pemanfaatannya dalam Pengembangan Peternakan sapi bali Kompetitif dan Sustainable. Laporan Penelitian. Hibah Unggulan Perguruan Tinggi Universitas Udayana Tahun Pertama, Denpasar.

Mirwandhono RE. 2003. Berbagai Usaha Memintas Rumenkan Asam Lemak Tak Jenuh. IPB. Bogor.

Oktarina K, Rianto E, Adiwinarti R dan Purnomoadi A. 2004. Pemanfaatan protein pada domba ekor tipis jantan yang mendapat pakan penguat dedak padi dengan aras yang berbeda. J. Pengembangan Peternakan Tropis. Special Edition. 110 – 115.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu nutrisi ternak dan makanan ternak ruminant. UI, Jakarta.

Samba FD. 2016. Pengaruh pemberian pakan konsentrat yang mengandung tepung bonggol pisang terhadap konsumsi bahan kering, bahan organik dan total protein plasma pada sapi bali penggemukan pola peternak. Skripsi Fapet Undana. Kupang.

Setyadi HJ Dan Suparwi TR. 2013. Kecernaan bahan kering dan bahan organik tongkol jagung (zea mays) yang difermentasi dengan Aspergillus niger secara in vitro. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(1):170-175.

Sihombing G, Wara P dan Ginanjar A. 2010. The influence of earthworm flour (lumbricus rubellus) use to digestion of dry matter and organic matter digestibility local male sheep feed. Jurnal Caraka Tani Vol XXV (1): 80-86.

Suhartanto B, Kustantinah dan Padmowijoto S. 2000. Degradasi in sacco bahan organik dan protein kasar empat macam bahan pakan diukur menggunakan kantong inra dan rowett research institute‖. Buletin Peternakan. Vol 24 (2) : 82-93.

Sobang YUL 1997 “Karakteristik System Pengemukan Sapi Bali Pola Tradional Menurut Zona Agroklimatik Dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Petani Peternak Dikabupaten Kupang Thesis Program Pascasarjana IPB Bogor “

Sobang YUL; M. Yunus; dan H. Marawali. 2009. Pengembangan Model Inovasi Peningkatan Produktivitas Induk Dan Penanggulangan Kematian Anak Sapi Bali Berbasis Partisipasi Dan Kearifan Lokal Peternak Di Pulau Timor. Laporan Akhir Penelitian Strategis Nasional DIKTI.

Steel, R. G. D. & J.H. Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika. Ed ke-2 Sumantri B, penerjemah. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Terjemahan dari: The Principle and Procedure of Statstics. Sturkie, P. D. & Grimingger. 1976.

Blood: Physical Characteristic, Formed Elements, Haemoglobin, and Coagulation. Di dalam: P. D. Sturkie, Editor. Avian Physicology. Springer – Verleg, New York.

Thaariq SMH. 2017. Pengaruh pakan hijauan dan konsentrat terhadap daya cerna pada sapi aceh jantan. Genta mulia 8 (2): 78 – 89

Thiasari N, Hermanto, Hartutik. 2014. Pengaruh kandungan energi dalam konsentrat terhadap kecernaan secara in vivo pada domba ekor gemuk. J. Ternak Tropika 15(2): 44-50.

Tilman AD, Hartadi H, Reksohadiprodjo S, Prawirokusumo S dan Lebdosukojo S. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Tillman AD, Reksohadiprodjo S, Prawirokusumo S dan Lebdosoekojo S. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Van Soest PJ. 1994. Nutritional ecology of the ruminant. Second Edition. Comstock Publishing Associates Cornell University Press. A Division of Ithaca and London.

Ward, J. W. and T. W. Perry. 1982. Enzymatic conversion of corn cobs to glucose with Trichoderma viride, fungus and the effect on nutritional value of the corn cobs. Journal Of Animal Science, Vol. 54, No.3, pp 609-619

Yusmadi. 2008. Kajian Mutu dan palatabilitas silase dan hay ransum komplit berbasis sampah organik primer pada kambing PE. Tesis. Bogor. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Downloads

Published

2019-12-08

How to Cite

Yudiyanto Wairato, Marthen Yunus, & Gusti Ayu Y. Lestari. (2019). Konsumsi Nutrisi Sapi Bali Penggemukan Pola Peternak dengan Penambahan Konsentrat Yang Mengandung Tongkol Jagung Terfermentasi (Nutrient Intake of Bali Cattle Fattened with Local Farmers’ Kept Pattern and Fed Concentrate Containing Fermented Corncob Meal). Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(4), 579–588. https://doi.org/10.57089/jplk.v1i4.515

Issue

Section

Articles