Pengaruh Penambahan Pasta Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Terhadap Kualitas Kimia Bakso Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Afkir

The Effect Of Adding Moringa Leaves Pasta (Moringa oleifera Lam.) On Chemical Quality Of Culling Quail (Coturnix coturnix japonica) Meatballs

Authors

  • Tifanny Mariasih Apriliana Sinuor Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Bastari Sabtu Prodi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa cendana
  • Agustinus Rudolf Riwu Prodi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.699

Keywords:

Pasta daun kelor, bakso, daging puyuh afkir

Abstract

Suatu penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pasta daun kelor terhadap kualitas kimia bakso puyuh afkir. Materi yang digunakan adalah daging puyuh afkir dengan kisaran umur 12 sampai 16 bulan, pasta daun kelor, tepung tapioka dan bumbu dapur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0= tanpa penambahan pasta, P1= penambahan pasta kelor 5g, P2= 7,5 g, dan P3= 10 g. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 ulangan. Variabel yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein. Hasil penelitian, bakso dengan penambahan pasta kelor 10 g mengandung kadar abu dan kadar protein yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya (P<0,05) sedangkan kadar air dan kadar lemak relatif sama (P>0,05). Disimpulkan penambahan pasta daun kelor mampu meningkatkan kadar abu dan kadar protein tetapi tidak menyebabkan peningkatan kadar air dan kadar lemak. Penambahan pasta daun kelor 10 g dapat digunakan didalam pembuatan bakso daging puyuh.

 

One study aims was to identify the effect that moringa leaves pasta has on the chemistry of culling quail meatballs. Material used is culling quil meat at a range of between 12 and 16 month of age, moringa leaves pasta, tapioca flour, and herbs. The design used is a Complate Random Design (CRD) of 4 treatments that are P0= without adding moringa leaves pasta, P1= with 5 g moringa leaves pasta, P2= 7,5 g, and P3= 10 g. Each treatments was repeated as much as 4 deuteronomy. Variable observed is water content, ashes content, fat content and protein content. The result, the meatballs with 10 g moringa leaves pasta had a higher levels of ash and protein content than others (P<0,05), while water content and fat content are relatively similar (P>0,05). It is concluded that the addition of moringa leaves pasta can increase the ashes and protein content but it was decreased in water content and fat content of culling meatballs. 10 g addition of kelor leaves pasta can be used in quail meatball production.

Key words: Moringa leaves pasta, meatballs, culling quail meat.

Author Biographies

Tifanny Mariasih Apriliana Sinuor, Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Bastari Sabtu, Prodi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa cendana

Prodi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa cendana

Agustinus Rudolf Riwu, Prodi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa cendana

Prodi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa cendana

References

Amanto B.S., Siswanti, A. Atmaja. 2015. Kinetika pengeringan temu giring (Curcuma heyneana Valeton & van Zijp) menggunakan cabinet dryer dengan perlakuan pendahuluan blanching. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 2(8): 107-114

Aminah S., T. Ramadhan, M. Yanis. 2015. Kandungan nutrisi dan sifat fungsional tanaman kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan. 5(2): 37-3.

Arief H.S., Y.B. Pramono, V.P. Bintoro. 2012. Pengaruh edible coating dengan konsentrasi berbeda terhadap kadar protein, daya ikat air dan aktivitas air bakso sapi selama masa penyimpanan. Animal Agriculture Journal. 2(1): 100-108

Badan Standarisasi Internasional. 2014. SNI 3818-2014. Syarat Mutu Bakso. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta

Hasniar, M. Rais, R. Fadilah. 2019. Pengaruh penambahan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap sifat organoleptik bakso tempe. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 1(5): 189-200.

Joni M.S., Katharina N. 2008. Cegah Malnutisi dengan Kelor. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Khasana N.N., T.I. Astuti, K. Wijayanti, L. Nuraini, H. Susanto. 2019. Effects of cold compress on the heguous point of meridian large intestine on pain before giving immunization in infants. Journal Ners. 14(3): 358-360.

Krisnadi A.D. 2013. Kelor super nutrisi. Moringa oleifera: a natural gift-A review. J. of. Pharmaceutical Sci. and Res. 2 (11): 775-781.

Kurniasih. 2013. Khasit dan Manfaat Daun Kelor Untuk Penyembuhan Berbagai Penyakit. Cetakan I. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Kurniawan H. 2019. Pertumbuhan semai kelor (Moringa oleifera) asal nusa tenggara timur dengan perlakuan perbedaan media tumbuh. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan. 1(14): 1-9

Kusrahayu. 2013. Tingkat kekenyalan, daya mengikat air, kadar air dan tingkat kesukaan pada bakso sapi dengan subtitusi jantung sapi. Animal Agriculture Journal. 2(1): 98-103

Listiyowati L, K. Roospitasari. 2000. Tata Laksana Budi Daya Puyuh Secara Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.

Melo N.V., T. Vargas, C.M.C. Calvo. 2013. Moringa oleifera L. An underutilized tree with macronutrients for human health. Emir. J. Food Agric. 25(10): 785-789.

Misra A., S. Srivastava, M. Srivastava. 2014. Evoluation of anti diarheal potential of Moringa oleifera (Lam.) leaves. J. of. Pharmacog and Phytochem. 2(5): 43-46.

Mukhiriani N. 2015. Uji Efektivitas Etanol Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Darah Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan. Universitas Islam Negeri Alaudin Makasar.

Okki P.D. 2011. Sejuta Kasiat Daun Kelor. Jakarta: Berlian Media.

Peranginangin, R. Fawzia, Y.N. Sugiyono, I. Mulyanah. 2000. Food additives and effect of thickeness on fish crackers quality. In Kuang H. K., Kim, L. L. and Yong, L. P. (Eds). Proceeding of the seminar on the advances in fish processing technology in Southeast Asia in relation to quality management. 106-114. Singapore.

Purwarna I.P., D. Sudrajat, E. Dihansi. 2018. Kualitas sensoris daging yang dihasilkan dari puyuh (coturnix coturnix japonica) fase layer yang diberi suplementasi ekstrak daun papaya. Jurnal Peternakan Nusantara. 2(1): 83-84

Raden I. 2017. Efek Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap gambaran histopologi jantung tikus putih (Ratus norvegicus) model hiperkolesterolemia. Phd Thesis. Universitas Sebelas Maret.

Steel R.G.D., J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan prosedur statistik (terjemahan principle and procedure of statistic oleh B. Sumantri). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Swastike W. 2012. Efektivitas antibiotik herbal dan sintetik pada pakan ayam broiler terhadap performance, kadar lemak abdominal, dan kadar kolesterol darah. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi ke-3, Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang. 1-6

Toripah S.S., A. Jemmy, W. Frenly. 2014. Aktivitas antioksidan dan kandungan total fenolik ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Program Studi Farmasi FMIPA.

Ulfa S., R. Ismawati. 2016. Pengaruh penambahan jumlah dan perlakuan awal daun kelor terhadap sifat organoleptik bakso. E-journal Boga. 5(3): 83-90

Verma A.R.M. Vijayakumar, Cs. Mathela, C.V. Rao. 2009. In vitro and in vivo antioxidant properties of different fractions of Moringa oleifera leaves. Food Chem. Toxicol. 47: 2196-2201.

Wahyu S., A.S.F. Arsal, I.C. Maharani. 2019. Efektivitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap penurunan kadar kolesterol total pada tikus putih (Rattus Novergius). Green Medical Journal. 1(1): 8-9

Werdhasari A. 2014. Peran antioksidan bagi kesehatan. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia. 3(2): 59-68.

Winarno F.G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi: Edisi Terbaru. Jakarta. Gramedia Pustaka Umum.

Downloads

Published

2021-09-20

Issue

Section

Articles