pacara Wu’u Nuran Pada Masyarakat Desa Balawelin Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur
Keywords:
Upacara Adat, Makna, NilaiAbstract
Upacara Wu’u Nuran merupakan salah satu upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Balawelin di kecamatan solor barat Kabupaten Flores Timur. yang mana upacara adat Wu’u Nuran sangat berkaitan erat dengan bidang pertanian. Ritual adat syukur atas hasil penen baru (Wu’u Nuran) biasanya dilakukan setiap lima tahun sekali pada bulan juli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan upacara Wu’u Nuran, serta nilai dan makna dari keseluruhan ritual adat yang dilakukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskritif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling.Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen.Teknik analisis data dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Upacara Wu’u Nuran ini terdapat tiga tahapan ritual adat yakni (1) tahap persiapan (2) tahap Menanam (3) perayaan Wu’u Nuran. Upacara adat ini dilakukan dengan tujuan meminta restu kepada wujud tertinggi (Lera wulan tana ekan) dan para leluhur Lewotanah agar selalu menjaga setiap tanaman sehingga terhindar dari hama atau penyakit serta selalu melindungi segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat(Ribu Ratu). Dalam hasil penelitian ini juga terdapat nilai-nilai serta makna yang menjadi ajaran maupun pengetahuan yang berharga. Nilai-nilai tersebut diantaranya ialah: nilai religius, nilai social kemasyarakatan, nilai pendidikan, dan nilai social budaya serta makna yang terkandung dalam upacara adat ini ialah makna persatuan dan kesatuan serta makna social. Upacara adat Wu’u Nuran tetap dijaga dan dijalankan sampai saat ini merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur desa balawelin, serta sebagai bentuk pelestarian adat yang harus tetap dijalankan oleh setiap generasi.
References
Abdurauf, Tarimana. 1993. Kebudayaan Tolaki. Jakarta: Balai Pustaka.
Ahmadi, Abu. 2003. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Bustan, 2006. Pengantar Epidemilogi. Jakarta: Rineka Cipta
Dhavamony, Mariasusai. 1995. Fenomenologi Agama. Yokyakarta: Kanisius
Hia, Simesono. 2004. Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya. Jakarta: Pusat Studi PerandanIlmuBudaya Yayasan Bhumiaksara
Koenjaraningrat. 1980. Serajah Teori Antropolog 1. UI-PRES
---------------------- 1984. Manusia dan kebudayaan di indonesia. Jakarta: Djambatan
---------------------- 1992. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka.
---------------------- 2003. Pengantar Antropologi 1. Jakarta: Rineka Cipta
Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Margono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta. Yogyakarta: Teras
Moleong. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya
M. Iqbal Hasan. 2002. Pokok-pokok materi metodologi penelitian dan
aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia
Noor, Juliansyah. 2011. Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana
Nazir, M. 2003. Metode penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia
Phil. Astrid S. Susanto. (1999). Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial.Jakarta: Balai Pustaka
Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta
-------------- 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Suwandi, Notosudirjo 1990. Kosakata Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.
Soekanto, Soerjono. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Seokmono, R. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I. Jakarta: Kanisius
Taopan, M . 1993. Pengkajian dan Pengembangan Butir-Butir Pancasila Menurut Ketetapan MPR NO. II//MPR/1997. Bandung:Citra Aditya Bhakti
Zoh, A.Z,dkk. 1981. Upacara Tradisional di Nusa Tenggar Timur. Jakarta: Proyek Penelitian Dan Pencobaan Kebudayaan Daerah, kupang





