Memetakan Situs Sejarah Di Nusa Tenggara Timur Menuju Pembelajaran Berbasis Sejarah Lokal
Keywords:
situs sejarah, pembelajaran sejarah lokal, karakterAbstract
Tujuan penulisan ini untuk memetakan situas sejarah pelabuhan laut dulu dan kini di Nusa Tenggara Timur dalam pembelajaran sejarah lokal menuju pembentukan karakter generasi emas.
Dalam dasawarsa terakhir ini, peranan para pendidik sejarah itu sendiri semakin dinilai strategis dalam aktivitas pembangunan bangsa Indonesia yang berkarakter. Hal itu tampak dalam aneka fenomena, antara lain semakin banyak sejarahwan yang dilibatkan sebagai kegiatan pembangunan yang berkatakter. Segelintir sejarahwan bekerja sebagai aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) demi pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan serata dalam kegiatan advokasi bagi masyarakat pinggiran. Tren baru dalam pembelajaran sejarah lokalitu sesungguhnya searah dengan apa yang dikenal dengan sejarah terapan (applied history).
Trens sejarah terapan itu, bukan saja dirasahkan dalam bidang pembangunan sosial, politik, dan ekonomi, melainkan juga dalam bidang pembangunam pendidikan dengan berbagai aspeknya, termasuk pengembangan pendidikan karakter bagi generasi emas ke depan. Tulisan ini berupaya menyingkap peranan pendidikan sejarah dalam pembelajaran sejarah lokal bagi generasi emas di kawasan Nusa Tenggara Timur. Pembedahan topik ini akan diawali dengan bahasan tentang pendahuluan, konsep sejarah, pemetaansitus sejarah di Nusa Tenggara Timur, dan yang terakhir penutup.
Kata Kunci: situs sejarah; pembelajaran sejarah lokal; karakter
References
Ande, Andreas. 2009. Revitalisasi Pola Asuh Berbasis Budaya Lokal Masyarakat Matri lineal Nusa Tenggara Timur Dalam Kaitan dengan Pengem-bangan Anak Usia Dini, Lemlit Undana.
-------------------, 2010. Re-Inventing Nilai Perjuangan Nasional Rakyat Nusa Tenggara Timur Melawan Kolonialisme dan Imperalisme Dalam Kaitannya dengan Pengem bangan Pendidikan Karakter Bangsa, Lemlit Undana.
Hariyadi Mathias, 1994. Membina Hubungan Antarpribadi Berdasarkan Prinsip Partisipasi, Persekutuan dan Cinta Menurut Gabriel Marcel, Kanisius, Yogyakarta.
Huijbers Theo.1987. Manusia Merenungkan Dirinya, Kanisius, Yogyakarta.
Ki Hajar Dewantara, 1977. Hal Pendidikan (bagian I), Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Kopong.Labre, & Ande. 1988. Menuju Suatu Program Pengajaran Yang Berorientasi Pada Kebudayaan Lokal Lamaholot di Kabupaten Daerah Tingkat II FloresTimur, Lemlit Undana.
Koetjaraningrat. 1990. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama
Soedjatmoko. 1986. Dimensi ManusiaDalam Pembangunan.Jakarta:LP3ES
Toynbee J. Arnold, Nin Bakdi Sumanto (Penerj.). 1988. Menyelamatkan Hari Depan UmatManusia, Gajah MadaUniversity Press, Yogyakarta.





