DESENTRALISASI DAN PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA
Keywords:
Desentralisasi dan pelayanan publikAbstract
Desentralisasi merupakan elemen penting dalam meningkatkan kemampuan pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan publik yang lebih efektif dan responsif kepada publik. Karena pelayanan publik merupakan salah satu variabel yang menjadi ukuran keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah. Isu tentang kualitas pelayanan publik ini juga dipicu oleh adanya pengaruh perubahan paradigma ilmu administrasi publik. Esensi kepemerintahan yang baik (good governance) adalah terselenggaranya pelayanan publik yang baik. Hal ini sejalan dengan esensi kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah yang ditujukan untuk memberikan keleluasaan kepada daerah mengatur dan mengurus masyarakat setempat, dan meningkatkan pelayanan publik. Dengan demikian, kewenangan yang diberikan dalam bentuk otonomi daerah itu adalah suatu “alat†(means) untuk mencapai “tujuan†(end) dalam wujud pelayanan publik guna menyejahterakan masyarakat. Namun dalam kenyataannya sampai saat ini kinerja manajemen pemerintahan daerah masih belum sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh berapa faktor, antara lain : ketidakpedulian dan rendahnya komitmen top pimpinan, pimpinan manajerial atas, menengah dan bawah, serta aparatur penyelenggara pemerintahan lainnya untuk berama-sama mewujudkan tujuan otonomi daerah. Selain itu, kurangnya komitmen untuk menetapkan dan melaksanakan strategi dan kebijakan meningkatkan kualitas manajemen kinerja dan kualitas pelayanan. Terhadap hal tersebut maka perlu terus upaya penangannnya yang antara lain melalui (1) memperbaiki sistem rekrutmen, (2) memberikan sanksi yang tegas (3) mempermudah proses serta (4) pelatihan dan pendidikan berkala
References
Amstrong , Elia,2005, Integrity, Transparency and Accountability in Public Administration : Recent Trends, Regional and International Developments and Emerging Issues. United Nations.
Denhardt, J.V. dan Denhardt, R.B. 2003. The New Public Service: An Approach to Reform Iternational Review of Public Aministration Vol 8 No 1. 2004.
--------------, 2007 . Public New Public Service , Serving Not Steeing, Armonk New York:
Molina , Anthony DeForest dan Cassandra I. McKeown, 2009. The Heart of the Profession : Understanding Public Services Value. Jurnal Of Public Affair Education (18(2) : 375-396.
Parasuraman , A. & Valerie A. Zethaml , 1988. SERVQUAL : A Multiple- Item Scala for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality,Journal of Retaling, Vol 64 No. 1 ,Spring 12-40
Parasuraman , A. & Valerie A. Zethaml ,& Leonard I, Berry 1990. Delivering Quality Service, New York, The Free Press
Stillman Richard J. 1992, Preface to Public Administration : A Search for Themes and Directon. S.T. Martin’s Press, NewYork.
Nugroho, Rino A. 2008. Model Pelayanan Publik Menggunakan M-Governement (Studi Kasus di Solo, Sragen, Sukoharjo dan Karanganyar)â€. Jurnal Dinamika, Vol 8 : No. 2.
Osborne, D., dan Gaebler, T., 1996. Mewirausahakan Birokrasi: Mentransformasi Semangat Wirausaha ke dalam Sektor Publik (Terjemahan). Jakarta: CV Taruna Grafika.
Dwiyanto, A., 2005. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik , Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Frederickson H. G, 1987. Administrsi Negara Baru (terjemahan). Jakarta: LP3ES.
Keban, Y.T. 2008. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik : Konsep, Teori dan Isu, Jakarta: Gava Media.
Depdagri, 2004. Modul Pengembangan Pelayanan Terpadu Satu Atap. LAN
Kawi D. David, ( 2019), Kualitas Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam Pengurusan Kartu Tanda Penduduk ( e-KTP) di Kabupaten Sumba Barat (Skripsi )
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2006, Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Jakarta ,LAN.
Ose lin O. Placida (2018) ,Kualitas Pelayanan dalam Pembuatan Akta Kelahiran di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Belu ( Skripsi)
Soenarto, 2001, Otonomi Daerah dan Pelayanan Publik ; Buletin Pengawasan No, 30 & 31
Undang-Undang No . 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah