Perkembangan Pariwisata Wae Rebo Tahun 1997-2002
Keywords:
Sejarah, Pariwisata, Wae ReboAbstract
Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan (1) perkembangan pariwisata Wae Rebo tahun 1997-2002, (2) potensi-potensi yang dimiliki kampung Wae Rebo sehingga menjadi daya tarik wisatawan, (3) dampak pariwisata terhadap masyarakat Wae Rebo. Penelitian ini berlokasi di kampung Wae Rebo, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai. Informan dalam penelitian ini adalah para tetua adat dan tokoh masyarakat kampung Wae Rebo yang mengetahui perkembangan pariwisata Wae Rebo serta mampu memberikan informasi yang jelas. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah historis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kunjungan bupati Gaspar Ehok tahun 1997 ke Wae Rebo telah menghidupkan kembali keberadaan mbaru niang yaitu dengan membangun kembali dua dari tiga mbaru niang yang telah roboh. Peran dari mahasiswi antropolog asal Inggris bernama Catherine Allertone dan Matsudha seorang fotografer asal Jepang sangat penting dalam memperkenalkan kampung Wae Rebo dan mbaru niang ke seluruh dunia lewat kartu pos, sehingga tahun 2001 mbaru niang Wae Rebo mendapat penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia sebagai kategori bangunan konservasi dan pada tahun 2008 kampung Wae Rebo resmi dijadikan sebagai daerah tujuan wisata. Dijadikannya Wae Rebo sebagai tempat pariwisata didukung adanya beberapa potensi pariwisata yang meliputi: wisata alam, wisata budaya, keindahan arsitektur bangunan Wae Rebo, wisata agro dan wisata hiking (pendakian). Ada dua dampak yang ditimbulkan dari pariwisata Wae Rebo meliputi (1) dampak positif, (2) dampak negatif.
Kata kunci: Sejarah, Pariwisata, Wae Rebo
References
Anggo, M. 2009. Wae Rebo Sebuah Kampung Tradisional. Jakarta: Tirto Utomo
Ali, R. Moh. 2015. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta LKiS: Pt Rineka
Atkinson L. Rita. 1987. Pengantar Psikologi. Batam: Intraksi
Dirjen Pariwisata. 1986. Petunjuk Perjalanan Wisata Dalam Negeri. Jakarta: Direktorat Jenderal Pariwisata Jl. Kramat Raya 81.
Fandeli. 1995. Dasar-Dasar Manajemen Kepariwisawan Alam. Yogyakarta: Liberti
Gazalba, S. 1981. Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu. Jakarta: Bhratara
Ghani A. Yosef. 2017. Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi Pariwisata Berbasis Budaya Di Jawa Barat. Jurnal Pariwisata, Vol. IV No. 1. STP ARS Internasional
Hurlock E. B. (1978: 23). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga
Hamid, ABD. Rahman dan Muhamad S. Majid. 2014. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: ombak.
Kuntowijoyo. 2015. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Banteng
Koentjaraningrat. 1997. Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia
_____________. 1990. Pengantar Antropologi Jilid II. Jakarta: Rineka Cipta
Lanur S. C. Vinsensius dan Elsa Martini. 2015. Pengembangan Desa Wisata Wae Rebo Berdasarkan Kearifan Lokal. Jurnal Planesa, Vol. 6 No. 2. Universitas Esa Unggul. Jakarta
Margono, S. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Maran. 2007. Manusia dan Kebudayaan. Jakarta: Rineka Cipta
Moleong, L. J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosada Karya
Musanef. 1995. Manajemen Usaha Perjalanan Wisata di Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.
Nazir. 1988. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia
Oka, Y. A . 1983. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: PT.Pradnya Paramita
Reusen. 199). Perkembangan Tradisi dan Kebudayaan Masyarakat. Bandung:Tarsito
Syofian. 2012. Statistika Deskriptif Untuk Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Suwantoro. 1997. Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi
Suharto, Toto. 2003. Epistomologi Sejarah Kritis Ibdul Khaldun. Jogjakarta: Fajar Pustaka Baru
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: PT Grafindo Alfabeta
Soekanto. 2015. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Aminatun,Tien.2015.http://titiendjpanorama.blogspot.co.id/2015/08/flores-bunga-nusa-tenggara-timur.html. Diakses 10 Oktober 2018.
UU Pariwisata No.10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan
UU Republik Indonesia No. 9 Tahun 1999 Tentang Kepariwisataan
Wardiyanta. 2006. Metode Penelitian Pariwisata. Yogyakarta: CV. Andi Offser
Yunikson, Y dan I wayan. P. 2017. Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Wae Rebo Sebagai Sebuah Destinasi Pariwisata Berbasis Masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Jurnal lmiah, Vol. 7 No. 2. ISSN 2087–5576. Sekolah Tinggi Pariwisat Bali Internasional. Bali





