Pemanfaatan Situs Cagar Budaya Gua Jepang Sebagai Sumber Dan Media Pengembangan Pembelajaran Berbasis Sejarah Lokal Di Sma Negeri 4 Kota Kupang
Keywords:
Gua Jepang, Sumber dan Media PembelajaranAbstract
Belajar yang efektif dapat dilakukan dengan memanfaat teknologi dan media yang ada. Proses belajar mengajar seringkali dihadapkan pada berbagai macam kendala, tak terkecuali pada pembelajaran sejarah. Terdapat beberapa materi yang sering kali bagi siswa dianggap sebagai sesuatu yang membosankan. Pada masa kini, khususnya bagi guru sejarah perlu mempunyai kemampuan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, aktif dan menyenangkan bagi siswa-siswanya. Di era informatika, visualisasi berkembang dalam bentuk gambar bergerak (animasi) yang dapat ditambahkan suara (audio). Pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi multimedia mampu memberikan kesan yang besar terhadap bidang media pembelajaran. Multimedia telah mengembangkan proses pengajaran dan pembelajaran ke arah yang lebih dinamis. Teknologi multimedia mampu memberikan kesan besar dalam bidang media pembelajaran. Goa Jepang adalah salah satu peninggalan sejarah yang bisa dikembangkan kaitannya dengan penggunaan sebagai sumber pembelajaran dan media pembelajaran sejarah lokal, sehingga diharapkan ada semacam kesadaran sejarah dari peserta didik bahwa ada banyak peninggalan sejarah yang berada dekat dengan lingkungannya yang bisa dipelajari secara lebih lanjut. Penelitian ini akan mencoba untuk mengembangkan dan memanfaatkan situs cagar budaya Gua Jepang sebagai sumber dan media pembelajaran sejarah lokal di SMAN 4 Kupang sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini dilakukan dengan mengÂgunakan pendekatan “Penelitian PengembanÂgan†(Research and Development). Dalam penelitian ini Research and DeÂvelopment dimanfaatkan untuk menghasilkan sumber pembelajaran dan media pembelajaran audio visual berÂtema sejarah lokal yaitu situs cagar budaya Gua Jepang.
References
Anitah, S. (2009). Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Surakarta: Inti Media.
Asyhar, Rayandra. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi Jakarta
Dooley, D., 1984, Social Research Method, Englewood Cliffs, N.J.: Prentice Hall, Inc.
Bakkker, S.j. (1984). Filsafat Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius
Borg, W. R., & Gall, M. D. 1989. Educational research. New York: Longman.
Bouman p.j. 1982. Introductions to sociology. New York.
Davodoff, L.L. 1988. Introduction to Psydiology alih bahasa Mari Juniati, Psikologi Suatu Pengantar Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.
Djojodiguno. 1987. Konsep pembangunan masyarakat. Jakarta: PT Tugu muda Indonesia
Entjang Indang. 1993. Ilmu kesehatan masyarakat. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Herimanto, Winarno. 2009. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta:Bumi Aksara
Hamid, Abd. Rahman. 2014. Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Koentjaraningrat. 1982. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Shadily Hasan. 1983. Sosiologi untuk masyarakat Indonesia. Jakarta: Bina Aksara
Spradley, J.P. 1980. Participant Observation. New York: Holt Rinehart and Winston.
Miles, M.B., and Huberman, A.M., 1987, Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods, Newbury Park: Sage Publication.
Moleong J. Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung, PT Remaja Rosda Karya, 2000.
Spradley, J., 1997, James p. Spradley, Metode Etnografi, Penerbit: PT. Tiaara Wacana Yogya, 1997.
Vredenbregt J., Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat, PT Gramedia, Jakarta, 1980.
Sutopo, H. B. 2006, Metode Penelitian kualitatif, Universitas Sebelas Maret Press, Surakarta.





