Analisis Pemasaran Ternak Kerbau di Sabupaten Sumba Timur
Buffalo Marketing Analysis In East Sumba Regerency
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.684Abstract
Suatu penelitian dengan judul analisis pemasaran ternak kerbau di Kabupaten Sumba Timur telah dilaksanakan dan bertujuan untuk mengidentifikasi pola saluran pemasaran ternak kerbau dan mekanismenya, mengetahui dan menganalisis besar farmer’s share, margin pemasaran (biaya dan keuntungan pemasaran), serta efisiensi pemasaran (efisiensi ekonomis) ternak kerbau di Kabupaten Sumba Timur. Pengambilan contoh dilakukan melalui tiga tahap. Pada tahap pertama dan kedua penentuan kecamatan contoh dan desa contoh menggunakan metode purposive (sengaja), dengan dasar pertimbangan diambil 4 kecamatan yaitu 2 kecamatan yang jauh dari ibu kota kabupaten, 2 kecamatan yang dekat dengan ibu kota kabupaten. Penentuan desa contoh dilihat dari jumlah ternak terbanyak dan jumlah peternak terbanyak, Pada tahap ketiga penentuan peternak contoh menggunakan teknik proportional random sampling diperoleh peternak contoh sebanyak 54 peternak contoh. Penentuan pedagang contoh menggunakan teknik snowbowling. Metode pengambilan data untuk data primer dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis farmer’s share, marketing cost (Mc), marketing profit (Mp) dan efisiensi pemasaran(e). Hasil penelitian menunjukkan ada tiga saluran pemasaran ternak kerbau di Kabupaten Sumba Timur yakni saluran pemasaran I: peternak langsung menjual ternaknya pada konsumen, saluran pemasaran II: peternak menjual ternak kepada konsumen melalui pedagang pengumpul kecamatan menjualkan ternak kepada pedagang pengumpul kabupaten/antar pulau dan pada saluran pemasaran III: peternak menjual ternaknya kepada konsumen melalui pedagang pengumpul kabupaten atau antar pulau. Farmer’s share yang diterima dari saluran dua dan tiga adalah 44,44% dan 55,20%. Margin pemasaran yang diperoleh sebagai berikut: biaya pemasaran pada saluran II dan III adalah 3,07% dan 18,48% sedangkan keuntungan pemasaran pada saluran II dan II adalah 23,89% dan 26,32%. Saluran pemasaran sudah efisien karena memiliki efisiensi pemasaran yang kurang dari 20%  yaitu saluran II dan III adalah 3,07% dan 18,48%.
Kata kunci: snowbowling, saluran pemasaran, farmer’s share, margin pemasaran, efisiensi pemasaran.
ABSTRACT
A study with the title of marketing analysis of buffalo in East Sumba has been carried out and aims to identify the pattern of marketing channels for buffaloes and their mechanisms, identify and analyze the farmer's share, marketing margins and marketing efficiency of buffaloes in East Sumba Regency. Sampling was carried out in three stages. The first stage was to determine the 4 sample sub-districts purposively by considering two sub-districts close to the district capital: Kambera and Kanatang sub-districts and two sub-districts far from the district capital. Karera and Matawai La Pawu sub-districts. The second stage is to determine the two sample villages in each selected sub-district so that 8 sample villages are obtained, namely 4 villages representing the sub-district farthest from the district capital and the other 4 villages representing the sub-district closest to the district capital. The considerations used in the selection of the sample villages were the number of livestock and the largest number of breeders. In the third stage, the determination of the sample breeders used the proportional random sampling technique and 54 representative sample farmers were obtained. Next, the determination of the sample trader uses the snowbowling technique. Data collection methods used are interviews, observation, and documentation. The data collected was tabulated and analyzed: farmer's share (fs), marketing cost (Mc), marketing profit (Mp) and marketing efficiency (e). The results showed that there are three marketing channels for buffalo in East Sumba Regency, namely channel I: farmers directly sell their livestock to consumers, channel II: farmers sell livestock to consumers through sub-district collectors and inter-island traders and in channel III: farmers sell their livestock to consumers. through inter-island traders. Farmer's share received from channels two and three were 44.44% and 55.20%, respectively. The marketing margin obtained is as follows: marketing costs on channel II are 3.07% and channel III is 18.48%. The marketing profit obtained in channel II is 23.89% and in channel III is 26.32%. Thus, marketing is said to be efficient because it has a marketing efficiency of less than 20%.
Keywords: marketing channels, farmer's share, marketing cost, marketing profit marketing efficiency
References
Nusa Tenggara Timur 2018 dalam angka.
Erzal F. M, Taslim dan A S. Masdar. 2015. Analisis saluran, margin, dan efisiensi pemasaran itik lokal pedaging. Jurnal Sosial Ekonomi Peternakan. UNPAD, Bandung.
Fandari A. F. El, 2015. Analisis margin dan efisiensi pemasaran day old duck (DOD) pada beberapa lembaga pemasaran di Kabupaten Sidrap. Skripsi. Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar.
Gofar I. 2008. Analisis efisiensi sistem pemasaran ikan layang segar pada pelabuhan lelang ikan di Kota Tegal. Jurnal Sosial Ekonomi. Universitas Wahid Hasyim. Semarang.
Kotler, P., 1985. Pengantar pemasaran. Edisi ke empat. Jilid II. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Lalus MF, Krova M, Ratu MRD, Nono OH. 2019. Analisis Distribusi Margin Di Antara Lembaga-Lembaga Pemasran Ternak Sapi Potong di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. p-ISSN:2355-9942, e-ISSN:2656-792X, Vol 6, No. 2: 63-70
Risqina. 2011. Analisis pendapatan peternak sapi potong dan sapi bakalan karapan di Sapudi Kabupaten Sumenep. Jurnal JITP Vol. 1, No. 3. UNDIP, Semarang.
Nono, O. H., Firman, A., Putra, A R S. 2020. Agribisnis sapi potong: di Indonesia dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Unpad Press. ISBN:978-602-439-846-0; Hal. 53-54
Suwardhi.1990. Analisis Tataniaga Terlur Ayam Ras di Kota Madya Kupang.Skripsi Fakultas peternakan Universitas Nusa Cendana.Kupang.
Widiarti, E. 2010. Analisis margin pemasaran jahe di Kabupaten Wonogiri. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Widitananto. A , G. Sihombing dan A. I. Sari. 2015. Analisis pemasaran ternak sapi potong di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul. Journal Tropical Animal Husbandry. Universitas Sebelas Maret. ISSN 2301-9921 1 (1): 59-66.
Williamson,O. 2010. Transaction Cost Economic : The Natural Progresion. American Economic Review No. 3 pp.673-60.
Williamson,O. 2010. Transaction Cost Economic : The Natural Progresion. American Economic Review No. 3 pp.673-60.










