Konsumsi dan kecernaan protein kasar dan serat kasar sapi bali jantan sapihan yang disuplementasi pakan konsentrat kulit pisang terfermentasi

Authors

  • Alxen Mefi Boset Umbu Dassa
  • Yohanis Umbu Laiya Sobang
  • Marthen Yunus

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v1i1.94

Keywords:

Banana peel, fermented, concentrate, intake, digestibility, crude protein, crude fiber, Bali Cattle

Abstract

The aim of this study was asses the effect of concentrate level containing banana peel fermented on  intake and digestibility of crude protein and crude fiber on male Bali cattle. Three male cattle were used in this study following Latin square Design (LSD) (4x4), consisted of 4 treatments and 4 periods as replication. The three treatment were P0 = local feeds consisted of (Leucaenaleucocephala) as commonly used by local farmers + 1kg concentrate without fermented banana peel, P1 = local feeds as commonly used by local farmers + 1 kg concentrate contains 10% banana peel fermented, P2 = local feeds as commonly used by local farmers + 1 kg concentrate contains 20% banana peel, P3 = local feeds as commonly used by local farmers + 1 kg concentrate contains 30% banana peel fermented. Data collected were subjected to Analysis of variance (ANOVA) procedure.The research result that the treatmant was significant effect (P<0.05) on  crude protein and crude fiber but not significant (P>0.05) on crude protein and crude fiber digestible. Conclusion of this research is improving to intake and digestible crude protein and crude fiber ration male Bali cattle with added 20% ferment banana peel.

References

Astuti A, Agus A, Budi SPS. 2009. The effect of high quality feed supplement addition on the nutrient consumption and digestibility of early lactating dairy cow, Buletin Peternakan 33 (2): 81-87.

Awawdeh MS, Obeidat BS. 2013. Treated olive cake as a non-forage fiber source forgrowing awassi lambs: effects on nutrient intake, rumen and urine Ph, performance, and carcass yield. Asian Aust J Anim Sci. 26 (5) : 661-667. Ariwibawa GPIM, Mudita AAPP, Wibawa dan Wirawan IW. 2015. Penampilan sapi Bali yang diberi ransum berbasis limbah pertanian terfermentasi inokulan cairan rumen dan rayap. 3 : 44 – 59

Bureenok S, Yuangklang C, Vasupen K, Schonewille JT, Kawamoto Y. 2012. The effects of additives in napier grass silages on chemical composition, feed intake, nutrient digestibility and rumen fermentation. Asian Aust J Anim Sci. 25 (9) : 1248-1254.

de Carvalho da MC, Soeparno,Ngadiyono N. 2010. Pertumbuhan dan produksi karkas sapi peranakan ongole dan simental peranakan ongole jantan yang dipelihara secara feedlot. Buletin Peternakan. 34 (1) : 38-46.

Fattah S.2012. Produktivitas Ternak Sapi Bali. Penerbit The Phinisi Press Yogyakarta. ISBN: 978-602-98163-3-4

Garcia ACL, Valiati VH, Gottschalk MS, Rohde C, Valente VLS. 2008. Two decades of colonization of the urban environment of Porto Alegre, southern Brazil, by Drosophila paulistorum (Diptera, Drosophilidae) 98 (3) : 329-338. Guntoro S. 2008. Membuat Ransum Ternak Dari Limbah Perkebunan. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Hery S, Setiawan H, Budinuryanto DC, Fitriani A, Ramdani D. 2016. Pengaruh imbangan hijauan dan konsentrat pakan komplit terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi pakan domba. Jurnal Ilmu Ternak. 16 No. 1 : 31 – 35.

Hernaman I, Budiman A, dan Ayuningsih B. 2008. Pengaruh penundaan pemberian ampas tahu pada domba yang diberi rumput gajah terhadap konsumsi dan kecernaan. Jurnal ilmu ternak. 8 (1) : 1 – 6.

Howard RL, Abotsi E, Rensburg ELJV. 2003: Lignocellulose biotechnology: issues of bioconversion and enzyme production. African Journal of Biotechnology, 2 (12) : 602-619.

Koddang MYA. 2008. Pengaruh tingkat pemberian konsentrat terhadap daya cerna bahan kering dan protein kasar ransum pada sapi Bali jantan yang mendapatkan rumput raja. J. Agroland. 15 (4) : 343 - 348.

Maynard LA, Loosly JK. 1979. Animal Nutrition 6 th Ed. Mc. Graw - Hill Book Co Inc, New York.

Nugraha IKP, Sumadi IK, Mudita IM , Wirawan IW. 2015. Kecernaan bahan kering dan nutrien ransum sapi Bali berbasis limbah pertanian terfermentasi inokulan dari cairan rumen dan rayap. Peternakan Tropika . 3 : 244 – 258 Pamungkas D, Mariyono, Antari R.dan Sulistya T.A. 2013. Imbangan pakan serat dengan penguat yang berbeda dalam ransum terhadap tampilan sapi peranakan Ongole jantan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner: 107-115.

Parakkasi A.1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. UI Press. Jakarta.

Paramita WL, Susanto WE, dan Yulianto AB. 2008. Konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik dalam haylase pakan lengkap ternak sapi peranakan Ongole. Media Kedokteran Hewan. 24 (1) : 59-62

Piepenbrink MS, Schingoethe DJ. 1998. Ruminal degradation, amino acid composition, and estimated intestinal digestibilities of four protein supplements. J Dairy Sci. 81: 454–461.

Perez J, Munoz-Dorado J, De la Rubia T, dan Martinez J. 2002. Biodegradation and biological treatments of cellulose, hemicellulose and lignin: an overview. Int Microbiology. 5 : 53-63.

QotimahS. 2000. Pemanfaatan limbah kulit pisang untuk pakan unggas. Laporan Penelitian Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu.

Suhartanto B, Kustantinah, Padmowijoto S. 2000. Degradasi in sacco bahan organik dan protein kasar empat bahan pakan diukur menggunakan kantong inra dan rowett reseach institute. Buletin peternakan 24 (2).

Sumadi, Subrata A,Sutrisno. 2017. Produksi protein total dan kecernaan protein daun kelorsecara in vitro. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 12 (4) : 419-423.

Sobang YUL, 2005. Kinerja fisologis, hematologis dan produksi sapi Bali penggemukan yang diberi pakan konsentrat berbasis pakan lokal. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan Undana Kupang.

Steel RGD, dan Toorie JH. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik. Ed 2 Cet 2. Alih Bahasa oleh Bambang Sumantri. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Tillman AD, Hartadi H, Reksohadiprodjo S, Prawirokusumo S, Lebdosoekojo

S. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Ed Ke -7. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Thaariq SMH. 2017. Pengaruh pakan hijauan dan konsentrat terhadap daya cerna pada sapi Aceh jantan. Genta Mulia. 8 (2) : 78 – 89.

Thiasari N, Setiyawan AI. 2016 Complete feed batang pisang terfermentasi dengan level protein berbeda terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organikdan TDN secara in vitro. J. Ilmu-Ilmu Peternakan 26 (2):67 – 72. Wati NE, Achmadi J, Pangestu E. 2012. Degradasi nutrien bahan pakan limbah pertanian dalam rumen kambing secara in sacco. Animal Agriculture Journal. 1. hal 486.

Wina E. 2005. Teknologi pemanfaatan mikroorganisme dalam pakan untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia di Indonesia. Sebuah review. Wartazoa 15 (4) : 173-186.

Van Soest PJ. 2006.Rice straw the role of silica and treatment to improve quality. J. Anim. Feed Sci. Tech. 130: 137–171.

Downloads

Published

2019-03-31

How to Cite

Dassa, A. M. B. U. ., Sobang, Y. U. L. ., & Yunus, M. . (2019). Konsumsi dan kecernaan protein kasar dan serat kasar sapi bali jantan sapihan yang disuplementasi pakan konsentrat kulit pisang terfermentasi. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(1), 24–33. https://doi.org/10.57089/jplk.v1i1.94

Issue

Section

Articles