Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka Dengan Tepung Talas Terhadap Karakteristik Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Bakso Babi (Effect of Tapioca Flour Substitution with Taro meal On Physical, Chemical and Organoleptic Characteristics of Pork Meatballs)
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i4.533Keywords:
Taro flour, pork meatballs, physical chemical quality, organolepticAbstract
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berapa besar pengaruh dari substitusi tepung tapioka dengan tepung talas terhadap karakteristik sifat fisik, kimia dan organoleptik bakso babi. Bahan-bahan yang digunakan adalah daging babi bagian paha, tepung talas, dan bumbu-bumbu yang terdiri dari garam, lada, bawang putih, air, es. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali. Perlakuan dalam penelitian ini adalah T0= bakso tanpa tepung talas (kontrol), T1= bakso dengan 25% tepung talas. T2= bakso dengan 50% tepung talas, T3= bakso dengan 75% tepung talas, T4= bakso dengan 100% tepung talas. Hasil penelitian terhadap sifat fisik dan kimia bakso dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05), sedangkan pada sifat organoleptik terdapat perbedaan yang nyata pada warna (P<0,05) akan tetapi pada rasa tidak ada perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa substitusi tepung tapioka dengan tepung talas dalam pembuatan bakso babi meningkatkan kekenyalan terutama pada level penggunaan tepung talas sebesar tujuh puluh lima persen dan substitusi pada level tersebut juga menyebabkan pH bakso babi meningkat namun menurunkan kadar air bakso babi. Sedangkan substitusi tepung talas diatas lima puluh persen meningkatkan kandungan lemak bakso babi. Untuk organoleptik substitusi tepung talas dalam bakso hingga seratus persen tidak merubah rasa bakso babi.
Kata kunci: Tepung talas, bakso babi, kualitas fisik kimia, organoleptik
The purpose of this study was to determine thr effect of perk thigh muscle, meal addition of taro flour on the physical chemical and organoleptic characteristics of pork meatballs. The ingredients used are taro, as well as spices consisting of salt, pepper, garlic, water, ice. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The treatment in this research was T0= meatball without taro flour (control), T1= meatball with 25% taro flour, T2= meatball with 50% taro flour, T3= meatball with 75% taro flour, T4= meatball with 100% taro flour. The results of the study on the physical and chemical properties of research meatballs showed that the treatment had a significant differences in colour but in a sense of no difference. Based on the results of the study it can be concluded that the substitution of tapioca flour with taro flourin the manufacture of pork meatballs increases elasticity especially at the level of taro use as much as fifty five percent and substitution at that level also causes the pH of pork metballs to increase, but decreases the water content of pork meatballs. While the substitution of taro flour is above fifty percent increasing the fat content of pork meatballs. For organoleptic substitution of taro flour in meatballs up to one hundred percent does not change the taste of pork meatballs.
Keywords: Taro flour, pork meatballs, physical chemical quality, organoleptic
References
Andayani RY. 1999. Standarisasi Mutu Bakso Sapi Berdasarkan Kesukaan Konsumen (Studi Kasus di Wilayah DKI Jakarta). [Skripsi]. Bogor. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of The Association of Official Analytical Chemistry, Virginia (US): Arlington.
Badan Pusat Statistik 2015. NusaTenggara Timur dalam angka tahun 2016.
Badan Standar Nasional. 1995. Bakso Daging SNI-01-3181-1995. Jakarta (ID): BSN. Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia, Jakarta
Febriana F, Widianti T, Retnoningsih A, Susanti. 2012. Deteksi daging babi pada produk bakso di pusat Kota Salatiga menggunakan teknik. Jurnal Biosantika. ISSN 2085-191X. Semarang.
Lawrie, RA. 2003. Ilmu Daging. Edisi Kelima. Terjemahan: Parakassi, A. dan Y. Amulia. Universitas Indonesi Press, Jakarta.
Melia, S, Juliyasri, I dan Rosya, A. 2010. Peningkatan Kualitas Bakso Ayam Dengan Penambahan Tepung Talas Sebagai Substitusi Tepung Tapioka. Jurnal Peternakan 7 (2) :62-69
Purnomo, H. 1990. “Kajian Mutu Bakso Daging, Bakso Urat dan Bakso Aci Di Daerah Bogorâ€. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Rahman AM. 2007. Karakteristik kimia dan fisik tepung tapioka dan mocal (Modified cassava flour) sebagai penyalut kacang dan produk kacang salut. Skripsi. Fakultas Pertanian IPB,Bogor
Raidal S. 2003. Karakteristik sifat fitokimia tepung dan pati talas dan kimpul dan uji penerimaan amilase terhadap patinya. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Bogor
Sari, H A dan Widjanarko S B, 2015. Karakteristik kimia bakso sapi (kajian proporsi tepung tapioka: tepung parong dan penambahan Nacl). Jurnal Pangan dan Agroindustri 3 (3): 784-792.
Sunarlim, R. 1992. Karakteristik Mutu Bakso Sapi dan Pengaruh Penambahan Natrium Klorida Tripolipospat Terhadap Perbaikan Mutu. Desertasi. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Silva, JA, Patarata L, Martins C. 1999. Influence Of ultimate pH on bovine meat tenderness during ageing. Jurnal of Meat Science. 52: 453-459.
Soekarto,ST. 1985. Penilaian Organoleptik. Istitut Pertanian Bogor Press.
Standar Nasional Indonesia No. 01-3818. 1995. Bakso Daging. Dewan Standarisasi Indonesia, Jakarta
Steel, RGD dan JH.Torrie, 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika. Diterjemahkan oleh Bambang S. PT Gramedia ustaka Utama. Jakarta.
Syarief, R dan Irawati. 1988. Pengetahuan Bahan Industri Pertanian. PT. Mediatama Sarana Perkasa, Jakarta.
Susilo, A. 2007. Karakteristik Fisik Daging Beberapa Bangsa Babi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 2. (2): 42-51.
Sudrajat. G. 2007. Sifat Fisik dan Organoleptik Bakso Daging Sapi
dan Daging Kerbau dengan Penambahan Karagenan dan Khitosan. Skripsi. Program Studi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Sunarlim, R. 2009. Potensi Lactobacillus Sp. Asal dari Dadih Sebagai Starter Pada Pembuatan Susu Fermentasi Khas Indonesia. Jakarta:
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.
Widawati L, Sari ER. 2019. Pemanfaatan jamur tanda kosong kelapa sawit (vilvariella volvacea) sebagai bahan baku sosis sapi. Jurnal AGRITEPA, Vol. V, No.2, ISSN : 2407-1315.
Winarno FG. 1997. Kimia Pangan Gizi. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Winarno, FG. dan YS. Rahayu. 2002. Flavor bagi Industri Pangan. Mbrio Press – Biotekindo. Bogor.










