Pengaruh komposisi genotip dari ayam ras petelur, kate dan lokal sabu terhadap tampilan bobot badan dan ukuran tubuh pada umur empat minggu

Authors

  • Yemima Maalo fakultas peternakan-universitas nusa cendana kupang
  • Margaretha K. Niron Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Djego Yohanes fakultas peternakan-universitas nusa cendana kupang
  • Arnoldus Keban Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Solvi M. Makandolu Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Herawati T. Pangestuti fakultas peternakan-universitas nusa cendana kupang

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.517

Keywords:

strain, crossbred, body size

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tampilan bobot dan ukuran tubuh keturunan dari perkawinan ayam pejantan petelur, ayam kate dengan betina lokal Sabu. Penelitian ini dilaksanakan di kandang penelitian Tuameko, Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah (selama tiga bulan). Materi yang digunakan adalah 70 ekor ayam hasil silang (crossbed) yang terdiri dari 35 ekor ayam dengan komponen genetik ½ ayam Petelur ¼ ayam Kate dan ¼ ayam Sabu (dengan sebutan PEKASA) dan 35 ekor ayam dengan komposisi genetik ½ ayam Kate ¼ ayam Petelur dan ¼ ayam Sabu (dengan sebutan KAPESA).  Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu P1 = ayam dengan komposisi genetik yang disebut PEKASA dan P2 = ayam dengan komposisi genotip yang disebut dengan KAPESA. Peubah-peubah yang diukur adalah bobot badan, lingkar dada, rentang sayap, panjang badan dan panjang tulang kering pada umur empat minggu. Data dianalisis menggunakan metode uji t (t-test)  menunjukkan bahwa PEKASA dan KAPESA  menampilkan ukuran bobot badan berturut-turut 87,59±3.056g dan 74,27±3.64 g : lingkar dada 12,58±1.62 cm dan 9,75±1.17cm ; rentang sayap 17,68±1.69cm dan 14,83±1.37cm ; tulang kering 3,69±0.36cm dan 2,88±0.77cm ; panjang badan 19,06± 1.95cm dan 15,82±1.53 cm. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa komposisi genotip berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap semua peubah. Komposisi genetik ½ Petelur ¼ Kate ¼ Sabu lebih baik dibandingkan ayam dengan komposisi genetik ½ Kate ¼ Petelur ¼ Sabu.

 Kata kunci : strain, persilangan, ukuran tubuh

 The study aimed to examine the performance and body size of progeny Laying hens, Kate  and Sabu local chiken. This research was carried out in Tuameko, the Eastern Penfui Village of Kupang Tengah sub-district for four months. The materials were 70  crossbed chikens that consisting of 35 chickens with the genetic composition of ½ Laying ¼ Kate  ¼ Sabu (called PEKASA) and 35 chickens with the genetic composition of ½ Kate ¼  Laying  ¼ Sabu (called  KAPESA). There were two treatments, namely P1= chicken with the genetic composition that called PEKASA and P2= chicken with the genetic composition that called KAPESA. The variables were body weight, chest circumference, wing span and body length at the age of four weeks. Data were analyzed using t(t-test) and the study showed that the measuremenks of PEKASA and KAPESA for body weight, chest circumference, wing span lenght of shank, and body lenght were 87.59± 3.056 g, and 74.27± 3.64 g, 12.58± 1.62 cm and 9.75± 1.17 cm, 17.68± 1.69 cm annd 14.83± 1.37 cm. 3.69± 0.36 cm and 2.88± 0,77 cm  and 19.06± 1.95 cm and 15.82± 1.53cm, respectively.The results showed that the genotypic composition had effected highly  significant (P<0,01) on all variabels. The genotypic composition of  ½ Laying, ¼ Kate, ¼ Sabu were better than chickens with the genetic composition of ½ Kate, ¼ Laying ¼ Sabu.

Kata kunci : strain, crossbred, body size

References

Budiarto BA 2015. Ukuran Tubuh Hasil Persilangan Ayam Kedu dengan Silangan Sentul Kampung dan Resiprokalnya Umur 0 sampai 12 minggu. Skripsi . Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Dunnington EA, Nir I, Cherry JA, Jones DE, Siegel PB. 1987. Growth-associated traitsin parental and F1 population underdifferent feeding program. 3. Eatinghavior and body temperatures. Poult Sci 66:23-31.

Fayeye TR, Ayorinde KL, Ojo V, Adesina OM.2006. Frequency and influenca of some major genes on body weight and size parameters of nigerian lokal chiken. Livestock Res Rural Dev 18: 1-8.

Hutt FB. 1949. Genetics of the Fowl. McGraw-Hill Book Company, Inc., New York.

Jull, MA, 1978, Poultry Husbandary, 3 rd Ed. Mc. Graw- Hill Publishing Co. Ltd., New Delhi, Hal 37.

Kihe JN, dan Yohanis D.2018. Kajian Tampilan Ukuran Tubuh Ayam F1 Hasil Persilangan Beberapa Strain Ayam Jantan Dengan Ayam Betina Lokal Sabu Pada Umur Delapan minggu. Jurnal Nukleus Peternakan (desember 2018), volume 5, No. 2-163-169

Kurnia Y. 2011. Morfometrik Ayam Sentul, Kampung dan Kedu pada Fase Pertumbuhan dari Umur 0-12 Minggu. Skripsi . Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kusuma AS. 2002. Karakteristik sifat kuantitatif dan kualitatif ayam Merawang dan ayam kampung umur 5-12 minggu. Skripsi .Fakultas Peternakan IPB, Bogor.

Nozawa K.1980. Phylogenetic studies on native domestic animal in East and Southest Asia. Tropical Agriculture Reseach Center, Japan 4:23-43

Soeparno. 1992. Komposisi tubuh dan evaluasi daging dada sebagai pedoman penilaian kualitas produk ayam kampung jantan. Bulletin Peternakan 16: 7-14

Subekti K. 2001 dan Arlina, F. Karakteristik Genetik Eksternal Ayam Kampung di Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Peternakan November 2011, Vol. XIV No. 2.

Telupere FMS, Kihe JN, Naitboho RA.,2017. Korelasi fenotip beberapa sifat produksi F1 hasil persilangan antara ayam lokal dengan ayam Ras Petelur ISA Brown. Jurnal.Seminar Nasional Peternakan III. Undana Press. ISBN: 978-602-6906-29-8.

Yakubu, A. F. G. Kaanku, and S. B. Ugbo. 2009. Morphomertic traits of Muscovy ducks from two agro-ecological zones of Nigeria. Tropicultura 29 ( 2 ): 121-124. 112.

Yaman, M. A. 2010. Ayam Kampung Unggul 6 Minggu Panen. Penebar Swadaya, Depok, Jakarta

Downloads

Published

2020-06-14

How to Cite

Maalo, Y., Niron, M. K. ., Yohanes, D., Keban, A., Makandolu, S. M. ., & Pangestuti, H. T. (2020). Pengaruh komposisi genotip dari ayam ras petelur, kate dan lokal sabu terhadap tampilan bobot badan dan ukuran tubuh pada umur empat minggu. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(2), 875–880. https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.517

Issue

Section

Articles