Sejarah Kejayaan Kerajaan Amarasi 1826 – 1951
Keywords:
sejarah, kerajaan, AmarasiAbstract
Tujuan penulisan ini untuk mengungkapkan sejarah Kerajaan Amarasi pada tahun 1926 – 1951 dalam bidang ekonomi dan politik.Lokasi penelitian ini di Kelurahan Teunbaun. Penentuan informan dilakukan dengan cara snowball sampling.Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer dan sumbaer data sekunder. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data dianalisis dengan metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan (1) Sejarah Kerajaan Amarasi pada masa VOC Belanda penuh dengan perjuangan melawan VOC Belanda yang berkedudukan di Kupang. VOC Belanda di Kupang.perlawanan baru berhenti setelah perang di Pahlumn, Raja Amarasi Don Alfonso berhasil ditawan Belanda pada tahun 175i. Dengan kekalahan Raja Don Alfonso maka mulai sejak itu Belanda mulai menjajah Kerajaan Amarasi. Sebagai penjajah Belanda melakukan dominasi politik, eksploitasi ekonomi, dan penetrasi budaya terhadap Kerajaan Amarasi, dan (2) Pada tahun 1926 sampai tahun 1951 Kerajaan Amarasi dipimpin oleh Raja Hendrik Arnold Koroh yang memajukan kerajaannya maupun untuk memajukan seluruh pulau Timor, serta perjuangan untuk terwujudnya negara Kesatuan Republik Indonesia.
References
Abdulgani, R. (1963). Penggunaan ilmu sejarah. Djakarta: Prapantja.
Ali, R. Moh. (2005). Pengantar imu sejarah Indonesia, Jogjakarrta: LKIS
Depdikbud, (2003). Sejarah kebangkitan daerah Nusa Tenggara Timur. Kupang : UPTD Arkeologi, Kajian Sejarah, dan Pelestarian Nilai-nilai Tradisional Departemen P & K Prop. NTT.
Doko, I.H., (1981). Nusa Tenggara Timur dalam kancah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka.
-------------- (1981). Pahlawan-pahlawan suku Timor. Jakarta : PN Balai Pustaka.
-------------- (1982). Timor pulau gunung Fatuleu. Jakarta : PN Balai Pustaka.
Gazalba, S. (1981). Pengantar sejarah sebagai ilmu. Jakarta: Bhratara.
Hamid, Abd. R. dan Saleh Majid (2011). Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Kuntowijoyo (2005). Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta: Bentang.
Kutoyo, S., 1985. Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. Jakarta : Depdikbud.
Nanualaitta, O.I., (1966). Timbulnya militerisme Ambon. Djakarta: Bhratara.
Parera, A.D.M., (1994). Sejarah pemerintahan raja-raja Timor.Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Schulte, N. H.G. (1971). The political system of Atoni of Timor. The Hague Martinus Nijhoff.
Silalahi, U. (2010). Metode penelitian social. Bandung: Rafika Aditama.
Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi sejarah.Yogyakarta: Ombak.
Soebadio, H., (1985). Pemikiran tentang pembinaan kesadaran sejarah. Jakarta: Proyek Pembinaan Kesadaran dan Penjernihan Sejarah Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Depdikbud.
Sugiyono, (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Widiyatmika, M. dkk, (1979). Sejarah daerah Nusa Tenggara Timur. Jakarta : Ditjen Sejarah dan Nilai Tradisional.
………………..,,. (1983/1984). Sejarah sosial Kota Kupang Nusa Tenggara Timur 1945 – 1980.Jakarta : Ditjen Sejarah dan Nilai Tradisional.
…………………,. (2007). Lintasan Sejarah Bumi Cendana. Kupang: Pusat Madrasah.
Widja, I G. (1988). Pengantar ilmu sejarah, sejarah dalam perspektif pendidikan. Semarang : Satya Wacana.





