https://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/jpmp/issue/feedJurnal Pemberdayaan Masyarakat Petani2026-01-24T07:53:51+00:00Universitas Nusa Cendanajurnal@undana.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Petani (JPMP),<strong> ISSN</strong> <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1589805135&1&&2020">2722-6409</a> <strong>(online), </strong>menerbitkan artikel  hasil pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan IPTEKS pada sektor pertanian secara luas. Adapun sektor  pertanian dimaksud  meliputi  subsektor: tanaman pangan dan  hortikultura,  peternakan, perikanan, dan kehutanan. Bentuk kegiatan pengabdian yang dipublikasikan dapat berupa penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan dan implementasi sistem/model pemberdayaan petani. Dalam setahun, JPMP terbit dua kali yaitu bulan Maret dan Oktober.</p>https://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/jpmp/article/view/t3142Pengawetan Hijauan Makanan Ternak secara Berkelanjutan untuk Mendukung Peningkatan Produktivitas Ternak Domba Rote di Desa Persiapan Daifatin, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao 2025-12-19T14:48:09+00:00Edi Djoko Sulistijoedidjokosulistijo@staf.undana.ac.idHerayanti Pasca Nastitiherayanti@gmail.comStefanus Tani Temustefanus@gmail.comDominggus B. Osadominggus@gmail.comPrihutomo Suhartoprihutomo@gmail.comUpik Syamsiar Rosnahupikrosnah@staf.undana.ac.id<p>This Community Service Program (PKM) was implemented with the primary objective of enhancing the capacity of local farmers in the sustainable preservation of forage feed to boost the productivity of Rote sheep. The critical challenge in Rote sheep farming is the consistent difficulty in providing adequate, good quality feed throughout the year. The program employed a structured methodology involving extension services, hands on practical training in silage making, and subsequent monitoring. Key outputs included: 1) the successful execution of extension and discussion sessions, 2) practical silage production, and 3) journal publication. Significant outcomes were achieved, highlighted by the exceptional level of community participation. 1) The attendance reached 31 individuals, exceeding the initial target of 20 (155%), which underscores the community's strong commitment and desire to adopt sustainable feed provision strategies like silage preparation for developing their sheep business. Furthermore, the intervention successfully elevated the participants level of understanding regarding feed preservation techniques, moving them from a poorly informed state to being knowledgeable. In conclusion, the activity was conducted effectively and delivered a demonstrable positive impact, evidenced by the high participation rate and improved farmer comprehension. This suggests that the approach is viable for supporting the sustainable development of Rote sheep farming.</p> <p>ABSTRAK</p> <p>Tujuan kegiatan PKM untuk meningkatkan kapasitas peternak terkait pengawetan hijauan makanan ternak secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan produktivitas ternak domba Rote. Permasalahan peternak domba adalah belum mampu menyediakan pakan untuk ternak domba sepanjang waktu dengan kualitas yang baik. Metode pelaksanan program untuk memecahkan masalah tersebut adalah dilakukan kegiatan penyuluhan, praktek dan monitoring. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian adalah: 1) terselenggaranya kegiatan penyuluhan dan diskusi. 2) Praktek pembuatan silase, dan 3) Jurnal. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) Jumlah peserta yang hadir 31 orang dari target 20 orang (155%). Hal ini berarti adanya keinginan yang sangat besar dari masyarakat untuk memahami dan mengembangkan usaha ternak domba dengan pendekatan penyediaan pakan berkelanjutan berupa pengawetan hijauan / silase. 2) Tingkat pemahaman peserta yang tadinya kurang paham menjadi lebih paham. Kesimpulannya kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar dan dapat memberikan dampak yang positif kepada mitra yang dilihat dari partisipasi mitra selama kegiatan berlangsung.</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Edi Djoko Sulistijo, Herayanti Pasca Nastiti, Stefanus Tani Temu, Dominggus B. Osa, Prihutomo Suharto, Upik Syamsiar Rosnahhttps://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/jpmp/article/view/t3145Pengolahan Aneka Hasil Ternak Berbahan Dasar Daging Domba bagi Pemberdayaan Perempuan Di Paroki St. Kristoforus2026-01-22T03:00:45+00:00Geertruida Margareth Sipahelutsipahelutetje@gmail.comHeri Armadiantoheriarmadianto@staf.undana.ac.idMaria Rosdiana Deno Ratumariardenoratu@staf.undana.ac.id<p>A training of processing lamb’s products namely shredded and meat-balls was held for women of Empowerment Section at St. Kristoforus Parish, Baa, Rote Ndao<strong>, </strong>Nusa Tenggara Timur (NTT). Most of the women were housewifes with limited knowledge in relation to the meat processing of lamb. The training was located on the Parish of St. Kristoforus’s Parish. The distance of the parish to Kupang Town was 109.4 km, and it can be reached about 2 hours. The training activity was located at the center of Baa Town, nearby the Port of Pelni Rote Ndao and airport of D.C. Saudale. Therefore, this area was tend to be a crowded area due to the activities of transportation center either planes or ships. The training was very helpful to increase knowledge and perspective of the women focused on various of lamb product’s to fulfil family’s nutrition. Participants of the activities were the women of the St. Kristoforus’ Parish. Method applied was extension, followed by demonstration, supervision, and evaluation. The extension was include discussion about the important roles of animal’s protein. Demonstration was done with practice of processing the lamb’s shredded and meat-balls. Each activity was done with supervising and evaluating in order to understand the reached objectives. Hopefully, the activity can increase value-added of lamb and family’s economy as well as to increase nutrition status of the family’s members. Further, the increasing of the nutrition status will decrease stunting numbers of early childhood and pre-school children in growth period.</p> <p>ABSTRAK</p> <p>Kegiatan pelatihan pengolahan abon domba dan bakso daging domba dilakukan bagi kaum perempuan pada Seksi pemberdayaan Perempuan di Paroki St. Kristoforus, Baa, Kab. Rote Ndao - Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagian besar ibu-ibu yang mengikuti kegiatan tersebut berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang terbatas dalam pengetahuan tentang pengolahan daging berbahan dasar daging domba. Lokasi kegiatan di Paroki St. Kristoforus Baa, Jl. Bhayangkara Baa-Rote Ndao dengan jarak ke Kota Kupang sekitar 109.4 km, dan waktu tempuh ± 2 jam. Lokasi kegiatan ini berada di pusat kota Baa, dekat dengan pelabuhan Pelni Rote Ndao dan bandar udara D.C. Saudale, dimana setiap hari banyak kendaraan maupun orang yang berlalu lalang sebab merupakan pusat transportasi udara maupun laut.</p> <p>Kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan ibu-ibu tentang hasil-hasil ternak berbahan dasar daging domba, daging ayam yang istimewa dan variatif untuk pemenuhan gizi keluarga. Target kegiatan ini lebih difokuskan pada kaum perempuan pada Seksi pemberdayaan Perempuan di Paroki St. Kristoforus, Baa, Kab. Rote Ndao - Nusa Tenggara Timur (NTT. Metode yang digunakan adalah melakukan penyuluhan dilanjutkan dengan demonstrasi, pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan yang diberikan lewat ceramah dan tanya jawab mengenai pentingnya protein hewani bagi keluarga. Demonstrasi dilakukan dengan praktek secara langsung pembuatan bakso dan abon domba. Setiap aktivitas dilakukan dengan pendampingan dan evaluasi untuk mengetahui target yang dicapai. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi keluarga dan dapat meningkatkan status gizi sebagai bagian dari upaya menurunkan angka stunting terutama anak-anak usia dini dan anak pra sekolah dalam pertumbuhan.</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Geertruida Margareth Sipahelut, Heri Armadianto, Maria Rosdiana Deno Ratuhttps://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/jpmp/article/view/t3156Penerapan Penyediaan Ransum Yang Disuplementasi Bahan Herbal Untuk Meningkatkan Kesehatan dan Produksi Ternak Babi 2026-01-23T17:21:56+00:00Ni Nengah Suryanininengahsuryani@staf.undana.ac.idDavid A. Ngurudavidangurur@gmail.comI K. Yoga Kertiyasai_kertiyasa@staf.undana.ac.idAgustinus Konda Malikaguskm021@gmail.com<p>Mitra is a farmer group raising pigs located in Baumata Timur Village, Taebenu District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara (NTT). The problems faced are low productivity and quality of pigs, the population has not developed well due to the high mortality rate of pre-weaning and post-weaning pigs, and poor growth (long rearing time). The cause of these problems is poor health management, due to the low level of knowledge and technology (Science and Technology), especially in the production of healthy and economical feed. Competition in the preparation of healthy products (free from chemical residues) is increasingly needed in the market. In developing pig farming businesses, herbal ingredients are needed as a substitute for commonly used antibiotics, so that the resulting products are safe for human health. The solutions offered and to be implemented include improvements in pig husbandry management: a) environmental health management methods for barns; b) herbal processing methods; c) herbal feed formulation methods; and d) various herbal supplements. The methods used include counseling and practical training to improve pig husbandry management to increase productivity. The results of the counseling and practical training on economical feed production and effective pig health management were demonstrated. It can be concluded that students' knowledge and skills in pig husbandry have improved.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mitra merupakan kelompok Tani memelihara ternak babi yang terletak di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masalah yang dihadapi, adalah produktivitas dan kualitas ternak babi masih rendah, populasi belum berkembang dengan baik akibat tingkat kematian babi pra-sapih maupun lepas sapih masih tinggi, pertumbuhan tidak baik (waktu pemeliharaan lama). Penyebab permasalahan tersebut adalah pengelolaan kesehatan kurang baik, dikarenakan pengetahuan dan teknologi (IPTEK) khususnya pembuatan pakan yang sehat dan ekonomis masih rendah. Persaingan dalam penyiapan produk sehat (bebas residu zat kimia) sudah semakin dibutuhkan di pasaran. Dalam pengembangan usaha ternak babi, dibutuhkan bahan herbal sebagai pengganti antibiotic yang dipakai pada umumnya, sehingga produk yang dihasilkan aman bagi kesehatan manusia. Solusi yang ditawarkan dan yang diterapkan adalah perbaikan manajemen pemeliharaan : a) cara pengelolaan kesehatan lingkungan kandang; b) cara mengolah bahan herbal; c) cara membuat pakan mengandung herbal, dan d) cara pemberian berbagai bahan herbal. Metode yang digunakan adalah: penyuluhan dan praktek memperbaiki manajemen pemeliharaan ternak babi untuk meningkatkan produktivitas. Hasil kegiatan penyuluhan dan praktek membuat pakan ekonomis, manajemen pengelolaan kesehatan babi dapat terlaksana dengan baik. Dapat disimpulkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa meningkat dalam pemeliharaan ternak babi.</p> <p>Kata kunci : tanaman herbal, produksi, manajemen, babi</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ni Nengah Suryani, David A. Nguru, I K. Yoga Kertiyasa, Agusstinus K. Malikhttps://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/jpmp/article/view/t3157Pemberdayaan Ekonomi Jemaat GMIT Emaus Liliba, Kota Kupang melalui Pelatihan Pemeliharaan Ayam Kampung Unggul, Pola 5 Induk: 1 Jantan2026-01-24T07:53:51+00:00Markus Sinlaemarkussinlae@staf.undana.ac.idNi Putu F. Suryatniniputufsuryatni@staf.undana.ac.iidJonas F. Theedensjonasftheedens@staf.undana.ac.idAgustinus Konda Malikaguskm021@gmail.com<p>The purpose of this training was to improve the skills of raising village chicken intensively through smart use of backyard space for low- income household of GMIT Emaus Liliba, Kupang, NTT. The method included counseling with 20 participants, delivering theoretical material regarding the principes of optimizing backyard space for raising native chiken; 5 hens and 1 rooster per family, feeding management, sanitation, egg sellection for hatching and biosecurity. At the end of the training, all participants were given a start-up businesses such as a pakage of native chickens (5 hens and 1 rooster), feeders, drinkers and initial chicken ration. This group of participants were also equipped with 1 unit of hatching matchine which is operated by a member of Emaus Church. The results of this training were an increase in the understanding and skills of group partners in feeding management, health and sanitation management, eggs selection for hatching, handling of day old chicks, vaccination and scaling up business. This activity can contribute to increasing family income and the welfare of the Emaus GMIT member’s group</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemeliharaan ayam kampung unggul secara intensif melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal pada rumah tangga berpenghasilan rendah jemaat GMIT Emaus Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan kepada 20 peserta dengan penyampaian materi teoritis dan praktis mengenai prinsip optimalisasi pekarangan, pola pemeliharaan ayam kampung dengan komposisi 5 ekor induk betina dan 1 ekor pejantan per keluarga, manajemen pakan, sanitasi kandang, seleksi telur tetas, serta penerapan biosekuriti. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menerima bantuan sarana usaha awal berupa paket ayam kampung (5 ekor induk betina dan 1 ekor pejantan), tempat pakan, tempat minum, serta pakan awal. Selain itu, kelompok mitra juga difasilitasi dengan satu unit mesin tetas yang dikelola oleh salah satu anggota jemaat GMIT Emaus sebagai pusat penetasan bersama.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam manajemen pakan, pengelolaan kesehatan dan sanitasi, seleksi telur tetas, penanganan anak ayam umur sehari (DOC), pelaksanaan vaksinasi, serta perencanaan pengembangan skala usaha. Kegiatan pengabdian ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga serta mendukung peningkatan kesejahteraan jemaat GMIT Emaus Liliba secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> ayam kampung, mesin tetas, pekarangan, rumah tangga berpenghasilan rendah</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Markus Sinlae, Ni Putu F. Suryatni, Jonas F. Theedens, Agustinus Konda Malik