Pengaruh Level Pupuk Organik Cair Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Produksi Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada Tanah Bekas Tambang Mangan

The Effect Of Level Moringa (Moringan oleifera) Liquid Organic Fertilizer on The Production Odot Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) in Manganese Mining Land

Authors

  • Apren Ndena Gaba Peternakan Undana
  • Dominggus Benyamin Osa Universitas Nusa Cendana
  • Stefanus Tani Temu Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1105

Keywords:

Rumput Odot, Pupuk Cair, Kelor, Tanah Bekas Tambang Mangan, Produksi

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dari daun kelor (Moringa oleifera) terhadap produksi rumput Mini Gaja (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada lahan bekas tambang mangan. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan dan empat ulangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah K0 = tanpa perlakuan pemupukan, K1 = 100 ml Pupuk cair daun kelor (Moringa oleifera), K2 = 200 ml Pupuk cair daun kelor, K3 = 300 ml Pupuk cair daun kelor. Variabel yang diteliti adalah produksi bahan segar, produksi bahan kering dan produksi bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan selanjutnya dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menyatakan  bahwa pemberian pupuk organik cair daun kelor pada dosis yang berbeda memiliki pengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi bahan segar rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott), dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi bahan kering dan bahan organik rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan dengan dosis 300ml pupuk organik cair dan kelor dapat memberikan respon yang baik terhadap produksi bahan segar, bahan kering dan bahan organik rumput odot.

Author Biographies

Dominggus Benyamin Osa, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

Stefanus Tani Temu, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

References

AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemists. Association of Official Analytical Chemists Publ. Maryland.

Badan Pusat Statistik. 2019. Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Angka.

Betty, W.J. 2018. Pengaruh Komposisi Media Tanam (Tanah Bekas Tambang Mangan dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi) terhadap Pertumbuhan Semai Faloak (Sterculia Quadrifia R. Br). Universitas Nusa Cendana.

Bey, H. 2010. All Things Moringa the Story of an Amazing Ree of Life. Beltville Human Nutrition Research Center Agricultural Research Service U.S.

Cosgrove, D, and Undersander. 2001. Evaluation of Simple Method for Measuring Pasture Yield. University of Wisconsin, Madison, US.

Djunaedi, A. 2009. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Bokashi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang. Agrovigor Jurnal 2 (1).

Dwi, C.O, A Rejeki, and S Teguh. 2006. Pengaruh Dosis Pupuk Organik Cair dan Macam Tanah terhadap Pertumbuhan Awal Mahkota Dewa (Phalleria macrocorpda). Universitas Tunas Pembangunan Surakarta.

Dwijoseputro, D. 1992. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia.

Foth, HD. 1988. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Terjemahan Ir. Endang D.B.,MS. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Gomez, K.A, and A.A. Gomez. 2010. Statistical Procedures for Agricultural Research (Prosedur Statistik untuk Penelitian

Pertanian. Alih Bahasa Oleh E. Syamsuddin dan J.S Baharsyah). Edisi ke d. Jakarta: UI Press.

Nastiti, H.p. 1984. Pengaruh Tingkat Pemupukan N dan P terhadap Produksi Rumput Setaria Sphacelata. Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Sanderson, M. A, C. A. Rotz, S. W. Fultz, and E. B. Rayburn. 2001. Estimating Forage Mass with a Commercial Capacitance Meter, Rising Plate Meter and Pasture Ruler. Agronomy Journal. Hal 1281–86.

Saragih, P, I Adhayanti, Z Lubis, and H Hariman. 2019. Pengaruh Waktu Simpan Packed Red Cells (PRC) terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin, Hematokrit, dan Glukosa Plasma Di RSUP H. Adam Malik, Medan, Indonesia.

Schnung, E. 1990. Sulphur Nutrition and Quality of Vegetable. Sulphur in Agr.

Seseray, D.Y, B Santoso, and Lekito M.N. 2013. Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Pupuk N, P, K dengan Dosis 0, 50 dan 100 pada Devoliasi Hari Ke-45. Journal Sains Peternakan, 49–55.

Suhariyono, Gatot, and Yulizon Menry. 2005. Analisis Karakteristik Unsur-Unsur Ddalam Tanah di Berbagai Lokasi dengan Menggunakan Xrf. Ppi-Pdiptm 2005 Puslitbang Teknologi Maju-Batam Jogjakarta, 12 Juli 2005.

Sutedjo, M.M, and A.G. Karta Sapoetra. 1995. Pupuk dan Pemupukan. Jakarta: Bineka Cipta.

Wijaya, A.K, L.C.A Muhtarudin, and F Dini. 2018. Produktivitas Hijauan yang Ditanam pada Naungan Pohon Kelapa Sawit dengan Tanaman. Journal Ilmiah Peternakan Terpadu 6 (3): 155–62.

Downloads

Published

2023-05-20

How to Cite

Gaba, A. N., Osa, D. B., & Temu, S. T. (2023). Pengaruh Level Pupuk Organik Cair Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Produksi Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada Tanah Bekas Tambang Mangan: The Effect Of Level Moringa (Moringan oleifera) Liquid Organic Fertilizer on The Production Odot Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) in Manganese Mining Land. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(2), 287–291. https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1105

Issue

Section

Articles