Sejarah Orang Minangkabau Di Kampung Todo Manggarai Tahun 1101-1301
Keywords:
Sejarah, Minangkabau, PerkembanganAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahaui masuknya orang Minangkabau dikampung Todo Manggarai dan untuk mengetahaui perkembangan orang Minangkabau di kampung Todo Manggarai. Lokasi penelitian ini terletak di Todo Desa Todo Kecamatan Satar Mese Utara Manggarai. Penentuan informan dilakukan dengan teknik Snowball Sampling. Dengan demikian orang yang menjadi informan adalah Tua Adat, dan Tokoh Masyarakat yang mengetahui secara pasti tentang sejarah masuk dan berkembangnya Orang Minangkabau di Kampung Todo Manggarai. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa masuknya Orang Minangkabau di Kampung Todo pertama kali dibawa oleh Tokoh Mashur yang datang Bersama saudara laki-lakinya bernama Mohametali, saudara permpuan bernama kembang Emas, berserta seluruh di bawah juragan bernama â€Perkita Jermia†mereka mendarat di wareloka, pantai barat manggarai dari arah Bima. (karena sebelumnya bermungkim di Makasar, Bone sebelum ke Bima), dari bone “empo Mashur’ ke tanah Bima juga masih sekeluarga turunan Minangkabau. Diam berdiam sebentar disana untuk kemudian terus berlayar ke timur mendarat di Pelabuhan Wareloka atau Gunung Talo di Manggarai Barat. Tetapi perpindahan “Empo Mashur†ke pedalaman dikisahkan turunannya karena Wabah penyakit menimpah wareloka Bersama dengan seluruh rombongan anak buah “Juragan†perahu perkita jermia, ia berpindah ke pedalaman menetap di lale lombong. Merekapun berjalan terus mengarungi siang dan malam, terik-hujan melampaui Lale Lombong, menuju Poco Weri Ata sampe berulang-kali berdialog nyanyi dalam perjalanan hingga akhir tiba di Todo. tempat sang babi bersarang. di tempat dekat babi bersarang disitulah akhirnya sang pangeran (Mashur) memutuskan membangun Tempat pemukiman menetap yang menjadi Todo kini.
References
Abdurahman, D. (2007). Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Arikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara GajahMada University Press.
Azami, dkk. (1978). Adat dan Perkawinan Daerah Sumatera Barat. Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sumatera Barat.
Bekkum, W van (1944: 147, 152).Warloka -Todo-Pongkor, een brok geschiedenis van Manggarai (West Flores)â€, C/6:144-52.
Kartodirjo, Sartono. (1993). Pendekatan Ilmu-ilmu Sosial Dalam Penelitian Sejarah.Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Kochhar, S.K. 2008. Pembelajaran Sejarah. Jakarta : Grasindo.
Kuntowijoyo. (1994). Metode Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Lexy J. Moleong. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya
M. Iqbal Hasan, 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Penerbit Ghalia Indonesia : Jakarta
M.D. Mansoer, Sedjarah Minangkabau. Jakarta: Bhratara, 1970.
Moleong. L. J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosada Karya.
Monks, F.J. 2001. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya.Yogyakarta:
Naim, Mochtar. 1984. Merantau Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Navis. 1984. Alam Takambang Jadi Guru, Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Penerbit Grafitipers
Nyoman Kutha. 2010. Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu
Silalahi, Ulber. 2006. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Unpar Press
Suardeyasasri. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Gramedia
Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta





