Pemanfaatan Limbah Sayur Kol Dalam Ransum Terhadap Konsumsi, Kecernaan Nutrien Dan Total Digestible Nutrient (TDN) Ransum Pada Ternak Kambing Kacang
Utilization Of Vegetable Waste Cabbage In Rations On Consumption, Nutrient Digestibility And Total Digestible Nutrient Rations In Kacang Goat
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.771Keywords:
Ransum komplit, limbah kol, konsumsi, kecernaan, kambing kacangAbstract
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbahsayur kol dalam ransum terhadap konsumsi nutrien, kecernaan nutrien dan TDN ransum pada ternak kambing kacang. Sebanyak 4 ekor kambing kacang, umur 11-12 bulan dengan berat badan 15-19kg (±17kg), KV 6,74% digunakan sebagai ternak percobaan. Rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan digunakan sebagai rancangan percobaan. Ransum perlakuan disusun dalam bentuk ransum komplit (TMR/total mixed ration) dengan perbandingan rumput kering dan konsentrat 60:40. Perlakuan yang diterapkan adalah T0: ransum tanpa (0%) tepung sayur kol, T1: ransum dengan 10% tepung sayur kol, T2 : ransum dengan 15% tepung sayur kol dan T3 : ransum dengan 20% tepung sayur kol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah sayur kol dalam ransum komplit berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan total digestible nutrient (TDN) sedangkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) kecernaan protein kasar, serat kasar, lemak kasar. Disimpulkan bahwa Pemanfaatan limbah sayur kol dalam ransum komplit/TMR pada ternak kambing kacang berpengaruh nyata terhadap konsumsi nutrien dan TDN atau pemanfaatan limbah kubis mulai dari 0%-20% dalam ransum dapat meningkatkan konsumsi nutrien dan tidak berpengaruh nyata terhadap kecernaan nutrien. Disarankan agar dapat memanfaatkan limbah sayur kol sebagai bahan pakan penyusun konsentrat untuk ternak ruminansia karena dengan pemanfaatan limbah sayur kol sebagai pakan ternak dapat mengurangi bahan konsentrat lainnya yang kebutuhannya bersaing dengan manusia.
Kata Kunci: Ransum komplit, limbah kol, konsumsi, kecernaan, kambing kacang.
ABSTRACT
This study was to determine the effect of the use of cabbage vegetable waste in rations on nutrient consumption, nutrient digestibility and TND rations in bean goat. A total of 4 kacang goats,11-12 months of age with a body weight of 15-19kg (± 17kg), coefficient of variance 6.74% used as experimental livestock. The Latin square design with 4 treatments and 4 replications was used as the experimental design. The treatment ration were arranged in the form of a complete ration total mixed ration with a rasio of dry grass and concentrate 60:40. The treatments applied were T0: ration without (0%) cabbage vegetable flour, T1: ration with 10% cabbage vegetable flour, T2: ration with 15% cabbage vegetable flour and T3: ration with 20% cabbage vegetable flour. The results showed that the utilization of cabbage waste in a complete ration had a significant effect (P <0.05) on consumption of crude protein, crude fiber, crude fat and total digestible nutrients (TDN) while it had no significant effect (P> 0.05) on crude protein digestibility, crude fiber, crude fat. It was concluded that the use of cabbage waste in complete rations / TMR in the goat's peanuts had a significant effect on nutrient consumption and TDN or cabbage waste utilization ranging from 0% -20% in rations could increase nutrient consumption and had no significant effect on nutrient digestibility. It is suggested to be able to use cabbage vegetable waste as a feed ingredient for concentrates for ruminant livestock because the utilization of cabbage vegetable waste as animal feed can reduce other concentrate materials whose needs compete with humans.
Keywords: Total mixed ration, cabbage waste, intake, digestibility, kacang goat.
References
Analisi Proksimat, 2019. Kandungan Nutrisi Limbah Kubis (Brassica olaracea). Laboratorium Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana
Aregheore, E. M. 2000. Chemical composition and nutritive value of some tropical by-product feedstuffs for small ruminants in vivo and in vitro digestibility. Animal Feed Science and Tecnology.85 : 99-109.
Arora, S. P. 1995. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press,Yogyakarta.
Badan Pusat Statistik. 2018. Produksi Tanaman Sayuran Menurut Kabupaten/Kota 2018/2019 Kupang: Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur
Budiman. A, A.Dhalika, A. Ayuningsi. 2006. Uji Kecernaan Serat Dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) Dalam Ransum Lengkap Berbasis Hijaun Daun Pucuk Tebu (saccarum officinarum). Jurnal Ilmu Ternak. 6(2):132-135
Boorman, D. H., D. E. Hogue, V. K. Vishell, R. H. D. Dalrympleand C. A. Ricks. 1980. Effects of Cimaterol And Fishmeal On Performance, Carcass Characteristics And Skeletal Muscle Growth In Lambs. J.Anim.Sci. 62(4): 370.London
Gultom. E, P. Wahyuni. H.T, Tafsin. M. 2016. Kecernaan Serat Kasar Dan Protein Kasar Ransum Yang Mengandung Pelapah Daun Kelapa Sawit Dengan Perlakuan Fisik, Biologis, Kimia Dan Kombinasinya Pada Domba. Jurnal Peternakan Integratif Vol.4 No.2 192-202.
Haryanto, B. dan A. Djajanegara. 1993. Pemenuhan kebutuhan zat ± zat makanan ternak ruminansia kecil. Dalam : Wodzicka ± Tomazewska ; I. M. Mastika, A.Djajanegara, S. G. Gardiner dan Y. R. Wiradarya (Editor). Produksi Kambing dan Domba di Indonesia. Sebelas Maret University Press, Surakarta. Hal 159-196.
Haryanto, B., 2012. Perkembangan Penelitian Nutrisi Ruminansia. Wartazoa. 22 (4): 169-177.
Hutagalung, L. W. 2018. Kecernaan Protein Kasar Dan Serat Kasar Kambing Peranakan Etawa Yang Diberi Pakan Fermentasi Lumpur Sawit Dan Ampas Tahu Dengan Imbangan Yang Berbeda. Skripsi. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu, Bengkulu
Indayani,D. 2014. Pengaruh Pemberian Wafer Pakan Komplit Yang Mengandung Berbagai Level Tongkol Jagung Terhadap Konsumsi Bahan Kering, Bahan Organik, Dan Protein Kasar Pada Kambing Kacang Jantan. Skripsi Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin, Makassar
Kartadisastra, H.R., 1997. Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia. Kanisius, Yogyakarta.
Lazarus, E.J.L. 1992. Studi Penggunaan Ampas tahu terhadap Konsumsi Ransum, Kecernaan bahan Kering dan Bahan Organik ternak kambingLokal. Laporan Penelitian-Fapet Undana, Kupang.
Lokapirnasari,W.P., Soewarno dan Y. Damayanti. 2011. Potensi Crude Spirulina Terhadap Protein Effisiensi Rasio pada Ayam Petelur. Jurnal Ilmiah Kedokteran Hewan Vol.2 No.1 Hal 5-8
Mastopan., M. Tafsin, N. D. Hanafi. 2013. Kecernaan Lemak Kasar Dan TDN(Total Digestible Nutrient) Ransum Yang Mengandung Pelepah Daun Kelapa Sawit Dengan Perlakuan Fisik, Kimia, Biologis dan Kombinasinya Pada Domba. Jurnal Peternakan Integratif 3(1): 37-45
Mirajuddin, M. (2006). Gambaran Adaptasi Reproduksi Breed Kambing Boer Dan Boerawa Sebagai Pemacek Pada Kambing Lokal Di Sulawesi Tengah. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, 13(3), 299-305.
Nugroho, D. A Purnomoadi. E Riyanto. 2013.Pengaruh Imbangan Protein Kasar dan TDN Pada Pakan Yang Berbeda Terhadap Pemanfaatan Energi Pakan Pada Domba Lokal. Sains Peternakan. Vol. 11 (2)
Orskov, E. R. 1992. Protein Nutritional in Ruminant. Academic Press, London.
Permana, H., S. Chuzaemi, Marjuki dan Mariyono. 2015. Pengaruh Pakan Dengan Level Serat Kasar Berbeda Terhadap Konsumsi, Kecernaan Dan Karakteristik VFA pada Sapi Peranakan Ongole. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang.
Pracaya, 1994. Kol Alias Kubis. Jakarta:Penebar Swadaya
Rahman, M. M., R. B Abdullah, W. E. Wan Khadijah., T. Nakagawa and R. Akashi. 2013. Feed Intake, Digetibility And Growth Performance Of Goats Offered Napier Grass Suplemented With Molasses Proctected Palm Karnel Cake And Soya Waste. Asian Journal of Animal and Veterinary Advances.8 (3) : 527-534.
Sadipun M, Jelantik IGN, Mullik M. (2016). Pemanfatan Nutrisi pada Sapi Bali Betina Afkir yang Diberi Pakan Komplit Fermentasi Berbasis Daun Gamal dengan Level Energi Berbeda.JAS.1(4):43-45
Sastrawan, S. 2009. Pemanfaatan Pelepah Sawit dan Hasil Ikutan Industri Kelapa Sawit Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pada Sapi Peranakan Siemental. Skripsi. Universitas Sumatra Utara, Medan
Siregar, S. B.,1994. Ransum Ternak Ruminansia, Penebar Swadaya, Jakarta
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1991. Ilmu Makanan ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Tilman, A.D., Hari H., Soedomo R., Soeharto P., dan Soekanto L.1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajha Mada University Press. Fakultas Peternakan UGM. Yogyakarta.
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Penerbit: Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Tunnisa, R. 2013. Keragaman GenIGF-1pada Populasi Kambing Kacang di Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makasar
Tomaszewska, M. W., I. M. Mastika, A. Djajanegara. S. Gardiner, dan T.R. Wiradarya. 1993. Produksi Kambing dan Domba di Indonesia. UNS Pres. Surakarta.
Thomas, J. V. S., M. Tafsin., A. H. Daulay. 2014.Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Ransum Yang mengandung Pelepah Daun Kelapa Sawit Dengan Perlakuan Fisik, Kimia, Biologis Dan kombinasinya Pada Domba. Jurnal Peternakan Integratif 3(1): 62-70
Van Soest, P. J. 1994.Nutritional Ecology of the Ruminant (2ndEd.). CornellUniv. Press, Ithaca, NY
Yulianti, G., D. Dwatmadji dan T. Suteky. 2019. Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Kambing Peranakan Etawa Jantan yang diberi Pakan Fermentasi Ampas Tahu dan Bungkil Inti Sawit dengan Imbangan yang Berbeda. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 14: 272-281










