Kandungan NDF dan ADF serta Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro Hijauan Pakan Padang Penggembalaan Alam di Kelurahan Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang

The Content of NDF and ADF and the Digestibility of Dry Matter and Organic Matter In Vitro Forage in Native Grassland of Lelogama South Amfoang District of Kupang Regency

Authors

  • Markus Luther Taebenu Universitas Nusa Cendana
  • Herayanti P. Nastiti Universitas Nusa Cendana
  • Stefanus Tani Temu Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1127

Keywords:

ADF, Dry Matter, Organic Material, Forage, Digestibility, NDF

Abstract

The purpose of this study was to determine the content of NDF and ADF as well as the digestibility of dry matter and organic matter in vitro forage forage in grazing fields located in Lelogama Village, South Amfoang District, Kupang Regency. There are several methods used when conducting research, including surveys, measurements and direct observations and tested in vitro in the laboratory. The material in this study is forage and legumes in the Lelogama natural meadow. The results showed that the average value of NDF was 64.14% and ADF was 55.64%, and dry matter digestibility was 49.87% and organic matter digestibility was 42.35%. The conclusion is that the NDF and ADF values ​​are high and the digestibility level of forage in the Lelogama natural grazing field is low.

 dari dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui kandungan NDF dan ADF serta kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro hijauan pakan pada padang penggembalaan yang terletak di Kelurahan Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Adapun beberapa metode yang dipakai ketika melakuan penelitian antara lain survei,ppengukuran danppengamatan langsung serta diuji secara in vitro di laboratorium. Materi pada penelitian kali ini ialah hijauan rumput serta legum pada padang rumput alam Lelogama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata NDF 64.14 % dan ADF 55.64 %, serta kecernaan bahan kering 49.87 % dan kecernaan bahan organik 42.35 %. Simpulan bahwa nilai NDF dan ADF tinggi dan tingkat kecernaan hijauan pakan di padang penggembalaan alam Lelogama tergolong rendah.

Author Biographies

Herayanti P. Nastiti, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

Stefanus Tani Temu, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

References

Afriyanti M. (2008). Fermentabilitas dan Kecernaan In Vitro Ransum yang diberi Kursin Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Ternak Sapi dan Kerbau. Skripsi. Fakultas Peternakan IPB. Bogor.

Anggrodi R. (1994). Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Anggrodi R. (1998). Ilmu Makanan Ternak Umum. Cetakan Ke-5. Gramedia. Jakarta.

Aoetpah A. (2002). Fluktuasi Ketersediaan dan Kualitas Gizi Padang Rumput Alam di Pulau Timor. J.of Dryland Agric Information, 11, 32–43.

Ati ARAA, Manggol YH, & Osa DB. (2018). Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In Vitro Hijauan Padang Penggembalaan Batu Beringin Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Jurnal Nukleus Peeternakan, 5(2), 155–162.

Bilal MQ. (2009). Effect of Molasses and Corn as Silage Additives on The Characteristics of Mott Dwarf Elephant Grass Silage at Different Fermentation Periods. Pakistan Vet. J, 29(1), 19–23.

BPS Kabupaten Kupang. (2020). Kecamatan Amfoang Dalam Angka 2020. CV. Multiguna Kupang. Kupang.

Crampton EW, & Haris LE. (1969). Applied Animal Nutrition Ed. 1st. The Engsminger Publishing Company, California, U.S.A.

Forbes JM, & France J. (1993). Quantitative Aspects of Ruminant Digestion and Metabolism. CAB International Wallingford: UK.

Hapsari PI. (2007). Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik secara In Vitro Hijauan Alfafa (Medicago sativa) pada Pemupukan Fosfat dan Interval Defoliasi yang Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang.

Jayanegara A, Sofyan A, Makkar HPS, & Becker K. (2009). Kinetika Produksi Gas, Kecernaan Bahan Organik dan Produksi Gas Metana In Vitro pada Hay Jerami yang Disuplementasi Hijauan Mengandung Tanin. Media Peternakan, 32(2), 120–129.

Judoamidjojo RM, Said EG, & Hartoto L. (1989). Biokonversi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB. Bogor.

Katipana NGF, Manafe JI, & Amalo D. (2009). Manfaat Limbah Organik Bagi Produktivitas Ternak Ruminansia, Ketahanan Pangan dan Pencemaran Lingkungan: I. Uji Laboratoris Terhadap Produksi NH3 dan Tingkat Degradasi Protein Limbah Organik dari Mikrobia Rumen. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan – U.

Kupangkab.go.id. (2019). Profil Kabupaten Kupang. Diskominfo Kab. Kupang 2019 Kabupaten Kupang.

Laome, M. (2020). Kandungan protein kasar serat kasar dan mineral (ca) padang penggembalaan alam di kelurahan lelogama kecamatan amfoang selatan kabupaten kupang. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(9), 1196–1155.

Priyanto D. (2016). Strategi Pengembalian Wilayah Nusa Tenggara Timur Sebagai Sumber Ternak Sapi Potong. Jurnal Litbang Pertanian, 35(4), 167–178.

Rahman, Tasse AM, & Agustina D. (2013). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Sisik Naga (Drymoglosum pilloselloides) terhadap Kecernaan In Vitro Konsentrat Berbahan Pakan Fermentasi. Jurnal Agriplus, 23(3).

Sahanaya R. (2018). Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Hijauan Secara In Vitro Hijauan Padang Penggembalaan Alam pada Musim Hujan di Desa Nuamuri Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende. Skripsi. Fakultas Peternakan Undana.

Schneider PL, Beede DK, Wilcox CJ, & Collier RJ. (1984). Influence of Dietary Sodium and Potassium Bicarbonate and Total Potassium on Heat-Stressed Lactating Dairy Cows. Journal of Dairy Science, 67, 2546–2553.

Semiadi G, & Jamal Y. (1997). Produktivitas dan Nilai Nutrisi Rumput Padang Penggembalaan Alam di Pulau Timor. Buletin Peternakan, 21(1).

Setiyaningsih KD, Christiyanto M, & Sutarno. (2012). Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In Vitro Hijauan Desmodium cinereum pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair dan Jarak Tanam. Animal Agriculture Journal, 1(2), 51–63.

Sitorus TF, Achmadi J, & Sutrisno CI. (2007). Kecernaan Jerami Padi Secara In Vitro yang Difermentasi dengan Aras Ragi Isi Rumen dan Waktu yang Berbeda. JPPT, 32(2), 173 – 178.

Sutardi T. (1980). Ketahanan Protein Bahan Makanan Terhadap Degradasi Mikroba Rumen dan Manfaatnya Bagi Peningkatan Produktivitas Ternak. Prosiding Seminar Penelitian dan Penunjang Peternakan. LPP IPB. Bogor.

Tilley JMA, & Terry RA. (1963). A Two Stage Technique for The In Vitro Digestion of Forage Crops. Journal of the British Grassland Society, 1(8), 104–111.

Tillman AD. (2001). Ilmu Makanan Ternak Dasar Cetakan Kedua. UGM-Press, Yogyakarta.

Varida WR. (1998). Pengimbuhan Konsentrat dalam Ransum Penggemukan Kambing Muda di Wamena. Irian Jaya. Media Veteriner, 5(2), 21–26

Downloads

Published

2023-05-20

How to Cite

Taebenu, M. L., Nastiti, H. P., & Temu, S. T. (2023). Kandungan NDF dan ADF serta Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro Hijauan Pakan Padang Penggembalaan Alam di Kelurahan Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang: The Content of NDF and ADF and the Digestibility of Dry Matter and Organic Matter In Vitro Forage in Native Grassland of Lelogama South Amfoang District of Kupang Regency. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(2), 242–247. https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1127

Issue

Section

Articles