Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Babi Rakyat di Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i1.56Keywords:
traditional, pig, income, financial feasibilityAbstract
Suatu Penelitian tentang usaha ternak babi telah dilakukan di Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka untuk mengetahui dan menganalisis pendapatan serta kelayakan finansial dari usaha ternak babi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer melalui wawancara langsung dengan peternak berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Pengambilan contoh dilakukan melalui dua tahap yakni tahap pertama penentuan tiga desa contoh secara purposive dan tahap kedua penentuan peternak contoh sebanyak 90 orang sebagai responden secara acak non proporsional. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, dan analisis finansial dengan menggunakan kriteria BEP unit dan BEP rupiah, PBP, ROI da R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan total yang diperoleh peternak dari usaha ternak babi adalah Rp39.561.665/tahun. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa nilai BEP unit sebanyak 0,21 ST, BEP harga sebesar Rp Rp2.327.440, nilai PBP sebesar 1 tahun, nilai ROI sebesar 143,44% dan nilai R/C sebesar 2,80. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa usaha ternak babi di Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka sudah menguntungkan dan layak secara finansial.
Kata kunci: tradisional, ternak babi, pendapatan, kelayakan finansial.
A research on pig business has been in the Kangae District of Sikka Regency aims to know and analysis the income and financial feasibility of the pig’s business. The method of study used is a survey method for obtaining primary data through a direct interview with a breeder based on a list of prepared questions and secondary data obtained from the relevant authorities. Sampling is done through two stages. The first, determining of three selected village in purposive manner and the second, determination of 90 farmers as respondents following non proportional random sampling. The methods of data analysis used are revenue analysis, and financial analysis using the criteria of BEP units and BEP rupiah, PBP, ROI and R/C. The results showed that the average total revenue earned by breeder's pig business was Rp 39.561.665/year. Results of financial analysis showed that the value of BEP unit is 0,21 ST, BEP price of Rp Rp 2.327.440, PBP value of 1 year, ROI value of 143,44% and R/C value of 2.80. Based on the results of the analysis it can be concluded that the pig business in Kangae District Sikka Regency is profitable and financially viable.
Keywords: traditional , pig, income, financial feasibility
References
Ardianti Y. 2015. Persentase Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Overhead Pabrik terhadap Harga Pokok Produksi pada PT. Indohamafish Tahun 2014. Jurnal Jurusan Pendidikan Ekonomi (JJPE) Vol (5). No. 1 Tahun: 2015. Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.
Badan Pusat Statistika. 2016. Sikka dalam Angka Tahun 2017
Badan Pusat Statistika. 2016. Kangae dalam Angka Tahun 2017
Dewanti dan Sihombing. 2012. Analisis Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Buras (Studi Kasus di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan). Buletin Peternakan Vol. 36(1): 48-56, Februari 2012. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Fuad M. 2001. Pengantar Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 184 halaman.
Jaelani A, Suslinawati, dan Maslan. 2013. Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Broiler di Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin. Jurnal Ilmu Ternak, Desember 2013, Vol.13 (2). Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary. Banjarmasin.
Meliala. 2011. Analisis Usaha Ternak Babi Di Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Bandung. Skripsi Fakultas Peternakan, Universitas Pajajaran, Bandung.
Kueain YA, Suamba IK, Wijayanti PU. 2017. Analisis Finansial Peternakan Babi (Studi Kasus Peternakan Babi UD Karang di Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Bandung). E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, Vol. 6 (1). Januari 2017. Program Studi Agribisnis, Program Non Reguler. Fakultas Pertanian. Universitas Udayana.
Meliala. 2011. Analisis Usaha Ternak Babi Di Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Bandung. Skripsi Fakultas Peternakan, Universitas Pajajaran, Bandung.
Mengu YS, Lole UR, Niron SS. 2017. Kinerja Produksi dan Ekonomi Usaha Penggemukan Ternak Babi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di Kecamatan Adonara Timur. Jurnal Nukleus Peternakan 4 (1): 71–82.
Osak RAF, Paneleween JP, Rumenta LDR. 2014. Pengaruh Pendapatan Rumah tangga Terhadap Konsumsi Daging Sapi di Pasar boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Animal agriculture Journal. 2 (4): 111‒126.
Pasau MAB. 2015. Analisis Pendapatan dan Kelayakan usaha kripik ubi kayu pada Industri Pundi Mas di Kota Palu. e-J . Agrotekbis. 3 (3) : 402‒408.
Pujawan IN. 2004. Ekonomi Teknik. Penerbit Guna Widya. Surabaya.
Siregar SA. 2009. Analisis pendapatan peternakan sapi potong di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Skripsi. Medan: Departemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Soekartawi. 2006. Analisis Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Hal.86-88. ISBN 979-456-132-0. Jakarta.
Zulfanita. 2011. Kajian Analisis Usaha Ternak Kambing di Desa Lubangsampang Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Mediagro Vol 7. No. 2, 2011: Hal 61–68. Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah. Purworejo.










