Pengaruh penggunaan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) terfermentasi sebagai pengganti kacang hijau dalam pakan terhadap kecernaan nutrisi ayam broiler
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i2.216Keywords:
ayam broiler, semak bunga putih dan kecernaanAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) terfermentasi sebagai pengganti kacang hijau dalam pakan terhadap kecernaan nutrisi ayam broiler.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum yang digunakan terdiri dari jagung, dedak gandum, konsentrat, kacang hijau, tepung daun semak bunga putih terfermentasi, tepung ikan, minyak kelapa dengan formula sebagai berikut: R0 = Ransum tanpa tepung daun semak bunga putih terfermentasi (TDSBPT) ; R1 = Ransum yang mengandung 20% TDSBPT sebagai pengganti kacang hijau ; R2 = Ransum yang mengandung 40% TDSBPT sebagai pengganti kacang hijau ; R3 = Ransum yang mengandung 60% TDSBPT sebagai pengganti kacang hijau; Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung semak bunga putih sebagai pengganti kacang hijau dalam ransum memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein kasar, namun tidak berpengaruh nyata (P<0,01) pada kecernaan bahan kering, serat kasar dan energi.
Kata Kunci: ayam broiler, semak bunga putih dan kecernaan
The purpose of the study was to determine the effect of fermented Chromolaena odorataleaf meal as substitution of greenpeal meal in broiler ration on digestible nutrient of broiler. Ration as used consisted corn, wheat bran, concentrate, greenpeal, Chromolaena odorataleaf meal, fish meal and coconut oil. The research design used was Completely Randomized Design with four treatments and five replicates. The treatments were as follow: R0. Ration without fermented Chromolaena odorataleaf meal, R1. Ration with 20% fermented Chromolaena odorataleaf meal as substitution of greenpeal meal; R2. Ration with 40% fermented Chromolaena odorataleaf meal as substitution of greenpeal meal; and R3. Ration with 60% fermented Chromolaena odorataleaf meal as substitution of greenpeal meal. The results of statistical analysis showed that the use of fermented Chromolaena odorataleaf meal as substitution of greenpeal meal had significant effect (P<0.05) on digestible of coarser protein, however no significant effect ( P>0,01) on digestible of dry materials, fibre coarser and energy. Keywords: broiler, white flower (Chromolaena odorata) and digestible
References
Akinmoladun AC, Obuotor EM, Farombi EO. 2010. Evaluation of antioxidant and free radical scavenging capacities of some Nigerian indigenous medicinal plants. J. Med. Food 13: 444-451.
Aro, S. O., I. B. Osho, V.A. Aletor and O.O. Tewe, 2009. Chromolaena odorata in Livestock Nutrition. Journal of Medicinal Plants Research Vol. 3(13), pp. 1253-1257.
Belewu, M. A. and R. Sam, 2010. Solid state fermentation of kernel cake: proximate composition and antinutritional components. Journal of Yeast and Fungal Research 1(3) :44-46
Blair G.J, Ensiminger M.E, Heinemman W.W. 1990. Poultry meat feed and nutrition. 2nd Ed The Ensminger Publishing Company. California.
Direktorat Jenderal Peternakan. 2001. Statistik Peternakan Indonesia. Departemen Pertanian. Jakarta
Ekenyem BU, Obih TKO, Odo BI and Mba FIA. 2010. Performance of finisher broiler chicks fed varying replacement levels of chromolaena odorataleaf for soyabean meal. Pakistan Journal of Nutrition 9 (6): 558-561
Han BZ, Ma Y, Rombouts FM and Robert Nout MJ. 2003. Effects of Temperature and Relative Humidity on Growth and Enzyme Production by Actinomucor elegans and Rhizopus oligosporus During Sufu pehtze Preparation.Laboratory of Food Microbiology, Wageningen University, PO Box 8129, 6700 EV Wageningen, The Netherlands.
Haryono. 2014. Pemberian sinbiotik ubi jalar merah dan ragi tape pada periode berbeda terhadap kecernaan nutrien dan energi termetabolis pada ayam broiler. Skripsi. Fapet IPB. Bogor
Irawan I, Sunarti D dan Mahfudz LD. 2012. Pengaruh pemberian pakan bebas pilih terhadap kecernaan protein burung puyuh (Cotunix cotunix japonica). Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Animal Agliculture Journal. 1(2): 238-245
Mahfudz LD, Sarengat W, Prayitno DS, dan Atmomarsono U. 2004. Ampas Tahu yang Difermentasi dengan Laru Oncom sebagai Pakan Ayam Ras Pedaging. Dalam: Seminar Nasional Kebangkitan Teknologi Peternakan dan Veteriner. Fakultas Peternakan. Universitas Diponegoro. hal. 479 – 485.
Muis H, Mirnawati dan Martaguri I. 2010. Pemanfaatan ampas susu kedelai fermentasi sebagai pengganti protein bungkil kedelai dalam ransum broiler. Jurnal Embrio. 3 : 89 – 97.
Mohiti-Asli M, Shivazad M, Zaghari M, Rezaian M, Aminzadeh S, and Mateos GG. 2012. Effects of feeding regimen, fiber inclusion, and crude protein content of the diet on performance and egg quality and hatchability of eggs of broiler breeder hens. Poultry Science. 91: 3097-3106.
Ngozi I.M, Jude I.C, and Catherine I.C. 2009. Chemical Profile of Chromolaena odorata L. (King and Robinson) Leaves. Pakistan Journal of Nutrition. 8(5):523
Rambet V, Umboh JF, Tulung YLR, Kowel YHS. 2016. Kecernaan protein dan energi ransum broiler yang menggunakan tepung maggot (hermetia illucens) sebagai pengganti tepung ikan. J Zootek 36(1):13-22
Rasyaf M. 2004. Bahan Makanan Unggas Indonesia . PT. Kanisius Yogyakarta
Rompas R, Tulung B, Mandey JS, Regar M. 2016. Penggunaan eceng gondok (eichhornia crassipes) terfermentasi dalam ransum itik terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Jurnal Zootek36(2): 372-378
Safari O, Farhangi M, Carter Ch, Yakhchali B, Bai S and Sangatash MM. 2012. Studyon the the effect of solid state fermentation with aspergilus niger on antinutritional factors of conola protein concentrate with aim of using in the diet of rainbow trout (oncorhynchus mykiss). The 1th International and the 4th National Congress on Recycling of Organic Waste in Agriculture 26 –27 April 2012 in Isfahan, Iran.
Sagala N.R. 2009. Pemanfaatan Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) terhadap Pertumbuhan dan IOFC dalam Ransum Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japanico) Umur 1 sampai 42 Hari. Skripsi Fakultas Peternian, Univversitas Sumatera Utara.
Sahara E, Raudhaty E, Maharany F. 2012. Performa Ayam Broiler dengan Penambahan Enzim Fitase dalam Ransum. Jurnal Peternakan Sriwijaya (JPS) 1(1): 34-40
Saputra PH, Sjofjan O, dan Djunaidi IH. 2001. Pengaruh penambahan fitobiotik meniran(Phyllanthus niruri,L.) dalam pakan terhadap kecernaan protein kasar dan energi metabolis ayam pedaging. Universitas Brawijaya. Malang.
Steel, R.G.D and J.H Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika (Pendekatan Biometrik) Penerjemah B. Sumantri. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Sukaryana Y,Atmomarsono U, Yunianto VD, dan Supriyatna E. 2011. Peningkatan nilai kecernaan protein kasar dan lemak kasar produk fermentasi campuran bungkil inti sawit dan dedak padi pada broiler. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan 1:167-172
Tanuwijaya,L.K, Nawangsari, A.P.G, Ummi, I.I, Kusuma, T.S, Ruhana, A. 2016. Potensi “KHiMeLor†sebagai Tepung Komposit Tinggi Energi Tinggi Protein Berbasis Pangan Lokal.Indonesian Journal of Human Nutrition, Vol.3 No.1 Suplemen: 71-79
Widodo AR, Setiawan H, Sudiyono, Sudibya dan Indreswari R. 2013. Kecernaan nutrient dan performan puyuh (Coturnix coturnix japonica) jantan yang diberi ampas tahu fermentasi dalam ransum. Tropical Animal Husbandry. 2 (1): 51-57










