Sejarah Migrasi Suku Helong Dari Kupang Ke Pulau Semau Pada Abad Ke XVII

Authors

  • Susilo Setyo Utomo Pendidikan Sejarah, FKIP, Undana
  • Djakariah Pendidikan Sejarah, FKIP, Undana
  • Christin D. Solet Alumni Pendidikan Sejarah, FKIP, Undana

Keywords:

Sejarah, Migrasi, Sosial, Budaya

Abstract

Tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui proses migrasi Suku Helong ke Pulau Semau pada abad Ke –XVII dan kehidupan sosial dan budaya suku Helong ketika menempati Pulau Semau pada abad ke- XVII. Lokasi dalam penelitian ini adalah di pulau Semau yang merupakan tempat bermigrainya suku Helong. Penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Sumber data yang digunakan dalam penulisan ini yaitu sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik analisis sejarah yakni heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Proses migrasi suku Helong ke Pulau Semau dikeranakan situasi di Kupang yang dirasa kurang aman karena sering terjadinya peperangan antara Portugis dan Belanda. Selain peperangan ada pula alasan mengap amasyarakat suku Helong melakukan migrasi lagi ke pulau Semau, karena Portugis dengan taktiknya memintah kepada Koen Kudang Laiskodat II tanah selebar kulit kerbau maka tanpa rasa curiga Koen Kudang Laiskodat II pun menyanggupi permintaan dari Portugis namun ternyata Koen KudangLaiskodat II di tipu oleh Portugis sehingga dia bersama dengan keluarganya diusir dari kediaman   mereka karena lokasi  tersebut telah menjadi milik Portugis. Akhirnya timbullah peperangan yang hebat antara portugis dan Koen Kudang sehingga dalam pertempuran itu Koen Kudang berserta anak buahnya ditangkap dan dipenjarakan oleh Portugis. (2) Kehidupan sosial  dan budaya masyarakat Helong di Pulau Semau sejak abad ke XVII Sistem kekerabatan masyarakat Suku Helong yang terkecil adalah keluarga inti, yang bergabung menjadi keluarga luas terbatas (ngalo). Beberapa ngalo membentukklan (ingu) yang dipimpin seorang pemimpin klan (kokaana) setiap turunan tersebut. Dalam hal strata sosial, masyarakat Helong zaman dahulu terbagi menjadi tig alapisan, yaitu raja (usif), masyarakat(tob)dan hamba sahaya (ata). Selain itu suku Helong mempunyai banyak sekali budaya. Ada beberapa budaya yang hilang karena tidak ada yang mau meneruskannya seperti Dedahelen, makan baru. Namun budaya yang masih dipertahankan sampai sekarang adalah pernikahan ,kematian dan Tarian Lingae.

References

Abdul Rahman Hamid dan Muhammad Saleh Madjid. 2011. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Abdullah, Taufik; Abdurrachman Surjamihardjo. 1985. Ilmu Sejarah dan Historiografi. Jakarta : Gramedia

A.Hasyim, Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1975

Ali, R. Moh. 2005. PengantarIlmuSejarah. Yogyakarta LKS :RinekaCipta.

Basri, MS. 2006. Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: Restu Agung

Gama, Judistira K. 2008. Budaya sunda: Melintasi waktu Menantang Masa Depan. Bandung: Lemlit Unpad

Gazalba.1981. Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu. Jakarta :Bahtara.

Iskandar. 2008. Meodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif).Jakarta: GP Press

Jacobus Rabanjar, Sistem Sosial Budaya Indonesia; Suatu Pengantar ( Bogor, GHalia Indonesia, 2006)

Kuntowijoyo. 2001. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Ki Hajar, Dewantara, Kebudayaan (Yogyakarta: Penerbit Majelis Luhur persatuan Tamansiswa, 1994)

Koentjaraningrat. 2007. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan

_____________ 2009. Pengantar Ilmu Antropolog. Jakarta: RinekaCipta

Luitnan, Arries Ishak., 2012. Koepang Tempo Doeloe: Kisah Eksodus Etnik HELONGdari Nusa Ina. Penghuni Pemula Kaisalun-Bunibaun: penerbit Ruas

Mantra, I. B. (2012). Demografi Umum.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Margono, S. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta.

Mulyadi. 2002. Auditing. Edisi Keenam. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

Parera, A. D. M. 1994. Sejarah Pemerintahan Raja-Raja Di Timor. Jakarta :SinarHarapan

Munir R. 2000. Migrasi, Dasar-dasar Demografi edisi 2000. LembagaPenerbit UI : Jakarta Gujarati, Damodar. 2009. Basic Econometrics. The McGrow Hill Companies Inc.New York

Rusli, Said. 1996. Pengantar Ilmu Kependudukan. Jakarta: LP3ES

Santrock, J.W. (2003). Adolescent- Perkembangan Anak Remaja. Jakarta: Erlangga

Sartono Kartodirjo. Pendekatan Ilmu Sosial dan Metodologi Sejarah.Jakarta: Gramedia, 1992

Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:

Soleman B. Taneko.1984. Struktur Dan Proses Sosial; Suatu Pengantar Sosiologi Pembangunan. Jakarta: Rajawali

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Supardan Dadang, H.2008. Pengantar Ilmu Sosial. Jakarta.

________________ 2015. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial: Prespektif Filosofi dan Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara

Tamburaka, Rustam E. 2002. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat dan Iptek. Jakarta: Rineka Cipta

Waridin. 2002. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Migrasi TKI ke Luar Negeri, jurnal Ekonomi Pembangunan (JEP), Vol,3 No,2: Desember 2002.

Downloads

Published

2022-06-02

How to Cite

Utomo, S. S., Djakariah, & Solet, C. D. . (2022). Sejarah Migrasi Suku Helong Dari Kupang Ke Pulau Semau Pada Abad Ke XVII . Jurnal Sejarah, 19(1), 11–23. Retrieved from https://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/js/article/view/s1398

Issue

Section

Articles