Performa dan Efensiesi Penggunaan Protein pada Ternak Babi Landrace Fase Starter yang Diberi Tepung Limbah Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Terfermentasi
Performance And Efficiency Of Protein Utilization In Starter Phase Landrace Livestock Feeded With Fermented Seaweed Waste Flour (Eucheuma Cottonii)
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1171Keywords:
fermented, pigAbstract
This study aimed to examine the use of fermented red seaweed (Eucheuma cottonii) waste flour in the basal ration on the performance and efficiency of protein use in starter phase landrace crossbreed pigs. A total of 12 tails aged 1-2 months with a body weight of 6.5-26 kg with an average of 14.82 kg (KV = 41.85%). This study used a randomized block design (RAK) with four treatments and three replications. The treatments were: R0: basal ration without fermented seaweed waste flour (control), R1: basal ration + 5% fermented seaweed waste flour, R2: basal ration + 10% fermented seaweed waste flour and R3: basal ration + 15% fermented seaweed waste flour. The variables measured were ration consumption, weight gain, ration conversion and protein use efficiency. The results of the analysis showed that the treatment did not affect (P>0.05) ration consumption, body weight gain, ration conversion and the efficiency of the use of animal protein in the study. It can be concluded that the use of fermented seaweed waste flour up to 15% in the basal ration did not affect the ration consumption, weight gain, ration conversion and efficiency of protein use.
Penelitian ini mengkaji penggunaan tepung limbah rumput laut merah (Eucheuma cottonii) terfermentasi dalam ransum basal terhadap performa dan efisiensi penggunaan protein pada ternak babi peranakan landrace fase starter. Sebanyak 12 ekor berumur 1-2 bulan dengan beret badan 6,5-26 kg dengan rata-rata 14,82 kg (KV = 41,85%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan sebagai berikut : R0: ransum basal tanpa tepung limbah rumput laut terfermentasi (kontrol), R1: ransum basal + 5% tepung limbah rumput laut terfermentasi, R2: ransum basal + 10% tepung limbah rumput laut terfermentasi dan R3: ransum basal + 15% tepung limbah rumput laut terfermentasi. Variabel yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan BB, konversi ransum dan efisiensi penggunaan protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan efisiensi penggunaan protein ternak penelitian. Dapat disimpulkan penggunaan tepung limbah rumput laut terfermentasi hingga 15% dalam ransum basal tidak memengaruhi konsumsi ransum, pertambahan BB, konversi ransum dan efisiensi penggunaan protein.
References
Akhadiarto, S. (2013). Pengaruh pemberian probiotik Temban, Biovet dan Biolacta kedalam air minum terhadap Performan ayam broiler. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia, 11(3).
Amrullah, I. K. (2003). Nutrisi ayam petelur. Lembaga Satu Gunung Budi. Bogor.
Astawan, M., Koswara, S., & Herdiani, F. (2004). The Utilization of Seaweed (Eucheuma cottoni) to Increase Iodine and Dietary Fiber Contents of Jam and Dodol. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 15(1), 61.
Bana, T., Lay, W. A., & Niron, S. S. (2018). Nilai Ekonomi Penggunaan Pollard Dalam Ransum Komersial Babi Peranakan Landrace Fase Pertumbuhan. Jurnal Nukleus Peternakan, 5(2), 99–107.
Chiba, L. I. (2013). Sustainable swine nutrition. John Wiley & Sons.
Council, N. R. (2006). Nutrient requirements of dogs and cats. National Academies Press.
Dasalaku, A. N., Ly, J., Suryani, N. N., & Aryanta, I. M. S. (2020). Efek penggunaan larutan daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam “liquid feeding†terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor babi peranakan landrace. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(4), 1061–1069.
English, P. R., Fowler, V. R., Baxter, S., & Smith, B. (1996). The Growing and Finishing Pig. Edit. By Farming Press.
Gaspersz, V. (1991). Metode perancangan percobaan. Armico. Bandung, 427.
HORHORUW, W. M. (2008). Pengaruh pemanfaatan rumput laut Gracilaria edulis dalam pakan terhadap kinerja ayam fase pullet. Universitas Gadjah Mada.
Iqbal, F., Atmomarsono, U., & Muryani, R. (2012). Pengaruh Berbagai Frekuensi Pemberipengaruh Berbagai Frekuensi Pemberian Pakan dan Pembatasan Pakan terhadap Efisiensi Penggunaan Protein Ayam Broiler. Animal Agriculture Journal, 1(1), 53–64.
Khodijah, E. S., & Wiradimadja, R. (2012). Imbangan Efisiensi Protein Broiler yang Diberi Ransum Mengandung Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain). Students E-Journal, 1(1), 14.
Koroh, V., Ly, J., & Sembiring, S. (2019). Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis Konsentrat dalam Pakan Berbasis Pollard Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Protein dan Energi Ternak Babi Fase Starter-Grower. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(4), 518–529.
Nuraini, S., & Latif, S. A. (2012). Fermented product by Monascus purpureus in Poultry diet: Effects on laying performance and egg quality. Pakistan Journal of Nutrition, 11(7), 507.
Pamungkas, W. (2011). Teknologi fermentasi, alternatif solusi dalam upaya pemanfaatan bahan pakan lokal. Media Akuakultur, 6(1), 43–48.
Rasyaf, M. (2012). Panduan beternak ayam pedaging. Niaga Swadaya.
Razak, A. D., Kiramang, K., & Hidayat, M. N. (2016). Pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum ayam ras pedaging yang diberikan tepung daun sirih (Piper Betle Linn) sebagai imbuhan pakan. Jurnal Ilmu Dan Industri Peternakan, 3(1).
Sari, K. A., Sukamto, B., & Dwiloka, B. (2014). Efisiensi penggunaan protein pada ayam broiler dengan pemberian pakan mengandung tepung daun kayambang (Salvinia molesta). Jurnal Agripet, 14(2), 76–83.
Setyawan, A. E., Sudjarwo, E., Widodo, E., & Prayogi, H. S. (2013). Pengaruh penambahan limbah teh dalam pakan terhadap penampilan produksi telur burung puyuh. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science), 23(1), 7–10.
Sihombing, M. (n.d.). Raflizar. 2010. Status gizi dan fungsi hati mencit (galur CBS-Swiss) dan tikus putih (galur Wistar) di laboratorium hewan percobaan puslitbang biomedis dan farmasi. Media Litbang Kesehatan, 10, 12–15.
Sinaga, S. (2011). Pemberian curcumin dalam ransum babi sebagai pengganti antibiotik sintetis untuk pemacu pertumbuhan.
Sinaga, S., & Martini, S. (2010). Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid pada Ransum Babi Periode Starter terhadap Efisiensi Ransum (The Effect Adding Various Dosages Curcuminoid in Ration on Feed Efficiency of Starter Pigs). Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 10(2).
Sinaga, S., & Silalahi, M. (n.d.). Benedictus. 2012. Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada babi terhadap pertumbuhan dan konversi ransum. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 12(1), 20–27.
Sinaga, S., & Silalahi, M. (2002). Performans produksi babi akibat tingkat pemberian manure ayam petelur sebagai bahan pakan alternatif. Jitv, 7(4), 207–213.
Sinulingga, Y. P., Santa, N. M., Kalangi, L. S., & Manese, M. A. V. (2020). Analisis pendapatan usaha ternak babi di Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa. Zootec, 40(2), 471–481.
Situmorang, N. A., Mahfuds, L. D., & Atmomarsono, U. (2013). Pengaruh pemberian tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) dalam ransum terhadap efisiensi penggunaan protein ayam broiler. Animal Agriculture Journal, 2(2), 49–56.
Suprihatin, D. S. P. (2010). Pembuatan asam laktat dari limbah kubis. Makalah SEMNAS Ketahanan Pangan Dan Energi, Teknik Kimia Soebardjo Brotohartandjono, Surabaya.
Tualaka, Y. F., Wea, R., & Koni, T. (2012). Pemanfaatan biji asam fermentasi dengan ragi tempe terhadap kecernaan bahan kering dan protein kasar ransum ternak babi lokal. Partner Tahun, 19, 152–164.
Ullo, M., Randa, S. Y., & Hartini, S. (2020). Kecernaan nutrien dan performa ternak babi fase starter yang diberi pakan campuran bahan pakan limbah. Livestock and Animal Research, 18(2), 97–106.
Wahju, J. (2006). Ilmu nutrisi unggas. Edisi kelima. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Wheindrata, H. S. (2013). Cara Mudah Untung Besar Dari Beternak Babi. Andi Publisher. Hal, 2(8), 11.
Yunita, W. K., Sarengat, W., & Suprijatna, E. (2015). PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PUYUH PETELUR (Coturnix coturnix japonica)(Effect of seaweed by product powder (Gracilaria verrucosa) fermented feed on the performances in quail. Animal Agriculture Journal, 4(1), 121–126.










