Pengaruh Suplementasi Jenis Dedaunan Terfermentasi terhadap Kecernaan Protein dan Energi Ternak Babi Fase Starter-Grower
The Effect Of Suplementation Of Fermented Leaf Meal On Protein Digestability And Energy Of Starter-Grower Pigs
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1151Keywords:
Digestibility, Energy, Pig, Protein, Types of LeavesAbstract
The aims of this study was to test fermented leaf type supplementation on consumption and digestibility of protein and energy in pigs. This study used 12 pigs aged 1-2 months with a body weight range of 5.35-14.55 with an average of 10.88 kg (KV = 31.67%). This study used a randomized block design (RAK) consisting of 4 treatments and 3 replications. The treatments tested were R0: basal ration without fermented leaf meal (control); R1: basal ration + 5% cassava leaf meal; R2: basal ration + 5% sweet potato leaf meal; R3: basal ration + 5% moringa leaf meal. The variables measured were the consumption and digestibility of protein and energy. The results analysis showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on protein and energy consumption and digestibility, It was concluded that the use of cassava leaf meal, sweet potato leaves and moringa leaves as much as 5% gave same results on protein and energy of consumption and digestibility.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji suplementasi jenis dedaunan terfermentasi terhadap konsumsi dan kecernaan protein dan energi ternak babi. Penelitian ini memakai ternak babi berjumlah 12 ekor berumur 1-2 bulan yang kisaran bobot badan 5,35-14,55 dengan rataan 10,88 kg (KV= 31,67%). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah R0: ransum basal tanpa tepung dedaunan terfermentasi (kontrol); R1: ransum basal + 5% tepung tepung daun singkong; R2: ransum basal + 5% tepung daun ubi jalar; R3: ransum basal + 5% tepung daun kelor. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan protein dan energi. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan protein dan energi. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun singkong, daun ubi jalar dan daun kelor sebanyak 5% memberikan hasil yang sama terhadap konsumsi dan kecernaaan protein dan energi.
References
Aletor, Oluwatoyin. 2010. “Comparative, Nutritive and Physico-Chemical Evaluation of Cassava (Manihot Esculenta) Leaf Protein Concentrate and Fish Meal.†Journal of Food, Agriculture & Environment 8 (2): 39–43.
Anggorodi, R. 1994. “Ilmu Makanan Ternak Dasar.†Gramedia Pustaka Utama. Jakarta 273.
Bana, Tedy, Winfrit Albert Lay, and Sirilius S Niron. 2018. “Nilai Ekonomi Penggunaan Pollard Dalam Ransum Komersial Babi Peranakan Landrace Fase Pertumbuhan.†Jurnal Nukleus Peternakan 5 (2): 99–107.
Fachiroh, Latiful, Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, and Agung Subrata. 2012. “Kadar Protein Dan Urea Darah Kambing Perah Peranakan Etawa Yang Diberi Wafer Pakan Komplit Berbasis Limbah Agroindustri Dengan Suplementasi Protein Terproteksi.†Animal Agriculture Journal 1 (1): 443–51.
Garnida, Dani. 2002. “Pengaruh Imbangan Energi Protein Ransum Dan Tingkat Kepadatan Dalam Kandang Terhadap Performan Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Periode Pertumbuhan.†Bionatura 4 (1).
Gaspersz, Vincent. 1991. “Metode Perancangan Percobaan.†Armico. Bandung 427.
Katharinia, N, M S Jonni, and M Sitorus. 2008. “Cegah Malnutrisi Dengan Kelor.†Yogyakarta: Kanisius.
Ly, Johanis, Osfar Sjofjan, Irfan Hadji Djunaidi, and Suyadi Suyadi. 2017. “Effect of Supplementing Saccharomyces Cerevisiae into Low Quality Local-Based Feeds on Performance and Nutrient Digestibility of Late Starter Local Pigs.†Journal of Agricultural Science and Technology A 7: 346–50.
NRC, N R C. 1998. “Nutrients Requirements of Swine. Tenth Revision Edition.†Waginston DC, National Academy Press. Perreault, Y. and T. Vlasic (1998 ….
Nursiam, I. 2008. “Pemanfaatan Daun Ubi Jalar (Ipomoea Batatas) Sebagai Pakan Ternak.†Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Onyimba, Isaac A, A I Ogbonna, J O Egbere, H L Njila, and C I C Ogbonna. 2015. “Bioconversion of Sweet Potato Leaves to Animal Feed.†Annual Research & Review in Biology, 1–6.
Parakkasi, A. 1998. “Ilmu Gizi Dan Makanan Ternak Monogastrik. Cetakan Ke-1.†Angkasa. Bandung.
Permana, Dian, Mirni Lamid, and Sri Mulyati. 2014. “Perbedaan Potensi Pemberian Bahan Substitusi Tepung Limbah Udang Dan Cangkang Kepiting Terhadap Berat Telur Dan Kerabang Telur Itik.†Jurnal Agro Veteriner 2 (2): 81–88.
Piliang, W G, and Soewondo Djojosoebagio. 2000. “Fisiologi Nutrisi. Volume I. Ed Ke-2.†IPB Press. Bogor.
Poluan, Wenny R, Petrus R R I Montong, Jantje F Paath, and Vonny R W Rawung. 2016. “Pertambahan Berat Badan, Jumlah Konsumsi Dan Efisiensi Penggunaan Pakan Babi Fase Grower Sampai Finisher Yang Diberi Gula Aren (Arenga Pinnata Merr) Dalam Air Minum.†ZOOTEC 37 (1): 50–61.
Pramana, Bintang Tampubolon. 2012. “Pengaruh Imbangan Energi Dan Protein Ransum Terhadap Energi Metabolis Dan Retensi Nitrogen Ayam Broiler.†Students E-Journal 1 (1): 14.
Ravindran, Velmurugu. 1993. “Cassava Leaves as Animal Feed: Potential and Limitations.†Journal of the Science of Food and Agriculture 61 (2): 141–50.
Sihombing, D T H. 2006. “Ilmu Ternak Babi. Yoyakarta.†Gajahmada Univesity Press.
Sinaga, Ernawati. 2012. “Biokimia Dasar.†Jakarta Barat. PT. ISFI Penerbitan.
Sinaga, S, and D T H Sihombing. 2011. “Kurkumin Dalam Ransum Babi Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetis Untuk Perangsang Pertumbuhan.†Bionatura 13 (2).
Sinaga, Sauland, and Sri Martini. 2010. “Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Babi Terhadap Pertumbuhan Dan Konversi Ransum (The Effect of Ration Containing Various Dosage Curcuminoid in Pigs Rations on Growth and Ration Convertion).†Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran 10 (1).
Sumadi, Sumadi, AGUNG Subrata, and Sutrisno Sutrisno. 2017. “Produksi Protein Total Dan Kecernaan Protein Daun Kelor Secara in Vitro.†Jurnal Sain Peternakan Indonesia 12 (4): 419–23.
Tillman, Allen D, Hari Hartadi, Soedomo Reksohadiprodjo, Soeharto Prawirokusumo, and Soekanto Lebdosoekojo. 1998. “Ilmu Makanan Ternak Dasar.†Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Utama, IAPP, I K Sumadi, and I P A Astawa. 2016. “Pengaruh Level Energi Dan Protein Ransum Terhadap Kecernaan Ransum Pada Bali Bali Jantan Lepas Sapih.†Peternakan Tropika 4 (3): 529–44.
Wea, Redempta. 2004. “Potensi Pengembangan Babi Lokal Di Daerah Nusa Tenggara Timur.†Jurnal Partner Edisi Khusus. Agustus.
Winedar, Hanifiasti. 2006. “DAYA CERNA PROTEIN PAKAN, KANDUNGAN PROTEIN DAGING DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN AYAM BROILER SETELAH PEMBERIAN PAKAN YANG DIFERMENTASI DENGAN EFFECTIVE MICROORGANISMS-4 (EM-4).â€










