Konsumsi dan Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Sapi Bali Penggemukan yang Diberi Konsentrat Mengandung Tepung Bonggol Pisang Terfermentasi dengan Pakan Basal Pola Peternak pada Tingkat On Farm
Consumption and Digestibility of Crude Protein and Crude Fiber of Fattening Bali Cattle Feed Concentrate Fermented Banana Weevil Flour with Farmer Style Basal Feed at On Farm Level
Keywords:
konsumsi, kecernaan, bonggol pisang terfermentasi, penggemukan, sapi bali, on farmAbstract
The study to determine consumption and digestibility of crude protein and crude fiber of fattening bali cattle fed concentrate containing fermented banana weevil flour with farmer style basal feed at on farm level. Nine Bali bulls 2-2.5 years old with 105-148 kg (average 123,83 kg; CV 14,80%) weight were used with in the study. The study used completely randomized design 3 treatments and 3 replications. The 3 treatments applied were: T0 = on farm feeds + concentrate without fermented banana weevil flour /30% corn meal, T1 = on farm feeds + concentrate contain weevil flour and 10% fermented banana weevil flour and 20% corm meal and T2 = on farm feeds + cocentrate contein 20% fermentad banana 10% corn meal. Data were analyzed using analysis of Variance procedure. Statiscal analysis shows that effect of treament is not significant (P>0.05) on crude protein consumption, crude fiber consumption, crude protein digestibility, and crude fiber digestibility. It can be concluded that giving concentrates containing fermented banana weevil flour up to 20% replace milled corn 66.7% giving the same response as those without replacement on crude protein consumption, crude fiber consumption, crude protein digestibility digestibility. of crude fiber in fattening Bali cattle with basal feed pattern farmer at household / on farm level
Penelitian untuk mengetahui konsumsi dan kecernaan protein kasar dan serat kasar sapi Bali penggemukan yang mengandung tepung bonggol pisang terfermentasi menggunakan probiotik EM4 dengan pakan basal pola peternak telah dilaksanakan di tingkat rumah tangga di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang pada tangal 25 Agustus sampai dengan tangal 31 Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan sapi Bali jantan 9 ekor dengan kisaran umur 2-2,5 tahun dan kisaran berat badan 105-148 kg dengan rata-rata 123,83 kg dan KV=14,80%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) (3X3). Perlakuan (P0 = pakan pola peternak + konsentrat tanpa bonggol pisang terfermentasi 30% jagung giling. P1= pakan pola peternak + konsentrat mengandung 10% tepung bonggol pisang terfermentasi dan 20% jagung giling. P2= pakan pola perternak + konsentrat 20% tepung bonggol pisang terfermentasi dan 10% jagung giling. Variabel yang diukur adalah konsumsi protein kasar (g/e/h ), kecernaan protein kasar (%), konsumsi serat kasar (g/e/h), kecernaan serat kasar (%). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of variance (Anova). Analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein kasar, kecernaan protein kasar, konsumsi serat kasar dan kecernaan serat kasar. Disimpulkan bahwa pemanfaatan pakan konsentrat yang mengandung tepung bonggol pisang terfermentasi menggantikan jagung giling hingga 27% memberikan respon yang sama dengan yang tidak dilakukan penggantian terhadap konsumsi protein kasar, konsumsi serat kasar, kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pada sapi Bali pengemukan dengan pakan basal pola peternak ditingkat rumah tangga/on farm.



