Korelasi Fenotip Sifat Bobot Badan Ayam KUB yang Diberi Pakan Tepung Feses Sapi Terfermentasi
Phenotype Corelationof Body Weight of KUB Chicken Fed Fermented Cow Feces Flour Feed
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i2.968Keywords:
body weight, correlation, fermented beef fecce, kub chikenAbstract
Tujuan dari penelitian untuk mengetahui korelasi bobot badan ayam KUB dari umur 4 minggu sampai 10 minggu yang diberi pakan tepung feses sapi terfermentasi. Penelitian ini menggunakan DOC Ayam KUB. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Pakan perlakuan terdiri dari R0=kontrol, R1=10% tepung feses sapi terfermentasi, R2=20% tepung feses sapi terfermentasi, R3=30% tepung feses sapi terfermentasi. Variabel yang diukur yaitu bobot badan ayam KUB umur 4, 6, 8 dan 10 minggu. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan data korelasi bobot badan menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung feses sapi terfermentasi dalam ransum memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap sifat pertumbuhan bobot badan dari umur 4 minggu sampai10 minggu, rataan bobot badan tertinggi pada R1 dengan level tepung feses sapi terfermentasi 10%. Korelasi bobot badan yang tinggi diperoleh antara bobot badan 8 minggu dengan bobot badan 10 minggu. Tepung feses sapi terfermentasi dapat mensubstitusi ransum basal sampai level 30%, dengan level terbaik 10%. Adanya hubungan yang sangat erat (Positif tinggi) antar kelompok umur  dari semua perlakuan dan seleksi terhadap bobot badan dapat dilakukan umur 4 minggu.
Kata kunci: ayam kub, bobot badan, feses sapi terfermentasi, korelasi.
ABSTRACT
The purpose of research is to find out the correlation body weights of KUB chickens from 4 weeks to 10 weeks of age fed fermented cow feces flour (FCFF). This study used DOC KUB chicken. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates. The treatment feed consisted of R0= control, R1 = control + 10% FCFF, R2= control + 20% FCFF, R3= control + 30% FCFF. The variables measured were the body weight of KUB chickens aged 4, 6, 8and 10 weeks. Data were analyzed using ANOVA (SPSS) and subsequently, body weight correlation data using correlation analysis. The results showed that the use of FCFF has a real effect (P<0,05) on growth characteristics from the age of 4 weeks to 10 weeks, a high body weight correlation was obtained between body weight at 8 weeks of age and 10 weeks old body weight. The FCFF can replace the basal ration up to level 30%, with the best level of 10%. There is a close relationship (high positive) in all treatments and age group every week. Selection of body weight can be done at the age of 4 weeks.
Â
References
Amrullah, I. K. (2003). Nutrisi Ayam Petelur. In Lembaga Satu Gunung Budi, Bogor.
Brandsch. 1981. (1981). Gefluegelzucht. 2nd ed. In VEB Deutscher Landwirtschaftsverlag.
Fumihito, A., Miyake, T., Takada, M., Shingu, R., Endo, T., Gojobori, T., Kondo, N., & Ohno, S. (1996). Monophyletic origin and unique dispersal patterns of domestic fowls. Proceedings of the National Academy of Sciences, 93(13), 6792–6795.
Hafid, H. (1988). Kinerja produksi sapi Australian Commercial Cross yang dipelihara secara feedlot dengan kondisi bakalan dan lama penggemukan berbeda.
Harianti.Y, E. K. dan C. M. . L. (2015). Pendugaan Bobot Badan Menggunakan Ukuran-ukuran Tubuh pada Domba Wonosobo. Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol., 10(1).
IK, A. (2004). Nutrisi Ayam Pedaging. In Lembaga Satu Gunung Budi: Bogor.
Koentjoko, S. dan. (1990). Industri Makanan Ternak. In Malang: Universitas Brawijaya Press.
Kompyang, I. (2000). Meningkatkan Mutu Bahan Pakan Lewat Fermentasi. Prosiding Seminar Nasional “Pengembangan Teknologi Pertanian Ramah Lingkunganâ€. In Kerja Sama Puslitbang Ekonomi Pertanian-Bogor dengan IP2TP Denpasar. Denpasar: 8-9 Maret 2000.
Nawawi, N. T., dan N. (2011). Pakan ayam kampung. Penebar Swadaya. In Jakarta (Indonesia).
Nawawi NT, N. S. (2015). Pakan ayam kampung. In Jakarta (Indonesia): Penebar Swadaya.
North, M. D, and D. D. B. (1990). Commercial Chicken Production Manual. Second Edition. In Second Edition. The Avi Publishing Co. Inc. Wesport, Conecticut.
Pramual P, Meeyen, wongpakam, K. (2013). Genetic diversity of thai native chicken inferred from mitocondrial DNA sequences. trop nat hist., 13, 97–106.
Rasyaf, M. (2006). Beternak Ayam Kampung. In Penebar Swadaya. Jakarta.
Rasyaf, M. (2011). Panduan Beternak Ayam Pedaging. In Penebar Swadaya. Jakarta.
Sari ML, Tantalo S, N. K. (2017). Performan ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak) periode grower pada pemberian ransum dengan kadar protein kasar yang berbeda. J Riset Inovasi Peternakan., 1(36–41).
Sidadolog, J. H. P. dan T. Y. (2011). Pengaruh Konsentrasi Protein-Energi Pakan Terhadap Pertambahan Berat Badan, Efisiensi Energi dan Efisiensi Protein Pada Masa Pertumbuhan Ayam Merawang. Anim. Prod., 11, 15–22.
Siregar, A. P. (1980). Teknik Berternak Ayam Pedaging di Indonesia. In Merdie Group: Jakarta.
Sugiarto, B. (2008). Performa ayam broiler dengan pakan komersial yang mengandung tepung kemangi (Ocimum basilicum). In Skripsi Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Torrie, S. dan. (1993). Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol. Desember2019 e-ISSN:2598-3067, 3(3), 14–19.
Urfa, S., H. Indrijani, dan W. T. (2017). Model Kurva Pertumbuhan Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Umur 0-12 Minggu. In Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Jatinagor.
Utomo, B. N., & Widjaja, E. (2004). Limbah padat pengolahan minyak sawit sebagai sumber nutrisi ternak ruminansia. Jurnal Litbang Pertanian, 23(1), 22–28.
Wahju, J. (1988). Ilmu Nutrisi Unggas. In Penerbit Gadjahmada University Press, Yogyakarta. BIBLIOGRAPHY m Wal95 l 1033.
Wahju, J. (2004). Ilmu Nutrisi Unggas. Cetakan ke-V. In Gadjah Mada University Press.
Wihandoyo, M. H. 1986. (1986). Ayam Buras pada Kondisi Pedesaan (Tradisional) dan Pemeliharaan yang Memadai. In Temu tugas sub-sektor Peternakan di Sub-Balai Penelitian Ternak Klepu, Bekerja sama dengan Balai Informasi Pertanian Ungaran Serat Dinas Peternakan Propinsi Jawa Tengah.
Yunus. (1987). Teknik Membuat dan Memanfaatkan Unit Gas Bio. In Gadjah Mada University Press, Yogyakarta .
Zainal, T. Sartika, D. Z. dan K. (2012). Persilangan pada ayam lokal (Kub, Sentul, Gaok) untuk meningkatkan produksi daging unggas nasional. In Workshop Nasional Unggas Lokal. Balai Penelitian Ternak.










