Pengaruh Level Tepung Bonggol Pisang Hasil Fermentasi dalam Pakan Kosentrat dengan Imbuhan Zn Biokompleks terhadap Konsumsi, Kecernaan Betn dan Energi Sapi Bali Penggemukan

Effect of Level of Fermented Banana Hump Flour In Concentrate Feed With Added Zn-Biocomplex on Consumption of Digestibility and Energy of Fattening Bali Cattle

Authors

  • Sintus Umbu Saingu Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Marthen Yunus Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Gusti A. Y. Lestari Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Keywords:

Fermentasi, konsumsi dan kecernaan, Konsentrat, Tepung Bonggol Pisang, Sapi Bali Penggemukan

Abstract

The purpose of this study was to determine effect of level of fermented banana hump flour in concentrate feed with   added zn-biocomplex on consumption of  digestibility and energy of fattening bali cattle. The livestock used in this study were 4 bulls at the age range of 1.8-2 years with a body weight range of 135-164,5 kg, an average of 144.75 kg and CV 5.12%. This study used a latin square design (LSD) with 4 treatments and 4 periods as replications. The treatment in this study: P0 = local feed by farmer pattern + concentrate(control), P1 = local feed by farmer pattern + concentrate (10% substitution of rice bran-10% milled corn with 20% FBHM),  P2 = local feed by farmer pattern + concentrate (20% substitution of rice bran-20% milled corn with 40% FBHM), P3 = local feed by farmer pattern + concentrate (30% substitution of rice bran-30% milled corn with 60% FBHM). The data obtained were analyzed using   analysis of variance (ANOVA). The results showed that the average intake of NFE (g/e/h) (P0 = 1,63±0,75, P1 = 1,66±0,35, P2 = 1,74±0,17, P3 = 1,67±0,74), energy consumption (gr/e/h P0 = 14.630±679,  P1 = 14.990±649, P2 = 15.650±620, P3 = 14.850±570, digestibility nitrogen free extrac (%) (P0 = 76,40±6,73, P1 = 75,99±8,71, P2= 75,22±6,80, P3 = 73,13±4,87 and energy consumption P0 = 71,12±7,59, P1 = 74,09±7,21, P2 = 76,87±5,34, P3 = 74,41±6,36. The results of statistical analysis showed that the treatment had no significant effect (R> 0.05) on the digestibility intake of NFE and the energy of Bali cattle for fattening the farmers pattern. The conclusion of this study is that substitution of energy source feed ingredients with FBHM in concentrate feed and Zn-biokompleks additives have the same effect between treatmenst on NFE digestibility intake and energy for fattening bali cattle and FBHM is able to substitute 30% rice bran and 30% milled corn in feed concentrate. 

 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level tepung bonggol pisang hasil fermentasi dalam pakan kosentrat dengan imbuhan zn biokompleks terhadap konsumsi kecernaan betn dan energi sapi bali penggemukan. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 ekor sapi jantan bakalan pada kisaran umur 1,8-2 tahun dengan kisaran berat badan 135-164,5 kg dengan rataan 144,75 kg dan KV 5,12%. Dalam penelitian ini digunakan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai  ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = Pakan pola peternak + konsentrat (kontrol), P1 = Pakan pola peternak + konsentrat (subtitusi 10% dedak padi-10% jagung giling dengan 20% TBPF), P2 = Pakan pola peternak + konsentrat ( subtitusi 20% dedak padi- 20% jagung giling dengan 40% TBPF), P3 = Pakan pola peternak + konsentrat( subtitusi 30% dedak padi-30% jagung giling dengan 60% TBPF). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam. Dari hasil penelitian diperoleh Konsumsi BETN(kg/e/h) P0 = 1,63±0,75, P1 = 1,66±0,35, P2 = 1,74±0,17, P3 = 1,67±0,74,) Konsumsi Energi (kkal/e/h) P0 = 14.630±679,  P1 = 14.990±649, P2 = 15.650±620, P3 = 14.850±570, Kecernaan BETN (%) P0 = 76,40±6,73, P1 = 75,99±8,71, P2= 75,22±6,80, P3 = 73,13±4,87 dan kecernaan energi P0 = 71,12±7,59, P1 = 74,09±7,21, P2 = 76,87±5,34, P3 = 74,41±6,36. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi kecernaan BETN dan Energi ternak sapi Bali penggemukan pola peternak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu subsitusi bahan pakan sumber energi dengan TBPF dalam pakan kosentrat dan imbuhan Zn-biokompleks memberikan pengaruh yang sama antar perlakuan terhadap konsumsi kecernaan BETN dan Energi sapi bali penggemukan serta TBPF mampu mensubstitusi 30% dedak padi dan 30% jagung giling dalam pakan konsentrat.

Author Biographies

Sintus Umbu Saingu, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Marthen Yunus, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Gusti A. Y. Lestari, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Downloads

Published

2022-05-20

How to Cite

Saingu, S. U. ., Yunus, M. ., & Gusti A. Y. Lestari. (2022). Pengaruh Level Tepung Bonggol Pisang Hasil Fermentasi dalam Pakan Kosentrat dengan Imbuhan Zn Biokompleks terhadap Konsumsi, Kecernaan Betn dan Energi Sapi Bali Penggemukan: Effect of Level of Fermented Banana Hump Flour In Concentrate Feed With Added Zn-Biocomplex on Consumption of Digestibility and Energy of Fattening Bali Cattle. Jurnal Planet Peternakan, 1(1), 56–63. Retrieved from https://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/JPP/article/view/r1437

Issue

Section

Articles