Pengaruh Penggunaan Tepung Biji Asam Terfermentasi Dalam Ransum Terhadap Konsumsi Dan Kecernaan Protein Dan Energi Pada Babi Grower-Finisher
The Effect Of The Use Of Fermented Tamarind Seed Meal In The Diet On Consumption And Digestibility Of Protein And Energy Digestibility Of Grower-Finisher Pigs
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i3.847Keywords:
ternak babi, tepung biji asam terfermentasi, konsumsi, kecernaan protein, energi.Abstract
ABSTRAK
Suatu penelitian tentang biji asam bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung biji asam terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi dan kecernaan protein dan energi pada babi fase grower-finisher. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor babi yang berumur 3-4 bulan dan berat badan 23-50kg (KV = 21,72%), terdiri dari 3 jantan kebiri dan 9 betina. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan terdiri dari R0: ransum tanpa tepung biji asam terfermentasi (kontrol), R1: ransum mengandung 15% tepung biji asam terfermentasi, R2: ransum mengandung 20% tepung biji asam terfermentasi, R3 ransum mengandung 25% tepung biji asam terfermentasi. Variabel yang diteliti adalah konsumsi dan kecernaan protein dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein dan energy, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05)Â terhadap kecernaan protein dan energi. Disimpulkan bahwa pemberian tepung biji asam terfermentasi berpengaruh meningkatkan konsumsi protein kasar dan konsumsi energi akan tetapi tidak mempengaruhi tingkat kecernaan protein dan energy.
Kata kunci: ternak babi, tepung biji asam terfermentasi, konsumsi, kecernaan protein, energi
Â
ABSTRACT
A study on tamarind seeds aims to determine the effect of the use of fermented tamarind seed meal in the diet on consumption and digestibility of protein and energy of grower-finisher pigs. The material used in this study were 12 pigs aged 3-4 month with body weight of 23-50kg (CV=21,72%) consisting of 3 castrated males and 9 females. The design used was a Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments used consisting of R0: diet without fermented tamarind seed meal (control), R1: ration containing 15% fermented tamarind seed meal, R2: ration containing 20% ​​fermented tamarind seed meal, R3: ration containing 25% fermented tamarind seed meal. The parameters studied were the consumption of protein and energy digestibility. The results of this study showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on protein and energy consumption, but had no significant effect (P>0.05) on protein and energy digestibility. It was concluded that the administration of fermented tamarind meal had an effect on increasing crude protein and energy consumption but did not affect on the protein and energy digestibility.
Keywords: pigs, fermented seed tamarind meal, consumption, digestibility, protein and energy
References
Andi, Noor warisah Z., 2015. Pengaruh Penggunaan Saccharomyces cerevisiae Pada Pakan Sebagai Probiotik Terhadap Pertumbuhan Bobot Badan, Konsumsi Pakan. Skripsi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin.
Bana, T. 2017. Nilai Ekonomi Penggunaan Pollard Dalam Pakan Komersial Babi Peranakan Landrace Fase Pertumbuhan. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Geradus, Kamilus Joly Son., 2017. Pengaruh Penggantian Kacang Hijau Dengan Biji Asam Terfermentasi Terhadap Karkas, Lemak Abdominal Dan Kolestrol Ayam Broiler. Jurnal Nukleus Peternakan. Universitas Nusa Cendana ISSN: 2355-9942.
Ly dan Likadja, R. D. H. 1998. Suplementasi Tepung Biji Asam dan Tepung Ikan Dalam Ransum Basal Yang Terdiri Dari Limbah Pengolahan Minyak Kelapa di Kelurahan Bakunase, Kota Madya Kupang. Jurnal Ilmiah Fapet- Undana. Kupang.
Ly, J., O. Sjofjan, I. H. Djunaidi and S. Suyadi. 2017. Effect of processing methods on nutrient and tanin content of tamarind seeds. Journal of Agricultural Science and Technology A 7 (2017) 346-350. doi: 10.17265/2161-6256/2017.05.006.
Ly, J., O. Sjofjan, I. H. Djunaidi and S. Suyadi. 2017. Effect of Supplementing Saccharomyces cerevisiae into low quality local-based feeds on performance and nutrient digestibility of late starter local pigs. Journal of Agricultural Science and Technology A 7 (2017) 346-350.doi: 10.17265/2161-6256/2017.05.006.
Ly, J dan Kallau N.H.G. 2014. Pengaruh Suplementasi Saccharomyces cerevisiae Sebagai Probiotik Dalam Pakan Berbasis Pakan Lokal Terhadap Performan Dan Kecernaan Nutrisi Pada Babi Lokal Fase Starter. Jurnal Kajian Veteriner Vol. 2 No. 2 : 111-118. I SSN: 2356-4113.
Melita, S. N, 2018. Pengaruh Tepung Azolla microphylla Terfermentasi dalam Pakan terhadap Penggunaan Protein pada Ayam Kampung Persilangan. Jurnal Peternakan Indonesia, ISSN 1907-1760 E-ISSN 2460-6626.
Moi, M.A. 2019. Pengaruh Penggunaan Konsentrat Sierad Dalam Pakan Lokal Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Protein dan Energi pada Ternak Babi Pernakan Landrace. Skirpsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang 2019.
National Research Council. 1979. Nutrition Requirement of Swine Nutrition Requirement of Domestic Animal. 8 th Revised. National Academy of Science, Washington DC US.
Niken, Indriana Sari. 2018. Pemanfaatan Biji Asam Jawa ( Tamarindus Indica L.) Sebagai Biokoagulan Dalam Pengolahan Limbah Cair Indutri Tekstil.
Nurhayati Nurhayati, 2019. Efisiensi Protein Ayam Broiler yang Diberi Ampas Tahu Fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Ilimiah Ilmu- Ilmu Peternakan Vol. 22 No 2 November 2019:95-106 eISSN: 2528 0805 pISSN: 14107791.
Radempta, Wea., 2019. Effect of Length of Soaking and Fermentation Using Palm Juice on Nutrient Content of Famarind seeds.Pakistan journal of Nutrition. 18 (8): 704-710.
Radempta, Wea., 2020. Kualitas Nutrisi dan Anti Nutrisi Pakan Cair fermentasi Berbahan Biji Asam.Program Studi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Kupang. ISSN 1907-1760 E-ISSN 2460-6626 Accredited: 14/E/KPT/2019.
Sembiring, S. Sanam, M. U. E, Suryani N. Nengah. 2010. Pemanfaatan Tepung Biji Asam Timor Dalam Ransum Yang Disuplementasi Probiotik Pada Babi Fase Stater Sampai Grower. Laporan Penelitian, Lembaga Penelitian– Undana Kupang.
Sihombing, D.T.H. 2006.Ilmu Ternak Babi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sinaga, S., dan S. Martini 2011. Pengaruh pemberian berbagai dosis curcurminoid pada peranakan babi Landrace. Jurnal Ilmu Ternak, 10(2):95-110.
Tangu, et al., 2015. Evaluasi Potensi Nutrisi Biji Asam (Tamarindus Indica) Hasil Fermentasi Dengan Saccharomyces cerevisiae Sebagai Pakan Babi Induk. Jurnal Nukleus Peternakan 2(1):75 - 82
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tulung, C,J.F, Umboh, F.N, Sompie, Ch dan J. Pontoh.2015. Pengaruh Penggunaan Virgin Cocounut Oil (VCO) Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Energi Dan Protein Ternak Babi Fase Grower. Jurnal Zootek (“Zootek†Journal) Vol. 35 No. 2:319-327. Fakultas Peternakan Universitas
Ullu, YT. 2011. Pengaruh penggunaan tepung biji asam dan probiotik dalam pakan terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik babi peranakan landrance umur sapihan. Skripsi. Fapet Undana.
Umiyasih U, Aggraeni YN. 2008. Pengaruh fermentasi Saccharomyces cerevisiae terhadap kandungan nutrisi dan kecernaan ampas pati aren (Arenga pinnata Merr). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Grati, Pasuruan.
Zulfanita, Roisu Erny, M, Dyah Panuntun Utami. 2011. Pembatasan Ransum Berpengaruh terhadap Pertambahan Bobot Badan Ayam Broiler pada Periode Pertumbuhan










