Sifat-Sifat Kuantitatif Dan Kualitatif Domba Lokal Betina Di Kecamatan Rote Barat LautKabupaten Rote Ndao
Qualitative And Quantitative Characteristic Of Local Ewe At Sub-District Of Northwest Rote District Of Rote Ndao
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.677Keywords:
Domba lokal betina, Rote Barat Laut, sifat kualitatif, sifat kuantitatifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kualitatif dan kuantitatif domba lokal betina di Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao.Domba Lokal di Rote   merupakan salah satu plasma nutfah yang terdapat di Kabupaten Rote Ndao, dapat menjadi komoditas unggulan yang potensial untuk dikembangkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik wawancara, observasi dan pengukuran langsung pada ternak. Sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan kriteria pada desa yang mempunyai populasi domba terbanyak dan mudah dijangkau serta pola pemeliharaan siang digembalakan dan malam hari dikandangkan untuk mempermudah pengukuran dan peternak dengan pengalaman beternak minimal 5 tahun. Semua data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata, simpangan baku dan koefisien keragaman. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa domba lokal di Rote Barat Laut mempunyai sifat kuantitatif dan kualitatif  yang  mencirikan sifat domba ekor tipis. Sifat-sifat kuantitatif Domba Lokal Betina pada umur 1-16 bulan, seperti; bobot badan, panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada, lebar dada, panjang kaki, panjang ekor masih berada dalam kisaran normal domba ekor tipis. Sifat-sifat kualitatif Domba Lokal Betina umur 1-16 bulan semuanya sesuai dengan sifat domba Ekor Tipis kecuali bentuk ekor dan profil muka. Pola pemeliharaan domba lokal betina di lokasi penelitian masih bersifat tradisional.
Kata kunci: Domba lokal betina, Rote Barat Laut, sifat kualitatif, Â sifat kuantitatif.
ABSTRACT
This study aims to determine qualitative and quantitative characteristic of Local ewe at sub-district of northwest Rote district of Rote Ndao. In Rote Ndao district is well known as an area for animal husbandry development since this region has an excellent local commodity, Local Sheep. Research about Local Sheep characteristic (qualitative and quantitative characteristic) is the first step to protect plasma nutfah and increased productivity. This research must to be continue with genetic characteristic research to collection data base about Local sheep to planing development strategi. The results of this study indicate that local sheep in Rote Barat Laut have quantitative and qualitative characteristics that characterize the characteristics of thin-tailed sheep. Quantitative characteristics of female local sheep at the age of 1-16 months, such as; body weight, body length, shoulder height, chest circumference, chest width, leg length, tail length are still within the normal range of thin-tailed sheep. Qualitative characteristics of female local sheep aged 1-16 months are all in accordance with the characteristics of thin-tailed sheep except for the shape of the tail and face profile. The pattern of raising female local sheep at the research location is still traditional.
Keywords: Local ewe, northwest Rote, qualitative characteristic, quantitative characteristic
Â
References
Abdullah MAN. 2008. Karakterisasi Genetik Sapi Aceh Menggunakan Analisis Keragaman Fenotipik, Daerah D-Loop DNA Mitikondria dan DNA Moikrosatelit. Disertasi. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Anggorodi R. 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT.Gramedia. Jakarta
Bamualim A, Wirdahayati RB. 2003. Teknologi Budidaya Komoditas Unggul Sumatra Selatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Sumatra Selatan
Badan Pusat Statistik. 2017. Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka. Kabupaten Rote Ndao.
Badan Standardisasi Nasional, 2009. Bibit Domba Garut. Melalui http://blogs.unpad.ac.id/dombagarut/files/2011/09/sni_75322009_bibit_domba_garut.pdf. [9-9- 2014].
Bradford GE, Inounu I. 1996. Prolific Breed in Indonesia. Dalam: Fahmy, M. H. (Editor). Prolific Sheep. CAB International, Cambridge.
Chamdi AN. 2005. Karakteristik Sumberdaya Genetik Ternak Sapi Bali (Bos- Bibos Banteng) dan Alternatif Pola Konservasinya (Review). Biodiversitas 6: 70-75.
Devendra C, McLeroy GB. 1982. Goat and Sheep Production in The Tropics. Longman Group Ltd., London.
Ditjen Peternakan. 1991. Pedoman Standar Bibit Ternak di Indonesia, Direktorat Bina Produksi Ternak. Jakarta: Direktorat jenderal peternakan.
Doho. 1994. Parameter fenotipikbeberapasifatkualitatif dan kuantitatif pada dombaEkorGemuk. Tesis. Program Pascasarjana. InstitutPertanian Bogor, Bogor.
Dwiyanto K. 1982. Pengamatan Fenotip Domba Priangan Serta Hubungannya Antara Beberapa Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan. Tesis, Program Studi Ilmu Ternak Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Ensminger ME. 1991. Animal Science. 9thEdition. Interstate Printers and Publishers Inc, Illinois.Fabis.
Einstiana A. 2006. Studi keragaman fenotipik dan pendugaan jarak genetik antar domba Lokal di Indonesia. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Feati. 2011. Teknologi Penggemukan sapi Bali. -BPTP NTB
Food and Agricultute Organization (FAO). 2004. Prolific sheep in Java. http://www.fao.org/DOCREP/004/X6517E/X6517E04.htm. [Last modified in 2004] [16 April 2020]
FouriePJ, Neser FWC, Olivier JJ, Van der Westhuizen C. 2002. Relationship between production performance, visual appraisal and body measurements of young Dorper Rams.http://www.sasas.co.za/sajas.html. Tanggal Akses 27 Januari 2020.
Hafiz. 2009. Aplikasi Indeks Morfologi Dalam Pendugaan Bobot Badan Dan Tipe Pada Domba Ekor Gemuk Dan Domba Ekor Tipis. Skripsi. Program Studi Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Hanibal MV. 2008. Ukuran dan bentuk serta pendugaan bobot badan berdasarkan ukuran tubuh domba silangan lokal Garut jantan di Kabupaten Tasikmalaya. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Peternakan Bogor, Bogor.
Hardjosubroto, Astuti. 1993. Buku Pintar Peternakan. Jakarta: PT. Gramedia Widia-sarana Indonesia.
Hardjosubroto. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Temak diLapangan.Jakarta: PT. Gramedia WidiasaranaIndonesia.
HeriyadiD, Sarwesti A, Nurachma S.2012. Sifat-Sifat Kuantitatif Sumber Daya Genetik Domba Garut Jantan Tipe Tangkas Di Jawa Barat. Bionatura-Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik. 14(2):101 – 106
KadarsihS. 2003. Peranan Ukuran Tubuh Terhadap Bobot Badan Sapi Bali di Provinsi Bengkulu. Jurnal Penelitian UNIB 9 (1) : 45-48.
Labetubun J, Matatula MJ, Wattimena J. 2011. Sifat-Sifat Kuantitatif Dan Kualitatif Domba Kisar Betina. Agrinimal, Vol.1, No. 1, April 2011. Hal: 38-41
Laidding AR. 1996. Hubunganberat badan dan lingkar dada denganbeberapasifat-sifat ekonomi penting pada sapi Bali. Buletin Ilmu Peternakan dan Perikanan. Universitas Hasanudin, Ujung Pandang.
Malekha. 2009. Studi Karakteristik Sifat Kualitatif Pada Domba Lokal di Beberapa Wilayah Indonesia. Skripsi. Insitut Pertanian Bogor. Bogor.
Malewa, Amirudin. 2009. PenaksiranBobot Badan BerdasarkanLingkar Dada Dan Panjang Badan DombaDonggala. J. Agroland 16 (1): 91–97, Maret 2009
Martojo. 1992. Peningkatan Mutu Genetik Ternak. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB. Bogor.
Mason IL. 1996. A World Dictionary of Livestock Breeds, Types and Varieties. Fourth Edition.C.A.B International. Wallingford. Hal 273.
Müller. 2006. The Evidence of Hornless Cattle and Sheep Occurrence In Primeval Remains of Production Animals from Slovakia. Acta fytotechnica et zootechniza-Mimoriadne cÃslo Nitra, Slovaca Universitas Agriculturae Nitriae.
Mulliadi D. 1996. Sifat fenotipdombaPriangan di kabupaten Pandeglang dan Garut. Disertasi. Program Pascasarjana. InstitutPertanian Bogor, Bogor.
MulyaningsihN. 1990. Domba Garut sebagai sumber plasma nutfah ternak. Plasma Nutfah Hewan Indonesia. Bogor.
National Research Council. 1983. Little-Known Asian Animals with a Promising Economic Future. Washington, D.C.: National Academic Press.
NoorRR. 2008. Genetika Ternak. Ed Ke-4. Pt. Penebar Swadaya, Depok.
Nuriswantoni. 2013. Ukuran Dan Bentuk Tubuh Pada Domba Ekor Tipis Domba Batur Domba Wonosobo Dan Domba Garut. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Natasasmita, Mudikdjo. 1985. BeternakSapiDaging. FakultasPeternakan, InstitutPertanian Bogor.
Pane I. 1986. Pemuliabiakan Ternak Sapi. PT. Gramedia, Jakarta.
Peraturan Menteri Pertanian No. 57 (2006). Pedoman Pembibitan Kambing dan Domba yang Baik (Good Breeding Practice). Melalui http://perundangan.pertanian.go.id/admin/file/Permentan-57-06.pdf.
Payne WJA, Rollinson. 1973. Bali cattle. World Anim. Rev. 7: 13-21.
Purbowati E. 2009. Usaha Penggemukan Domba. Penebar Swadaya, Jakarta.
Ramdan. 2007. Fenotipe domba Lokal di Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol. Skripsi. FakultasPeternakan. Bogor: InstitutPertanian Bogor.
Rianto E, Purbowati E. 2009. Panduan Lengkap Sapi Potong. PenebarSwadaya, Jakarta.
Riwantoro. 2005. Konservasi Plasma Nutfah Domba Garut dan Strategi Pengembangannya Secara Berkelanjutan. Disertasi. Pasca Sarjana IPB. Bogor.
Saladin R. 1983. Penampilan sifat-sifat produksi dan reproduksi sapi local pesisir selatan di propinsi Sumatera Barat. Disertasi. PPs_IPB, Bogor.
Salamena FJ, Martono H, Noor RR, Sumantri C,Inoundu I. 2006. Karakterisasi Fenotopik Domba Kisar (Lokakarya Nasional). Bogor (ID). Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
SalamenaFJ. 2006. Karakteristik Fenotipik Domba Kisar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat Propinsi Maluku Sebagai Langkah Awal Konservasi dan Pengembangannya. Disertasi. Pasca Sarjana IPB. Bogor.
Santosa U. 2003. Tatalaksana Pemeliharaan TernakSapi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sarbaini. 2004. Kajian keragaman karakter eksternal dan DNA mikrosatelit sapi Pesisir di Sumetera Barat. Disertasi. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Setiadi B. 1987 . Studi Karakterisasi Domba Peranakan Etawah .Thesis. Fakultas Pascasarjana. IPB.
Soeparno. 2009. Ilmu dan Teknologi Daging. Edisi ke-5. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Sugeng YB. 2003. SapiPotong. PenebarSwadaya, Jakarta.
Sumantri C, Einstiana A, Salamena JF, Inounu I. 2007. Keragaan dan Hubungan Phylogenik Antar Domba Lokal di Indonesia Melalui Pendekatan Analisis Morfologi. J. Ilmu Ternak dan Veteriner12: 42-54.
SuparyantoA, Purwadaria T, Subandrio. 1999. Pendugaan jarak genetik dan faktor peubah pembeda bangsa dan kelompok domba di Indonesia melalui pendekatan analisis morfologi. JITV 4 : 80 – 87.
Tomaszewska, Mastika., Djajanegar, Wiradarya. 1993. Produksi Kambing dan Domba di Indonesia. Sebelas Maret University Press. Surakarta.
Warwick EJ, Astuti JM, Hardjosubroto W. 1995. Pemuliaan Ternak. Edisi Ke-5. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
WilliamsonG, Payne WJA, 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Terjemahan: S.D. Darmadja. UGM Press. Yogyakarta.
Walpole. 1993. PengantarStatistik. Pustaka Utama, Jakarta
Zulkarnaen. 1992. Studi banding fenotipe dan genotype domba Garut dan dombaLokal. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor










