Upacara Adat Bei Gege Asu Pada Masyarakat Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu
Keywords:
Upacara Adat, Makna, Simbol, NilaiAbstract
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjawab tiga permasalahan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif Kualitatif dimana peneliti menggunakan pendekatan Etnografi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumen, wawancara, dan observasi. Adapun teknik Analisis data yang digunakan yakni seleksi Data, Reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan atau verifikasi data. Dari hasil penelitian ini ketahui bahwa Upacara Adat Bei Gege Asu merupakan suatu Upacara yang menjadi tradisi masyarakat Desa Dirun. Dengan tujuan untuk membangun Rumah Adat. Proses pelaksanaan Upacara Adat Bei Gege Asu terdiri dari dua tahap yakni (1). Tahap persiapan yaitu penentuan waku pelakasanaan Upacara adat oleh Tua-tua adat, serta Para Ketua suku. (2) dalam tahap pelaksanaan terdapat empat Ritual Adat yakni Ritual nokarui, ritual Bei Gege Asu, ritual kaba hosok, dan ritual tarian. Upacara bertujuan untuk meminta restu serta petunjuk dari leluhur untuk membangun Rumah Adat. Dalam upacara Adat Bei Gege Asu ini juga terdapat simbol-simbol dan tiap simbol tersebut mempunyai makna tersendiri dari proses pelaksanaanaanya. Simbol-simbol tersebut antara lain; 1) simbol uang, bermakna sebagai pemberian atau persembahan kepada leluhur. 2) simbol sirih pinang, bermakna sebagai betuk persatuan dan penyambutan para leluhur. 3) kain Adat, dimaknakan sebagai identitas dan jati diri. 4) simbol beras, dimaknakan pemanggilan Leluhur. 5) simbol darah Babi, bermakna sebagai persatuan dan persaudaraan dalam sebuah suku. 6) simbol tanasak, sebagai benda pengisi persembahan sesajen. 7) simbol Sopi dimaknai sebagai suatu tanda keekraban dan perdamaian. Dalam Upacara Adat Bei Gege Asu terdapat nilai-nilai yang menjadi ajaran maupun pengetahuan yang perlu diterapkan. Nilai-nilai tersebut antara lain nilai religius, nilai moral, nilai gotong royong, serta nilai pendidikan.
References
Adisusilo, Sutarjo, JR. 2012. Pembelajaran Nilai Karekter. Jakarta.
Ahimsa, Heddy. 1999. L’evis-Starus, Antropologi Struktural. Jakarta: LKI
Anonimous Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008). Jakarta
Aminuddin. 1998. Semantik: Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung.
Bloom Field, (Abdul wahab). 1995. Teori semantik. Surabaya
Bustan, M.N. 2006.Pengantar Epidemiologi. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta
Dannerius Sinaga. 1988. Sosiologi Dan Antropologi. Klaten.
Dhavamony, Mariasusai. 1995. Fenomenologi Agama. Yogyakarta. Kanisius.
Djajasudarma, Fatimah 1995. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan kajian. Bandung
Hia, Simesono. 2004. Jurnal Ilmu-ilmu Budaya.Pusat Studi Peran dan Ilmu Budaya Yayasan Bumi Akasara
Hornby, Sudaryat. 2009. Makna dalam wacana (prinsip-prinsip semantic dan pragmatik). Bandung
James P. Spradley. 2007. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana. Edisi II
Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik: Jakarta.
Koentjaraningrat. 2005. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta.
------------------. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta. Rineka Cipta
Linton. 1984. Antropologi suatu penyelidikan tentang manusia. Bandung
Mansoer Pateda. 2001. Semantik Leksikal. jakarta
Margono.2005. Metode Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
-----------.1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Moleong, L.J. 2004.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosadakarya
Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Gahlia Indonesia
Raho, Bernard. 2004. Sosiologi. Ledalero: Penerbit Ledalero
Shadily, Hasan, (1984), Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia, Rineka Cipta: Jakarta
Silalahi.2009. Metode Penelitian Sosial.Bandung. Rafika Aditama
Soekanto, Soerjono. 2017. Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta: Rajawali Press
Soekmono, R. 1973. Pengantar Kebudayaan Indonesia 1. Jakarta: Kanisius
Sugiyono. 2008. Memahami Pendidikan Kualitatif. Bandung. Rafika Aditama
-----------.2005. Analisis Data Kualitatif. Bandung
Suharto, Edi. 2006. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesehjahteraan Sosial Dan Pekerjaan Sosial. Bandung. Refika Aditama
Suyanto. 2008. Metode Penelitian Sosial:Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta. kencana
Ullman, Abdul Chaer. 2001. Pengantar Semantik. Yogyakarta
Wiranata, I Gede A.B. 2002.Antropologi Budaya. Bandung. Citra Aditya Bakti
Zoh, A.Z, dkk. 19881. Upacara Tradisional Di Nusa Tenggara Timur. Jakarta: Proyek Penelitian dan Pencobaan Kebudayaan Daerah





