Pengaruh Pemberian Pakan Silase Campuran Jerami Jagung Muda (Zea Mays) dan Daun Gamal ( Gliricidia sepium) dengan Lamtoro ( Leucaena leucocephala) terharap Profil Darah Sapi Bali Jantan Penggemukan
The effect of Feeding Mixed Silage Feeding of Young Corn Straw ( Zea mays) and Gamal Leaves (Gliricidia sepium) with Lamtoro ( Leucaena leucocephala) on Blood Profile of Fatting Male Bali
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1134Keywords:
fattening, blood profil, Bali cattle, silage.Abstract
The purpose of this research is to find out the effect of feeding silage with a mixture of young corn straw and gamal leaves with lamtoro on the blood profile of fattening male Bali cattle in Oeletsala Village. The livestock used were 4 male Bali cattle aged 1-1.5 years in the body weight range of 110-115 Kilo Grams (x = 112.88kg), and the coefficient of variation was 4.22%. The design used is the Latin Square Design (LSD) which consists of 4 treatments and 4 periods as replications. The treatment is; P0: Lamtoro, P1: Lamtoro 80% + Corn Straw and Gamal Leaf Silage 20%, P2: Lamtoro 70% + Corn Straw and Gamal Leaf Silage 30%, P3: Lamtoro 60% + Corn Straw and Gamal Leaf Silage 40%. The results showed the average hematocrit level (%) P0 (0.68±1.26), P1 (33.30±2.15), P2 (34.65±0.92), P3 (31.73±3, 77); Erythrocytes(106 /µL) P0 (10.99±0.72), P1 (11.07±0.67), P2 (12.03±1.17), P3 (11.02±0.23); Leukocytes (103/μl) P0 (11.24±0.37), P1 (12.22±0.80), P2 (11.97±0.86), P3 (11.03±0.21). the results of statistical analysis gave no significant effect (P>0.05). The conclusion was that the addition of young corn straw silage and gamal leaves with lamtoro gave the same effect both using silage and without silage and showed that the blood profile of Bali cattle was fattening under normal conditions.
Tujuan dilakukannya penelitian ini agar mengetahui imbas pemberian pakan silase campuran jerami jagung muda dan daun gamal dengan lamtoro terhadap profil darah ternak sapi Bali jantan penggemukan di Desa Oeletsala. Ternak yang digunakan berjumlah 4 ekor sapi Bali jantan berumur 1-1,5 tahun di kisaran berat badan 110-115 Kilo Gram ( x ̅ = 112,88kg), dan koefisien variasi 4,22%. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Bujur sangkar Latin (RBSL ) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Adapun perlakuannya yaitu; P0: Lamtoro, P1: Lamtoro 80% + Silase Jerami Jagung dan Daun Gamal 20%, P2: Lamtoro 70% + Silase Jerami Jagung serta Daun Gamal 30%, P3: Lamtoro 60% + Silase Jerami Jagung serta Daun Gamal 40%. hasil penelitian menunjukkan rataan kadar Hematokrit (%) P0 (0,68±1,26), P1 (33,30±2,15), P2 (34,65±0,92), P3 (31,73±3,77); Eritrosit(106 /µL) P0 (10,99±0,72), P1 (11,07±0,67), P2 (12,03±1,17), P3 (11,02±0,23); Leukosit (103/μl) P0 (11,24±0,37), P1 (12,22±0,80), P2 (11,97±0,86), P3 (11,03±0,21). hasil analisis statistik memberikan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulannya adalah penambahan silase jerami jagung muda dan daun gamal dengan lamtoro memberikan efek yang sama baik menggunakan silase juga tanpa silase serta menunjukkan bahwa profil darah ternak sapi bali penggemukan pada keadaan normal
References
Adam, M., Lubis, T. M., Abdyad, B., Asmilia, N., Muttaqien, M., Dan, & Fakhrurrazi, F. (2015). Jumlah Eritrosit dan Nilai Hematokrit Sapi Aceh dan Sapi Bali di Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Medika Veterinaria, 9(2).
Ali, A. S., Ismoyowati, I., & Indrasanti, D. (2013). Jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit pada berbagai jenis itik lokal terhadap penambahan probiotik dalam ransum. Jurnal Ilmiah Peternakan, 1, 1001–1013.
Andini, N. P. M., Mahardini, I. G., & Dharmawan, N. S. (2018). Total Dan Diferensial Leukosit Sapi Bali Lepas Sapih Yang Diberi Pakan Dengan Kandungan Protein dan Energi Berbeda. Jurnal Indonesia Medicus Veterinus, ISSN : 230.
Bira, G. F. (2016). Profil Darah Sapi Bali Yang Mendapat Konsentrat Berbahan Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dengan Level Yang Berbeda. Journal of Animal Science, 1(3), 30–31.
Chalimi, K., Rochim, A., Purbowati, E., Soedarsono, R. E., Dan, & Purnomoadi, A. (2010). Kelayakan roti sisa pasar sebagai pakan alternatif berdasar pemanfaatan kecernaan energi dan parameter darah pada sapi Peranakan Ongole. Prosiding Semnas Teknologi Peternakan Dan Veteriner, 13–14.
Dhabhar, & Firdaus, S. (2002). A hassle a day may keep the doctor away: stress and the augmentation of immune function. Integrative and Comparative Biology, 42(3), 556–564.
Dharmawan, N. S. (2002). Pengantar Patologi Klinik Veteriner. Udayana Press.
Frandson, R. D. (1996). Anatomi dan Fisiologi Ternak.
Halek, Y. L., Tahuk, P. K., & Bira, G. F. (2020). Pengaruh Profil Leukosit dan Eritrosit Sapi Bali Jantan yang Digemukkan dengan Complete Feed yang Mengandung Level Protein Kasar Berbeda. Journal of Animal Science, 6(1), 7–9.
Hartaningsih, N., Sudana, G., & Malole, M. B. M. (1983). The Blood Picture of Bali Cattle in Bali. Hemera Zoa Indonesian Journal of Animal Science, 2, 71.
Herawati, E., & Royani, M. (2017). The Effect Addition Molases on Fermentation Gliricidia sepium leaf to pH Value and Water Content. Jurnal Ilmu Peternakan, 2(1), 26–31.
Ili, M. E., Lalel, H. D. J., & Manu, A. E. (2016). Pengaruh Aras Energi Pakan Dan Skor Kondisi Tubuh Terhadap Produksi Dan Kualitas Fisik Daging Ternak Sapi Bali Betina Afkir. Jurnal Peternakan Indonesia, 18(1), 1–12.
Jain, N. C. (1998). Essentials of Veterinary Hematology (2nd ed).
Maranatha, G., Pelokilla, M. R., Manu, A. E., Sobang, Y. U. L., Yunus, M., Dan, & Samba, F. D. (2019). Rain Water Harvest and Use Pattern as an Efforts to Improve the Economy of Farmers in Timor Dried Area, East Nusa Tenggara. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 372, doi:10.1088/1755-1315/372/1/012001.
Mide, M. Z. (2011). Penampilan Sapi Bali Jantan Muda yang Diberikan Pakan Komplit. Universitas Hasanuddin.
Moyes, C. D., & Schulte, P. M. (2008). Principles of animal physiology.
Nahrowi. (2008). Pengetahuan Bahan Pakan.
Purwadi. (2019). Silase Komplit Untuk Meningkatkan Kualitas Pakan Ternak, Teknologi Tepat Guna (TTG). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Riis, & Martin, P. (1983). Dynamic biochemistry of animal production.
Roland, L., Drillich, M., & Iwersen, M. (2014). Hematology as A Diagnostic Tool In Bovine Medicine. Journal of Veterinary Diagnostic Investigation, 26(5), 592–598.
Sadipun, M. M., Jelantik, I. G. N., & Mulik, M. L. (2016). Pemanfaatan Nutrisi Pada Sapi Bali Betina Afkir Yang Diberi Pakan Komplit Fermentasi Berbasis Daun Gamal Dengan Level Energi Berbeda. Journal of Animal Science, 1(4), 43–45.
Schalm, O. W. (1986). Veterinary Hematology (4th ed).
Sobang, Y. U. L. (2005). Karakteristik Sistim Penggemukan Sapi Pola Gaduhan Menurut Zona Agroklimat dan Dampaknya terhadap Pendapatan Petani di Kabupaten Kupang NTT. Prosiding : Seminar Nasional Peternakan. Kupang, Hal: 96-109.
Soeharsono, L., Adriani, E., Hernawan, K., Kamil, A., & Mushawwir, A. (2010). Fisiologi ternak fenomena dan nomena dasar, fungsi dan interaksi organ pada hewan. Widya Padjajaran.
Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1993). Prinsip dan Prosedur Statistika (Pendekatan Biometrik). Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Suwasono, P., Purnomoadi, A., & Dartosukarno, S. (2013). Kadar hematokrit, glukosa dan urea darah sapi jawa yang diberikan pakan konsentrat dengan tingkat yang berbeda. Animal Agriculture Journal, 2(4), 37–44.
Umiyasih, U. U. M., & Winae. (2018). Pengolahan Dan Nilai Nutrisi Limbah Tanaman Jagung Sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Jurnal Wartazoa, 18(3), 127–136.
Wahyuni, S., & Matram, B. (1983). Observasi pada hematologi sapi Bali. Pertemuan Ilmiah Ruminansia Besar, 177–180.
Weiss, D., & Wardrop, K. J. (2010). Schalm’s Veterinary Hematology.
Wisesa, A. A. N. G., Pemayun, T. G. O., & Mahardika, I. G. N. K. (2012). Analisis sekuens D-Loop DNA mitokondria Sapi Bali dan banteng dibandingkan dengan bangsa sapi lain di dunia. Indones Med Vet, 1(2), 281–292.










