Pengaruh Level Pupuk Cair Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pertumbuhan Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) Pada Tanah Bekas Tambang Mangan
The Effect Of Level Moringa’s (Moringa oleifera) Liquid Organic Fertilizer To The Growth Of Odot Grass (Pennisetum purpureum cv.Mott) In Manganese Mining Land
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.744Keywords:
Rumput Odot, Pupuk Cair, daun kelor, Tanah Bekas Tambang Mangan, PertumbuhanAbstract
Penelitian dilakukan di RT. 04/RW. 01, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian berlangsung selama 11 bulan (Juli  2020 sampai Juni 2021). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott)  pada tanah bekas tambang mangan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu K0: tanpa perlakuan (kontrol), K1: 100 ml pupuk cair daun kelor (Moringa oleifera), K2: 200 ml pupuk cair daun kelor (Moringa oleifera), K3: 300 ml pupuk cair daun kelor (Moringa oleifera). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun, jumlah tunas, rasio batang daun dan warna daun. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, luas daun, jumlah tunas, dan warna daun tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap rasio batang dan daun. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa antar perlakuan K0:K1, K2; K1:K2, K3; K2:K3 berbeda nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, luas daun, dan warna daun. Perlakuan K0:K3 berbeda nyata (P<0,05) terhadap luas daun. Sedangkan perlakuan K0:K3 berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman dan warna daun. Kemudian perlakuan K0:K1, K2, K3 berbeda nyata (P<0,05) sedangkan K1:K2, K3; K2:K3 berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah anakan. Simpulan bahwa semakin tinggi level pupuk cair daun kelor (Moringa oleifera) maka pertumbuhan rumput odot (Pennisetum purpureum cv.Mott) semakin tinggi. Pertumbuhan rumput odot tertinggi dicapai pada level 300 ml dengan rataan tinggi tanaman (80,15 cm), luas daun (564,31 cm2), jumlah anakan (8,22 anakan), perubahan warna daun dari ungu kemerahan menjadi hijau normal (8,78-0,63 helai), dan rasio batang daun (1,34%).
Kata Kunci : Rumput Odot, Pupuk Cair, Kelor, Tanah Bekas Tambang Mangan, Pertumbuhan
Â
ABSTRACT
This research has been conducted at RT. 04/RW. 01, Penfui Timur Village, Kupang Tengah Sub-district, Kupang Regency. Carried out for 11 months started from July 2020 - Juny 2021. The purpose of the research are to know  the effect of level moringa’s (Moringa oleifera) liquid organic fertilizer to the growth of odot grass (Pennisetum purpureum cv.Mott) in manganese mining land. This reseach used Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 repetition, K0:without treatments (control), K2:100 ml of Moringa’s (Moringa oleifera) liquid fertilizer, K3: 200 ml of Moringa’s (Moringa oleifera) liquid fertilizer, K4:300 ml of Moringa’s (Moringa oleifera) liquid fertilizer. Height, leaf width, numbers of tillers, the ratio of stem leaf, and colors of leaf were observed as variabels. The data were analized by analysis of variance and further test of Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that the treatments have significant effect (P<0,05) to the height, leaf width, numbers of tillers, leaf colors but not significant (P>0,05) to the ratio of stem leaf. Duncan’s further test showed K0:K1, K2; K1:K2, K3; K2:K3 significant difference (P<0,05) to the height of plant, width, and colors of leaf. Treatments K0:K3 significant difference (P<0,05) to width of leaf. While treatments K0:K3 significantly difference (P<0,01) to the height of plant and colors of leaf. Then, treatment K0:K1, K2, K3 significant difference (P<0,05) while K1:K2, K3; K2:K3 not significant difference (P>0,05) to numbers of stem. The conclusion is more level of Moringa’s (Moringa oleifera) liquid fertilizer higher up the growth of odot grass (Pennisetum purpureum cv.Mott). The highest growth of odot grass (Pennisetum purpureum cv.Mott) reached in level 300 ml which is height (80,15 cm), leaf width (564,31 cm2), numbers of tillers (8,22 tillers), discoloration of leaf from crimson to green (8,78-0,63 leaf), and ratio of stem leaf (1,34%).
Key Words: Odot Grass, Liquid Fertilizer, Moringa, Mining Manganese Land, Growth
Â
References
Adele, K., L. Piere and J. C. Thouret. 2011. Environmental Changes in The Highlands of The Western Andean Cordillera. Southern Peru. The Holocene 1–12.
Afrilia V. 2017. Pengaruh Level Pemberian Pupuk NPK Pada Rumput Odot Dibawah Hutan Pinus Terhadap Rasio Batang dan Daun Serta Kandungan Serat. Skripsi. Universitas Brawijaya.
Araujo Celeste De, Maria Yasinta Un, Bernadete Barek Koten, Melkianus D. S. Randu, Redempta Wea. 2019. Produksi Rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv. Mott) Pada Lahan Kering Dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Babi. Jurnal Ilmu Peternakan Terapan. Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
Badan Pusat Statistik.2019. Kabupaten Kupang Dalam Angka. Nusa Tenggara Timur.
BMKG. 2020. Data Curah Hujan, Suhu Udara, dan Intensitas Cahaya Matahari Bulanan. Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana, Kupang.
Budiono. 2018. Produktivitas Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) Dengan Jenis Pupuk yang Berbeda. Universitas Bengkulu.
Foth, HD. 1988. Dasar-dasar Ilmu tanah. Terjemahan Ir. Endang D.B.,MS. Dkk. Gajah mada University Press. Yogyakarta
Gatot Suhariyono Dan Yulizon Menry 2015. Analisis Karakteristik Unsur-Unsur Dalam Tanah Di Berbagai Lokasi Dengan Menggunakan Xrf. Ppi – Pdiptn 2005 Puslitbang Teknologi Maju – Batan Jogjakarta, 12 Juli 2005.
Gomes, K.A. dan A.A. Gomez. 2010. Statistical Procedures for Agricultural Research (Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. Alih Bahasa Oleh E. Syamsuddin dan J.S. Baharsyah). Edisi Kedua. UI Press. Jakarta.
Hasan S, 2012. Pakan Hijauan Tropik. IPB Taman Kencana Bogor.
Muhakka, A. Napoleon, dan P. Rosa. 2012. Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Terhadap Produksi Rumput Gajah Taiwan (Pennisetum purpureum Schumach). Jurnal Peternakan Sriwijaya. 1(1):48-54.
Nastiti. H. P. 1984. Pengaruh Tingkat Pemupukaan N dan P Terhadap Produksi Rumput Setaria sphacelata. Skripsi FAPET. Kupang
Sada, S.M., B.B. Koten, B. Ndoen, A. Paga, P. Toe, R. Wea, dan Ariyanto. 2018. Pengaruh Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Baku Keong Mas Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Hijauan Pennisetum perpureum cv. Mott. Jurnal Ilmiah Inovasi. 18(1):42-47.
Sahari, P . 2005. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Krokot Landa (Talinum triangulare Willd). Jurnal Ilmiah Agrineca 7(1): 36-42.
Sulaiman. W. A., Dwatmadji, dan T. Suteky. 2018. Pengaruh Pemberian Pupuk Feses Sapi dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Odot di Kabupaten Kepahiang. Jurnal Sains Petenakan Indonesia. Volume 13:4. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/article/download/6330/3164 Diakses tanggal 11/07/2020
Wahyudi. 2010. Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Agromedia Pustaka. Jakarta.
W.J. Betty. 2018. Pengaruh Komposisi Media Tanam (Tanah Bekas Tambang Mangan dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi) Terhadap Pertumbuhan Semai Faloak (sterculia quadrifia R.Br).Skripsi. Program Studi Kehutanan.Universitas Nusa Cendana.










