Konsumsi Kecernaan Serat Kasar dan Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen Sapi Bali Jantan Bakalan Yang Diberikan Pakan Hasil Diversifikasi Usaha Tani Lahan Kering
The Digestible Intake of Crude Fiber And Nitrogen Free Extract Male Bali Cattle That Given Feed From Diversification of Dried Land Farming Business
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.685Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi kecernaan serat kasar dan bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN) sapi Bali jantan yang diberikan pakan hasil diversifikasi usaha tani lahan kering ditingkat peternak. Penelitian ini menggunakan 4 ekor sapi Bali jantan bakalan berumur 1-1,5 tahun pada kisaran berat badan 82-108,2 kg dengan rataan 94,5 kg. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah P0; pakan pola penyediaan petani-peternak, P1; pakan hasil diversifikasi usaha tani (usahatani model petani-peternak+rumput mulato), P2; P1 + clitoria tarnatea, P3; P2+ tanaman hortikultura. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of variance (ANOVA). Dari hasil penelitian diperoleh rataan konsumsi serat kasar (g/e/h); P0 580,6±45,4, P1 959,3±88,7, P2 1023,5±95,1, P3 978,3±101,0, konsumsi BETN (g/e/h); P0 1083,4±84,7, P1 1227,5±113,5, P2 1303,4±121,1, P3 1262,4±130,3, kecernaan serat kasar (%); P0 39,5±10,6, P1 62,8±7,0, P2 63,9±5,1, P3 63,4±2,9, kecernaan BETN (%); P0 72,2±8,6, P1 81,2±1,5, P2 81,2±1,7, P3 74,4±3,4. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata P<0,01 terhadap konsumsi serat kasar, BETN dan kecernaan SK, namun tidak berpengaruh terhadap kecernaan BETN sapi bali jantan bakalan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pemberian pakan hasil diversifikasi usaha tani memberikan pengaruh terhadap peningkatan konsumsi serat kasar, BETN dan kecernaan SK sapi bali jantan bakalan dibandingkan dengan pakan pola penyediaan peternak.
Kata kunci : sapi bali jantan, konsumsi kecernaan, pakan diversifikasi, usaha tani, peternak.
References
Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Cetakan kelima. Penerbit PT. Gramedia. Jakarta.
Askar, S. dan Marlina, N. 1997. Komposisi Kimia Beberapa Hijauan Pakan. Bulletin Teknik Pertanian. 2 (1) : 7-11.
Astuti, A., Ali A, dan Subur P. S. B. 2009. The effect of high quality feed supplement addition on the nutrient consumption and digestibility of early lactating dairy cow, Buletin Peternakan Vol. 33 (2): 81-87
Awawdeh, M. S., Obeidat B. S. 2013. Treated olive cake as a non-forage fiber source for growing awassi lambs: effects on nutrient intake, rumen and urine Ph, performance, and carcass yield. Asian Aust J Anim Sci. Vol 26 (5) : 661-667
Azrai, M., M. J. Mejaya dan Yasin, M. 2007.Pemuliaan Jagung Khusus. Dalam: Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan. Sumarto, Suyamto, A. Widjono, Hermanto dan H. Kasim (Eds). Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor. Hlm. 96-109.
Chuzaemi, S., 2012. Fisiologi Nutrisi Ruminansia. Universitas Brawijaya Press. Malang
Cook , B. G., Pengelly B. C., Brown S. D., Donnelly J. L., Eagles D. A., Franco M. A., Hanson J., Mullen B. F., Partridge I. J., Peters M and Schultze-Kraft R. 2005. Tropical forages. Brisbane (Australia): CSIRO, DPI&F (Qld), CIAT and ILRI.
De Carvalho, M. C., Soeparno dan N. Ngadiyono. 2010. Pertumbuhan dan produksi karkas sapi peranakan ongole dan Simental Peranakan ongole jantan yang dipelihara secara feedlot. Buletin Peternakan Vol 34 (1) : 38-46.
Fattah S, G. A. Y Lestari, B Sabtu, Y. U. L Sobang, G. Maranata and F. D. Samba. 2019. Technical and economic value of the use ration for male fattening bali cattle farmers patterns with supplementation complete feed containing silage banana stems. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 372 (2019) 012028. doi:10.1088/1755-1315/372/1/012028.
Fattah S. 2016. Meat Livestock Management: Beef Cattle (Manajemen Ternak Potong Sapi Potong). Undana press.
Gomez, S. M and Kalamani, A. 2003. Buttefly Pea (Clitoria Ternatea) : a nutritive multipurpose forage legume for the tropicsan overview. J Nut. 2:374-379.
Hadi R. F., Kustantinah, dan H. Hartadi. 2011. Kecernaan in sacco hijauan leguminosa dan hijauan non leguminosa dalam rumen sapi peranakan ongole. Buletin Peternakan Vol 35 (2): 79 – 85.
Hare, M. D. dan Horne, P. M. 2004. Benih hijauan untuk mempromosikan produksi ternak dalam AsTechnical Report No. 4. (Bangkok: The Asia and Pasific Seed Asociation).
Haryanto, B. dan Djajanegara, A. 1993. Pemenuhan Kebutuhan Zat-zat makanan ternak ruminansia kecil. Sebelas Maret University Press. Hal 192-194.
Indriani A. P., A. Muktiani, dan E. Pangestu. 2013. Konsumsi dan produksi protein susu sapi perah laktasi yang diberi suplemen temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan seng proteinat. J. Animal Agriculture 2(1): 128 – 135
Jamarun, N. 1991. Penyediaan dan Pemanfaatan Nilai Gizi Limbah Pertanian sebagai Makanan Ternak di Sumatera Barat, Pusat Penelitian Universitas Andalas, Padang.
Kalamani, A and Gomez, S. M. 2001. Genetic Variability in Clitoria spp. An Agric Res. 22:243-245.
Kapa Maximilian M. J. 2018. Sistem Usaha Tani di Daerah Lahan Kering Nusa Tenggara Timur. Penerbit Lembaga Penelitian Undana.
Kepas. 1990. Agro-ekosistem daerah kering di Nusa Tenggara Timur: Studi kasus enam desa pengembangan pertanian. Kelompok Penelitian Agro-ekosistem, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta.
Lokapirnasari W. P., M. M. Fadli, R. T. S Adikara dan Suherni. 2015. Suplementasi spirulina pada formula pakan mengandung bekatul fermentasi mikroba selulolitik terhadap kecernaan pakan. J. Agroveteriner. 3(2): 137–144.
Maranatha G, M. R. Pellokila, A. E. Manu, Y. U. L. Sobang, J. Nulik, F. D. Samba. 2020. Growth Performance of Farmer’s-Pattern Male Fattening Bali Cattle Fed with Feed obtained from Dry Land Diversified Farming in West Timor. Animal Science And Food Technology Conference. 2th AnSTC. Purwokerto 4-5 Nov 2020.
Maranatha G, M. R Pelokilla, A. E Manu, Y. U. L Sobang, M. Yunus, F. D Samba. 2019a.Rain Water Harvest and Use Pattern as an Efforts to Improve the Economy of Farmers in Timor Dried Area, East Nusa Tenggara. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 372 (2019) 012001. doi:10.1088/1755-1315/372/1/012001
Maranatha G , A. E Manu, Y. U. L Sobang , F. D Samba and M. R Pelokilla. 2019b . The evaluation of nutritive value and in vitro digestibility of Mulato grass (Brachiaria hybrid cv. Mulato) grown under mixed culture system with legume and horticulture plants on dry land. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 387 (2019) 012032. doi:10.1088/1755-1315/387/1/012032
Maynard L. A. L, J. K Hintz, and Warner, R.G. , 2005. Animal Nutrition. (7th Edition) McGraw-Hill Book Company. New York, USA.
Mc Cuthceon, J and Samples, D. 2002. Grazing Corn Residues. Extension Fact Sheet Ohio State University Extension. US. ANR 10-02.
Noziere, P., Groulet, B., Lucas, A., Martin, B., Glorier, P and Doreau, M. 2006. Carotenoids for Ruminants: From Forages to Dairy Products. Animal Feed Science and Technology, 131 (3-4), 418-450.
Prawitasari R. H., V. D. Y. B Ismadi dan I. Estiningdiarti. 2015. Kecernaan protein kasar dan serat kasar serta laju digesta pada ayam arab yang diberi ransum dengan berbagai level Azolla microphylla. J. Anim. Agric. Vol 1 (1) : 471–483.
Perry T. W., A. E. Cullison and R. S. Lowrey. 2003. Feed & Feeding. 6th Ed. Pearson Education, Inc. Upper SaddleRiver. New Jersey.
Pordesimo, L. O., Edens, W. C and Sokhansanj, S. 2004. Distribution of aboveground biomass in corn stover. Biomass and bioenergy, 26 (4), 337-343.
Rachman, H. P. S dan Ariani, M. 2008. Penganekaragaman Konsumsi Pangan di Indonesia: Permasalahan dan Implikasi untuk Kebijakan dan Program. Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 6(2), 140-154.
Rao, P. O., P. S. Birthal, J. K. Joshi and D. Kar. 2004. Agricultural Diversification in India and Role of Urbanization. MTID Discussion Paper No. 77. International Food Policy Research Institute, Washington, USA.
Reid, R and Sinclair D. F. 1980. An evaluation of a collection of Clitoria ternatea for forage and grain production. Genetic Resources Communication 1:1-8.
Riefqi, F. 2014. Tumbuhan Leguminoseae. Yogyakarta ; Kanisius.
Siregar, S. B. 1994. Ransum Ternak Ruminansia. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal 16.
Sobang Y. U. L. 2005. “Karakteristik sistim penggemukan sapi pola gaduhan menurut zona agroklimat dan dampaknya terhadap pendapatan petani di Kabupaten Kupang NTTâ€. Bulletin Nutrisi, Vol 8 (2): 71–76.
Steel R. G. D dan. Torrie J. H. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh : B. Sumantri. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Suardin, S., Natsir dan Rahim, A. 2014. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Campuran Rumput Mulato (Brachiaria hybried. Cv. Mulato) dengan Jenis Legum Berbeda Menggunakan Cairan Rumen Sapi. JITRO VOL 1.NO.1. Fakultas Peternakan. Universitas Haluoleo.
Sulistijo E.D, dan Rosnah U. Sy. 2014. Penyediaan pakan lokal berdasarkan zona agroklimat di Kabupaten Kupang. Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan Berbasis Lahan Kering. ISBN 978-929-24-6836-6.
Thaariq S. M. H. 2017. Pengaruh Pakan Hijauan Dan Konsentrat Terhadap Daya Cerna Pada Sapi Aceh Jantan. Jurnal Genta Mulia Vol 8 (2) : 78–89.
Tillman A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo, S. Lebdosoekodjo, 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ketiga. Gajah Mada University Press. Yogyakarta
Tuturoong R. A. V. 2014. Evaluasi Nilai Nutrisi Rumput Benggala Teramoniasi dan Ampas Sagu Terfermentasi Dalam Pakan Komplit Terhadap Penampilan Kambing Kacang. Disertasi. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang.
Van Soest P. J. 2006. Rice straw the role of silica and treatment to improve quality. J. Anim. Feed Sci. Tech. 130 (7): 137 – 171.
Wiryawan, K. G., Parakkasi A., Priyanto R., dan Nanda I. P., 2007. Evaluasi penggunaan bungkil inti sawit terproteksi formaldehida terhadap performan ternak, efisiensi pengunaan nitrogen dan komposisi asam lemak tidak jenuh domba priangan. JITV. Vol 12 (4): 249-254










