Sejarah Pembuatan Kain Tenun Motif Buna di Desa Letneo Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara

Authors

  • Susilo Setyo Utomo Universitas Nusa Cendana
  • Stevridan Y. Neolaka Universitas Nusa Cendana
  • Alexandria Dericci Nenis Universitas Nusa Cendana

Keywords:

Sejarah, Kebudayaan, Tenun, Motif

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan Proses pengolahan kapas menjadi benang untuk Kain Tenun Motif Buna di Desa Letneo Kecamatan Insana Barat, Proses pewarnaan benang untuk Kain Tenun Motif Buna di Desa Letneo Kecamatan Insana Barat, dan Proses menenun Kain Tenun Motif Buna di Desa Letneo Kecamatan Insana Barat. Lokasi dalam penelitian ini adalah di Desa Letneo Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik analisis sejarah yakni, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembuatan kain tenun motif Buna dimulai dari proses pengolahan kapas menjadi benang dilakukan dengan cara mengumpulkan benang-benang kapas yang ada di kebun, memisahkan biji dengan kapas, membersihkan kapas atau memperhalus kapas, kemudian kapas dipintal berbentuk gulungan menjadi benang. Proses pewarnaan benang dilakukan dengan cara memasak benang menggunakan periuk tanah liat sesuai dengan warna kain yang diinginkan. Dalam mewarnai benang penenun menggunakan bahan alami seperti : Akar Mengkudu (warna coklat), Haukoto (warna hijau), Daun Balau (warna hitam), Daun Ketapan Hutan (warna merah), dan Kunyit (warna kuning). Proses menenun kain tenun motif Buna dilakukan dengan cara siapkan semua alat dan bahan yang digunakan seperti bingkai tenun, bambu besar, sial, ut, puat, seno, lidi, monaf, atis, niun, dan benang. Menenun kain tenun motif Buna, benang yang sudah dibuat dimasukkan di dalam alat tenun. Kain tenun dipasang 1 vertikal dan lainnya dipasang horizontal dan benang ditenun sampai menghasilkan satu lembar kain tenun.

References

Aryono, Suryono. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta: Persindo.

Dhavamony, Mariasusai. 1995. Fenomenologi Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Embi, Husin (et al). 2004. Adat Perkawinan di Melaka.

Ermen, Makmur. 1982. Tenunan Tradisional Minangkabau. Sumatera Barat Proyek Pengembangan Permuseuman.

Gazalba. 1981. Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu. Jakarta: Bhratara.

Hadisurya, Irma, dkk. 2011. Kamus Mode Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hamid, Abdurahman & Muhammad. S. Majid. 2014. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

H.G. Schulte Nordholt. 1971. Kajian Tenun Ikat dan Ragam Hias Dawan di Kabupaten Kupang.

Hia, Simesono. 2004. Jurnal Ilmu-ilmu Budaya. Pusat Studi Peran dan Ilmu Budaya Yayasan Bhumiaksara.

Hoop, Van Der. 1948. Ragam-ragm Perhiasan Indonesia. Bandung.

Hugiono, Poerwanta. 1992. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Rineka Cipta.

Idris, S. 1976. Cipta Karya 3. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Iskandar, M. 2008. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitatif dan Kuantitatif). Jakarta: Gang Persada Press.

Kartodirdjo, S. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Koentjaraningrat. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. 2009. Aneka Warna Manusia dan Kebudayaan Pembangunan. Jakarta: Rineka Cipta.

Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Banteng Budaya.

--------------2001. Metodologi Sejarah. Yogyakarta. Tiara Wacana Yogya.

Lisnawati. 2016. Makna Tuturan Ritual Kabhasi Pada Masyarakat Muna. Dalam Jurnal Bastra, Vol. 3 No. 3 Hlm 1-13.

M. Iqbal Hasan 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia: Jakarta.

Margono. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Jakarta.

Moeliono, A.M. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

Moleong, L.J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosada Karya.

Mukhtar. 2013. Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta Selatan: Referensi GP Press Group

Mulyanto, Mth Sri Budiastuti. 2018. Panduan Pendirian Usaha Tenun Tradisional. Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif.

Notosusanto, Nugroho. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.

Pateda, Mansoer. 1989. Analisis Kesalahan. Ende Flores: Nusa Indah.

Jalaluddin, Rakhmat. 1994. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Karya.

Riyanto, Yatim. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Surabaya: Penerbit SIC.

Setyono, P. 2011. Etika, Moral dan Bunuh Diri Lingkungan dalam Perspektif Ekologi (Solusi Berbasis Enviromental Insight Quotient), Surakarta: UNS Press dan LPP UNS.

Seokmono, R. 1973. Pengantar Sejarah kebudayaan Indonesia I. Jakarta: Kanisius.

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Soelaman, M. Munandar. 2005. Ilmu Budaya Dasar. Bandung: PT. Refika Aditama.

Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R & D. Bandung: Alfabeta.

Suhersono, 2004. Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: Gramedia.

Toekio Hs. 1980. Pembagian Motif Anyaman. Bandung: Angkasa.

Tamburaka, H. R. 2002. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat dan Iptek. Jakarta: Rineka Cipta.

Toekio, Soegeng. 1987. Mengenal Ragam Hias Indonesia. Bandung: Angkasa.

Wahab, A. 2014. Adab Berpakaian dan Berhias. JakartaTimur: Pustaka Al-Kautsar.

Wiranata, 2002. Antropologi Budaya. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Utomo, S. S., Neolaka, S. Y., & Nenis, A. D. . (2023). Sejarah Pembuatan Kain Tenun Motif Buna di Desa Letneo Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Sejarah, 20(1), 104–117. Retrieved from https://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/js/article/view/s1908

Issue

Section

Articles