Pengaruh Substitusi Tepung Jagung (Zea Mays) Dengan Kombinasi Tepung Umbi Talas (Colocasia Esculenta L.Shott), Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Minyak Kelapa Terhadap Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler
The Effect Of The Substitution of Corn Flour (Zea Mays) With A Combination of Talas (Colocasia Esculenta L.Shott), Kelor Leaf Flour(Moringa Oleifera) And Coconut Oil on The Meat Quality of The Broiler Chicken
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.787Keywords:
Substitusi, tepung jagung, kombinasi, ayam Broiler, kualitas fisik dagingAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung jagung dengan kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa terhadap kualitas fisik ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam yang di ambil dari bagian dada. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan.Perlakuan terdiri dari dua jenis ransum yaitu Fase starter, R0: 60% jagung + 40% konsentrat, R1:40% jagung + 40% konsentrat + 20% kombinasi tepung umbi talas, daun kelor dan minyak kelapa, R2; 20% jagung + 40% kosentrat + 40% kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor da minyak kelapa, R3:40% konsentrat + 60% kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa. Fase finisher, R0: 67% jagung + 33% konsentrat, R1: 44,67% jagung + 33% konsentrat + 22,33% kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa, R2: 22,33% jagung + 33% konsentrat + 44,67% kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa, R3: 33% konsentrat + 67% kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa. Variabel yang diukur meliputi daya ikat air, susut masak daging, keempukan dan pH. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa sebagai pengganti jagung dalam ransum ayam broiler berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan daging dan pH daging ayam broiler, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap daya ikat air dan susut masak daging. Kesimpulannya, kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa sebagai pengganti jagung dalam ransum pada perlakuan R2 dapat meningkatkan keempukan daging dan daya ikat air dan nilai pH pada kisaran normal, namun menurunkan nilai susut masak daging
Kata Kunci: Substitusi, tepung jagung, kombinasi, Ayam Broiler, Kualitas Fisik Daging
Â
ABSTRACT
The study aimsed to identify the effect of the substitution of corn flour with a combination of talas, kelor leaf flour and coconut oil on the meat quality of the broiler chicken. The materials used in this study was chicken meat taken from the chicken’s breast. The experimental design used was a completely randomize desigen(CRD) with 4 treatments and 6 replication. There were two kinds of treatment ration: starter phase, R0:60% corn + 40% cocentrate, R1:40% corn + 40% cocentrate + 20% combination of talas, kelor leaf flour and coconut oil, R2; 20% corn + 40% cocentrate + 40% combination of talas, kelor leaf flour and coconut oil, R3:40% cosentrate+ 60% of talas,kelor leaf flour, and coconut oil. Finisher phase R0:67% corn + 33% cocentrate, R1:44,67% corn + 33% cocentrate + 22,33% combination of talas, kelor leaf flour and coconut oil, R2; 22,33% corn + 33% cocentrate + 44,67% combination of talas, kelor leaf flour and coconut oil, R3:33% cocentrate + 67% of talas, kelor leaf flour, and coconut oil. The parameters include water holding capacity, cooking losses, meat tenderness, and the pH. Statistical analysis showed that the combination of talas flour, kelor leaf flour and coconut oil as substituted for corn in the chicken's meal had a significant effect (P<0.05) on meat tenderness and pH of the broiler chicken, and no significant effect (P > 0.05) on the water holding capacity and cooking losses. In conclusion the use of a combination of talas flour, kelor leaf flour and coconut oil can be used to replace corn on the R2 treatment increasing meat tenderness and water holding capacity, but lowering cooking losses with as pH is in the normal range.
Keywords: Substitution, Chicken Broiler, Meat Quality
References
Anggorodi R. 1985. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Penerbit Universitas Indonesia.
Bouton PE, Harris PV, Shorthose WS. 1972. Effect of ultimate pH upon the waterholding capacity and tenderness of mutton. J Food Sci 36:435-439.
Daniel Hanafi.2020. pengaruh perbedaan presentase tepung talas terhadap kualitas fisik dan organoleptikdaging burger itik kamang. Universitas Andalas.
De Ia Cruz CPP.2016.production performance of finisher broiler fedwith cocoyam-corn meal as partial energy replacement for maize, vetrianary world, 9(10) : 1107-1112.
Deda Sirilia, Sutan Dillak SYFG, Sabtu B. 2016. pengaruh kombinasi tepung labu kuning, tepung daun kelordan minyak kelapa dalam ransum terhadap kualitas daging ayam broiler. Jurnal nucleus peternakan. 3(1):53-60.
Dewi SHC. Kualitas kimia daging ayam kampung dengan ransum berbasis kosentrat broiler. Jurnal Agri Sains 4(6): 42-49
Garcia-Ferrer FJ, Schwab IR, Shetlar DJ. 2010. Konjugtiva Dalam: Vaughan And Asbury. Oftalmologi Umum. Edisi 17. Jakarta: EGC, 97-118.
Hartono E, Iriyanti N, Santosa RSS. 2013. Penggunaan pakan fungsional terhadap daya ikat air, susut masak dan keempukan daging ayam broiler. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1 (1): 10-19.
Komariah. (2009). Aneka Olahan Daging Sapi. Depok. Agromedia pustaka.
Kususiyah, Santoso Urip, Etrias Rian. 2009.Studi Penggunaan Talas (Colocasiaesculenta) Dalam Ransum Terhadap Produksi Telur Itik Talang Benih. Jurnal Sains Peternakan Indonesia. .4(2).
Lawrie RA. 2003. Ilmu Daging. Universitas Indonesia. Jakarta.
Lyon BG, Smith DP, Lyon CE, Savage EM. 2004. Effects of diets and feed with –drawl on the sensory descriptive and instrumental profils of broiler breast fillets, Poultry Sci. 83:275-281.
Maruddin F. 2004. Kualitas daging sapi asap pada lama pengasapan dan penyimpanan. Jurnal sains dan teknologi 4(2):83-90
Mega Olfa, Being Brata, Johan Setianto. 2016. penggantian sebagian ransum komersil oleh jagung dan pengaruhnya terhadap kualitas fisik daging. Fakultas peternakan universitas jambi.
National Research Council (NRC). 1994. Nutrient Requirement Of Polutri, 9th Revised Edition. National Academy Press, Washington DC.
Nuraga Y, Alfian, Sompie N, Florencia, Kowel H.S Yodhie, Regar N. 2018. Pengaruh Penggantian Sebagian Jagung Dengan Silase Kulit Pisang Kapok (Musa Paradisiacal Forrmatypica) Dalam Ransum Terhadap Performance Ayam Broiler. Jurnal zotek. 38(1):244-252.
Ockerman HW. (1983). Chemistry of Meat Tissue. 10th Edit. Dept. of animal Science.The Ohio State University and The Ohio State Agiultural Research and Departement Centre, Ohio
.
Osfar S. 2008. Efek Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Pakan Terhadap Penampilan Produksi Ayam Pedaging. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner. Malang (Id):
Person AM, Young RB. 1971. Meat and Biochemistry. Academy Press Inc., California.
Prayogi HS. 2007. pengaruh penggunaan minyak kelapa dalam ransum terhadap konsumsi pakan, peningkatan bobot badan, konversi pakan, dan karkas ayam broiler periode finisher. Jurnal ternak tropika 79(2): 18-27
Purnamasari E, Zulfahmi M, Midhayati I. 2012. Sifat fisik daging ayam petelur afkir yang direndam dalam ekstrak kulit nenas(ananas comosus l. Merr) dengan kosentrasi yang berbeda. Jurnal peternakan 9(1):1-8
Rini et al,. 2019. Pengaruh Perbedaan Suhu Pemeliharaan Terhadap Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler Fase Finisher. Vol 14 No 4 Edisi Oktober-Desember 2019.
Scott ML, Nesheim MC, Young RJ. 1982. Nutrition of chicken. ML scott and Asociates publishers, Ithaca, NY.
Scot, ML, Nesheim MC,.Young RJ. 1982. Nutritions of The Chickens. Second Ed. M. L. Scott and Associates Ithaca, New York.
Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan Ke-4. Gadjha Mada Universyti Press, Yogyakarta
Steel RGD,Torrie JH. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistik(Pendekatan Biometrik) Penerjemah B. Sumantri. Gramedia Pustaka Jakarta.
Sutardi T. 1997. Peluang dan Tantangan Pengembangan Ilmu-Ilmu Nutrisi Ternak. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Nutrisi. Fapet IPB. Bogor.
Talha E. 2013. I The use of Moringa oelifera in poultry diets, Turkish jurnal of vetrianary and animal 37:492-496.
Taran SY, Ballo VJ, Sinlae M. 2015. Pengaruh pemberian Tepung Bonggol Pisang dan Tepung Daun Kelor Sebagai Pengganti Jagung Terhadap Warna, Rasa dan Keempukan Daging Ayam Broiler. Jurnal Nukleus Peternakan.
Tillman, Hartadi, Reksohadiprojo, Prawirakusumo dan Lebdosoekodjo. 1986. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Van Laack RLJM, Liu CH, Smith MO, Loveday HD. 2000. Characteristic of pale soft, exudativebroiler breast meat. Poultry Sci 79:1057-1061.
Winarso D. 2003. Perubahan karateristik fisik akibat perbedaan umur, macam otot, waktu dan temperatur perebusan pada daging ayam kampung. J. Indon. Trop. Anim. Agric, 28(3): 119-132










