PARTISIPASI KELEMBAGAAN PANGAN PEDESAAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (TTS)
Keywords:
Partisipasi Masyarakat, Kelembagaan, Ketahanan Pangan, PedesaanAbstract
Partisipasi kelembagaan pangan pedesaan dalam peningkatan ketahanan pangan merupakan ekspresi proses penyadaran, pengorganisasian masyarakat, dan pengembangan jaringan dalam bentuk pertukaran informasi dan kerjasama dengan organisasi lain (Ohama, 2001), Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis partisipasi kelembagaan pangan pedesaan dalam meningkatkatkan ketahanan pangan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Metode yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sedangkan informan penelitian ditentukan secara purposive, yaitu Pelaksana kebijakan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTS, Kepala Desa, Tokoh adat, Ketua Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani, Ketua Karang Taruna desa, Ketua Kelopok PKK, PPL/Pendamping peningkatan ketahanan pangan. Penelitian ini berkesimpulan bahwa bahwa partisipasi kelembagaan pangan pedesaan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) belum maksimal dalam meningkatkan ketahanan pangan, hal ini diukur dari pencapaian kinerja ketahanan pangan dan analisis partisipasi kelembagaan, baik dalam aspek ketersedian pangan, aspek distribusi/akses pangan, maupun dalam aspek konsumsi/pemanfaatan pangan.
Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Kelembagaan, Ketahanan Pangan, Pedesaan
Partisipasi kelembagaan pangan pedesaan dalam peningkatan ketahanan pangan merupakan ekspresi proses penyadaran, pengorganisasian masyarakat, dan pengembangan jaringan dalam bentuk pertukaran informasi dan kerjasama dengan organisasi lain (Ohama, 2001), Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis partisipasi kelembagaan pangan pedesaan dalam meningkatkatkan ketahanan pangan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Metode yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sedangkan informan penelitian ditentukan secara purposive, yaitu Pelaksana kebijakan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTS, Kepala Desa, Tokoh adat, Ketua Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani, Ketua Karang Taruna desa, Ketua Kelopok PKK, PPL/Pendamping peningkatan ketahanan pangan. Penelitian ini berkesimpulan bahwa bahwa partisipasi kelembagaan pangan pedesaan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) belum maksimal dalam meningkatkan ketahanan pangan, hal ini diukur dari pencapaian kinerja ketahanan pangan dan analisis partisipasi kelembagaan, baik dalam aspek ketersedian pangan, aspek distribusi/akses pangan, maupun dalam aspek konsumsi/pemanfaatan pangan.
Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Kelembagaan, Ketahanan Pangan, Pedesaan
References
Cohen, JM, N.T. Uphoff.1977, Rural Development Participation, Ithaca New York: Cornell University, RDCCIS.
Creswell, J.W. 1994. Research Design Qualitative and Quantitative Approach. UK-New Delhi-California : Sage-Publication.
Lassa, Jonatan, 2009. Diskursus Kelaparan dan Ketahanan Pangan Indonesia 1958-2008: Studi Kasus Nusa Tenggara Timur, dalam 50 Tahun Ziarah Pangan Nusa Tenggara Timur Jonatan Lassa, Dion DB Putra, Tony Kleden (Editor), Kupang: PT Timor Media Grafika
- Kartasasmita, Ginanjar. 1997. Administrasi pembangunan: Perkembangan Pemikiran dan Praktiknya di Indonesia, Jakarta : LP3ES
Kettl, Donald, 1988, Government by Proxy: (Mis) Managing Federal Programs, Washington.DC, Brookings Institution.
Moelyarto.1995. Politik Pembangunan Sebuah Analisa Konsep, Arah , dan Strategi.
Yogyakarta: Penerbut Kanisius.
Nordholt, N.Schulte, 1987, Ojo Dumeh: Kepemimimpinan Lokal Dalam Pembangunan, Jakarta, Sinar Harapan
Ohama, Yutaka, 2001, Conceptual Framework of Participatory Local Social Development: Theory and Practices, Nagoya, February-March.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2002 Tentang Ketahanan Pangan. Robbins, Stephen P, 1983, The Administration
Process, New Delhi, Prentice Hall.
Salamon, Lester, 1989, Beyond Privatization: The Task of Government Action, Washington.D.C, Urban Institute Press.
Serageldin, Ismail,.1994. Making Development Sustainable, dalam Serageldin Ismail and Endrew Steer (Editors), Making Development
Sustainable: From Concepts to Action, Washington, Environmental Sustainable Development Occasional Paper series No.2.
Siagian, Sondang P, 1985, Filsafat Administrasi, Jakarta, Gunung Agung
Sumodiningrat, Gunawan. 1997. Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta: Bina Reka Pariwara.
Timmer, C.Peter, 2003, 2005, Food Security and Economic Growth: an Asian Perspective, dalam Asian Pacific Economic Literature, 19 (1): 2-3.
Tim Peneliti Pangan IPSK-LIPI, 2001, Penerapan Kebijakan Pangan Bagi Pencapaian Kedaulatan Pangan, Makalah yang Disampaikan pada Kongres KIPNAS, LIPI, Jakarta.
Thoha, Miftah, 1995.,Beberapa Aspek Kebijakan Birokrasi, Yogyakarta, Media Widya Mandala.
Yadof, R.P. 1987. People Participation, Focus on Mobilization of the Rural Development Through Local Organization, intro D, MW, Duseldrop.