TARIAN HAMA PADA SUKU LAMAHOLOT DI DESA RIANGKOTEK KECAMATAN LEWOLEMA KABUPATEN FLORES TIMUR

Authors

  • Malkisedek Taneo Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah FKIP Undana
  • Delsy A. Dethan Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah FKIP Undana
  • Paulina Boleng Koten Alumni Jurusan Pendidikan Sejarah FKIP Undana

Keywords:

Kebudayaan, Tarian, Suku, Makna, Nilai

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan tarian hama pada suku Lamaholot di desa riang kotek kecamatan lewolema kabupaten flores timur, untuk mengetahui proses pelaksanaan tarian hama pada suku Lamaholot di desa riang kotek kecamatan lewolema kabupaten flores timur, untuk mengetahui makna dari gerakan-gerakan tarian hama pada suku lamaholot di desa riang kotek kecamatan lewolema kabupaten flores timur, dan untuk mengetahui nilai dalam tarian hama. Lokasi penelitian di desa riang kotek kecamatan lewolema kabupaten flores timur. Penentuan informan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik snowball sampling yaitu teknik pengambilan data dengan menentukan beberapa informan kunci kemudian di lapangan informan dapat dikembangkan sesuai dengan petunjuk informan kunci. Sumber data yang digunakan aalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokemen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian hama merupakan tarian syukuran, sukaria, dan bangga atas keberhasilan yang dicapai. Latar belakang tarian hama adalah ungkapan syukur, bangga dan puas atas keberhasilan yang dicapai. Proses pelaksanaan tarian hama terdapat dalam tiga upacara syukuran yaitu kereja koko (membangun rumah adat), Polo Ma (syukuran atas hasil panen), Lodo Ana (syukuran atas kelahiran bayi dalam suku). Ada makna gerakan tarian hama yaitu gerakan melingkar dan memanjang yang menunjukkan keserasian dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa nilai dalam tarian hama yaitu religius, estetika, solidaritas, etika dan moral, nilai hiburan.

 

Kata kunci: Kebudayaan, Tarian, Suku, Makna, Nilai

References

Bakker, Jhon. 1994. FilsafatKebudayaan SebuahPengantar. Jakarta: Kanisius.

Haukins. Alma M. 1990: 2. Mencipta Lewat Tari.Terjemahan Y. Sumandiyohadi. Yogyakarta: ISI Yogyakarta.

Hia, Simeseno. 2004. Jurnal Ilmu – Ilmu Budaya. Pusat Study Peran Ilmu dan Budaya Yayasan Bhumi Aksara.

Jhon, Liku Ada. 2006. Dialog Antara Iman dan Budaya. Yogyakarta: Komisi Teologia KWI

Iskandar, M. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitatif dan Kuantitatif). Jakarta. Gang Persada Press (GP Press).

__________, 2009.Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta. Gunung Persada.

Koentjaraningrat.2008. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan.Jakarta: PT. Gramedia Utama.

Margono.2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, L. J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosada Karya.

Peursen, C. A. Van, 1988. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Soekmono, R. 1973. Sejarah Kebudayaan Indonesia 1. Yogyakarta: Kanisius.

Spredley, James. 2006. Metode Etnografi. Yagyakarta: Tiara Wacana.

Suryono, 2006. TARI TONTONAN “Buku Pelajaran Nusantara. Jakarta.

Downloads

Published

2019-06-12

How to Cite

Malkisedek Taneo, Delsy A. Dethan, & Paulina Boleng Koten. (2019). TARIAN HAMA PADA SUKU LAMAHOLOT DI DESA RIANGKOTEK KECAMATAN LEWOLEMA KABUPATEN FLORES TIMUR. Jurnal Sejarah, 16(1). Retrieved from https://ejurnal.perpustakaan-undana.com/index.php/js/article/view/s375

Issue

Section

Articles