Pengaruh Lama Hidrolisis Bonggol Pisang Dengan Filtrat Abu Sekam Padi (FASP) terhadap Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik Dan Konsentrasi VFA dan NH3
The Effect of Time Hydrolysis of Banana Excrescence with Ash Rice Husk of Filtrate on Dry and Organic Matter Digestibility, and VFA and NH3 Concentration
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.680Keywords:
HIDROLISIS BONGGOL PISANG DENGAN FILTRAT ABU SEKAM PADI (FASP)Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama hidrolisis bonggol pisang dengan filtrat abu sekam padi (FASP) terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsentrasi VFA, dan konsentrasi NH3. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah R0 : Bonggol pisang tanpa hidrolisis sebagai kontrol, R1 : Bonggol pisang hidrolisis FASP 20% 1 minggu, R2 : Bonggol pisang hidrolisis FASP 20% 2 minggu, R3 : Bonggol pisang hidrolisis FASP 20% 3 minggu. Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsentrasi VFA, dan konsentrasi NH3. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsentrasi VFA dan konsentrasi NH3. Dapat disimpulkan bahwa lama hidrolisis bonggol pisang dengan filtrat abu sekam padi (FASP) meningkatkan Kecernaan bahan kering, Kecernaan bahan organik, Konsentrasi VFA dan konsentrasi NH3.
Kata kunci: Bonggol Pisang, Hidrolisis, FASP, Kecernaan In Vitro
ABSTRACT
The aim of this study was to determine the effect of long hydrolysis of banana excrescence with ash rice husk of filtrate on dry and organic matter digestibility, VFA concentration, and NH3 concentration. This experiment followed a Random Design Complete with fou treatments and 3 replecemants, i.e.R0: Excrescence banana without hydrolysis, R1: a week hydrolysis of banana excrescence and 20% ash rice huks of filtrat, R2: two weeks hydrolysis of banana excrescence and 20% ash rice huks of filtrat, R3: there weeks hydrolysis of banana excrescence and 20% ash rice huks of filtrat. The measured variables included dry and organic matter digestibility, VFA concentration and NH3 concentration. Result showed treatments significant effect (P<0.05) on dry and organic matter digestabiliti, VFA and NH3 concentration. It can be concluded the long hydrolysis of banana excrecence with ash rice huks of filtrat can increase dry and organic matter digestability, VFA and NH3 concentration.
Keywords: Banana weevil, Hydrolysis, FASP, In Vitro Digestion.
References
Darmawan, A.L. A. Irawan, T. Dhalika, A.R. Tarmidi, Mansyur, A. Budiman, KurniaA. Kamil and I. Hernaman. 2014. The study on in vitro digestibility of soaked palm oil fiber by filtrated palm oil fruitbunch ash. Majalah Ilmiah Peternakan.Vol.17 No. 1.p1-3.
Hartati, E. 1998. Suplementasi minyak lemuru dan seng ke dalam ransum yang mengandung silase pod kakao dan urea untuk memacu pertumbuhan sapi Holstein jantan. Disertasi. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Houston, D.F. 1972. Rice Chemistry and Technology, American Association Of Cereal “Chemist Inc. St. Paul, Minnesota.
Ibrahim, M.N.M. 1982. Physical, Chemical, Physico-Chemical and Biological Treatments of Crop Residues. 1st Annual Workshop of the AFAR Research Network, 3-7 May, Malaysia. 53-64.
Komar, A. 1984. Teknologi Pengolahan Jerami Sebagai Makanan Ternak. Dian Grahita. Indonesia. Bandung.
Moante, P. J., W. Chalupa., T. G. Jenkins, and R. C. Boston. 2004. A Model to describle ruminal metabolism and intestinal absorption of long chain fatty acids. Anim. Feed Sci. Technol. 112:79-105.
Orskov, E. R., I. Ojwang and G. W. Reid. 1988. A study of consistency of difference between cows in rumen out flow rate of fibrous particles and other substrates and consequence for digestibility and intake of roughages. Anim. Prod. 4(7): 45– 51.
Pigden, W.J. and D.P Heaney, 1978. Lignosellulose in Ruminant Nutrition. In R.G Could (Ed) Advances in Chemistry Series. American Chemical Society Publications, USA.
Preston T.R, and R.A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production System With Available Resources in The Tropics. Penabul Books. Armidale.
Prihandono, R. 2001. Pengaruh suplementasi probiotik bioplus, lisinat Zn dan minyak ikan lemuru terhadap tingkat penggunaan pakan dan produk fermentasi rumen domba. Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Petemakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Rukmana, R. 2001. Aneka Olahan Limbah: Tanaman pisang, Jambu Mete, Rossela.
Kanisius, Yogyakarta.
Russen and Hesfel, 1981. Animal Nutrition in Tropics. Vikas Publising House. New Delhi.
Sutardi T. 1979. Peluang dan tantangan pengembangan ilmu-ilmu nutrisi ternak.
Orasi ilmiah. Fakultas Peternakan, IPB. Bogor.
Sutardi T. 1980. Landasan Ilmu nutrisi. Jilid I. Departemen Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sutardi, T. 1983. “Ketahanan Protein Bahan Makanan Terhadap Degradasi oleh Mikroba dan Manfaatnya bagi Peningkatan Produktivitas Ternakâ€. Prosiding Seminar Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Departemen Pertaanian Bogor.
Satter, G. D dan L. L. Slylter. 1974. Effect Ammonia Concentration on Rumen Microbial Protein Prduction In Vivo. Br. J. Nutr. 32(2): 199-208.
Tillman A. D., H. Hartadi., S. Reksohadiprodjo., Prawirokusumo., S. Lebdosoekojo. 1984. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan Kedua. UGM-Press, Yogyakarta.
Wijaya, K.A. 2007. Pengaruh Penggunaan Larutan Abu Sekam Dalam Hidrolisis Isi Rumen Terhadap Kecernaan Secara In Vitro. Skripsi. Universitas Brawijaya. Malang.
Wilkins, R.J., and R.C. Grimes. 1966. Herbage digestibility in sheep and corresponding estimates of digestibility in vitro. Proc. Aust. Sot. Anim. Prod.6:334-339.
Yuliarto, B. G. 2015 Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik ( In Vitro ) Batang Pisang ( Musa Paradisiaca ) Produk Ensilase Dengan Penambahan Sumber Nitrogen Dan Sulfur Sebagai Pakan Sapi. Indonesia UNPAD. http://jurnal.unpad.ac.id/ejournal/article/view/6266










